140 Mahasiswa Mengikuti Inspring Talk Sociopreneur Camp 2017

68

Pasuruan – Sejak siang  140 penerima manfaat Beastudi Etos memenuhi Taman Candra Wilwaktika, Pasuruan, Jawa Timur. Mereka adalah mahasiswa dan mahasiswi dari enam belas Perguruan Tinggi Negeri (PTN) seluruh Indonesia, mereka berhasil  menyisihkan ribuan pelamar untuk mendapatkan beasiswa dari Beastudi Indonesia Dompet Dhuafa.

Sebagai bentuk  apresiasi atas keberhasilan mereka, Beastudi Indonesia Dompet Dhuafa mengundang para penerima manfaat dalam kegiatan Sociopreneur Camp 2017 (SPC 2017) yang diadakan di Surabaya serta Pasuruan. Mengusung tema “Pemuda Kontributif Mengabdi Untuk Negeri “ selama enam hari ke depan para penerima manfaat akan dibekali ragam pengembangan diri dari pemateri mumpuni yang lama berkecimpung di bidangnya masing-masing dengan tujuan  meningkatkan kualitas para penerima manfaatnya. Selain itu kesadaran serta semangat kontribusi para penerima manfaat akan dimaksimalkan guna membangun karakter sociopreneur dalam jiwa mereka.

Untuk mengakrabkan para penerima manfaat, pada Jumat (04-08) malam, dilaksanakan pembukaan Sociopreneur Camp 2017 sekaligus Inspiring Talk di Aula Kahuripan, Taman Candra Wilwaktika, Pasuruan. Inspiring Talk menghadirkan Rina Fatimah, Direktur Dompet Dhuafa Pendidikan; Purwoudiutomo, General Manager Beastudi Indonesia; dan Andik,  alumni Beastudi Etos. Selama dua jam para penerima manfaat mendapatkan ilmu baru terkait masalah pendidikan di Indonesia hingga pengenalan Dompet Dhuafa beserta program-programnya, termasuk Dompet Dhuafa Pendidikan

IMG-20170804-WA0007Di sesi pertama Rina Fatimah mengajak para penerima manfaat menyelami masalah pendidikan di Indonesia, mereka diminta menceritakan seputar kondisi serta masalah pendidikan di daerahnya masing-masing. Masalah pendidikan di daerah para penerima manfaat merupakan masalah kompleks yang seharusnya diatasi oleh negara, namun pada praktiknya hal tersebut belum dilakukan.

“Banyak stereotip menghinggapi mereka yang ingin serius bersekolah. Stereotip tersebut kadang datang dari keluarga serta lingkungan anak bersangkutan,” ujar Rina Fatimah.

Selain masalah stereotip, masalah pendidikan yang dihadapi ialah kekerasan dalam sekolah. Sekolah-sekolah di Indonesia dianggap belum ramah anak karena kurangnya edukasi kepada seluruh elemen di sekolah. Menurut Rina, hal tersebut terjadi karena saat ini keberhasilan pendidikan di Indonesia hanya diukur dari kuantitas dan mengabaikan kualitas yang seharusnya dikedepankan. Pendidikan, tambahnya, seharusnya saling melengkapi agar tercipta sinergi berkesinambungan.

“Lalu apa fungsi dari Dompet Dhuafa? Dompet Dhuafa bersinergi dengan masyarakat melalui berbagai program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dompet Dhuafa sangat perhatian dengan masalah pendidikan, karenanya terlahir Dompet Dhuafa Pendidikan untuk mengakomodasi hal tersebut,” tambahnya.

Dalam kesempatan malam ini Rina menjabarkan program-program Dompet Dhuafa Pendidikan antara lain Beastudi Indonesia, SMART Ekselensia Indonesia, Makmal Pendidikan, dan Sekolah Guru Indonesia.

“Kalian harus banyak bersyukur karena mendapatkan beasiswa dan fasilitas mumpuni dari Dompet Dhuafa Pendidikan. Bahkan kalian mendapatkan program beasiswa yang jelas arahnya ke mana. Oleh karenanya kalian harus banyak bersyukur dan tak berhenti mengejar mimpi serta berkontribusi,” tutup Rina.

Dalam sesi kedua Purwoudiutomo, GM Beastudi Indonesia Dompet Dhuafa, bercerita mengenai ragam program beasiswa yang dimiliki oleh Beastudi Indonesia seperti Beastudi Etos, Beasiswa Aktivis Nusantara, Beasiswa Best of The Best, dan lain-lain. Selain itu ia juga menjabarkan tentang sociopreneur beserta sejarah pembentukan kegiatan di dalamya.

“Dompet Dhuafa terlahir dari mahasiswa-mahasiswa hebat, oleh karena itu keberadaan kita harus memberikan manfaat kepada orang lain,” kata Purwo.

Menutup Inspiring Talk, Andik, alumni Beastudi Etos, berbagi pengalaman selama menjadi Etoser (sebutan untuk penerima manfaat Beastudi Etos) dan paska mengikuti Beastudi Etos. Ia berujar jika asrama Etos adalah tempat awal majunya bangsa Indonesia, karenanya semua yang melenakan di asrama harus segera disingkirkan. Andik menjadi saksi hidup di mana Etoser menjadi bagian dari kemajuan bangsa.

“Etoser adalah Indonesia, maka yang bertanggungjawab atas Indonesia adaalah Etoser,” ujarnya penuh semangat.  “Tak masalah kita tak menjadi apa-apa saat ini, tapi akan menjadi apa kita nanti di masa depan, jangan putus harapan,” tandasnya.

Beastudi Etos menurut Andik sangat berani karena memberikan beasiswa kepada mahasiswa yang masih duduk di bangku kuliah semester awal, karenanya ia berpesan agar tak mencari kemudahan di asrama karena kekuatan lahir dari kesultan-kesulitan

”Seorang Etoser harus menjadi mahasiswa-mahasiswa tangguh,” tutupnya.

Setelah Inspiring Talk berakhir para penerima manfaat masih akan mengikuti kegiatan lain bersama para pendamping.

Tetap semangat penerima manfaat hebat! (AR).


***


Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044
SHARE