2 Malaysia 1 Singapura Balutan Indonesia

571

Berawal dari salah seorang temanku yang lulus mengikuti acara ini membuatku jadi iri. Aku merasa aku juga bisa seperti dia. Awalnya tidak berharap mengkuti acara ini, namun karena merasa tertantang maka aku juga mencobanya. Saat itu, aku mendaftar pada saat hari penutupan dan itu juga di perpanjang pendaftarannya oleh pihak panitia. Pendaftaran yang dilakukan terbilang sederhana, kita tinggal mengisi form. Namun yang menjadi patokan dan penilaian bagi mereka untuk bergabung dalam acara tersebut terletak pada motivation letter. Motivation letter akan menentukan kita apakah kita lulus sebagai delegasi atau tidak.

Pagi itu terlihat hp ku berkedip pertanda ada informasi. Informasi yang datang ternyata dari emailku. Tertulis disana dalam bahasa inggris berupa ucapan selamat bahwa aku dinyatakan lulus sebagai salah satu delegasi ntuk acara ini. Adalah Youth Excursion sebuah acara yang berhubungan dengan leadership dan entrepreneurship bagi pemuda Indonesia.

Penerbangan dengan pesawat Air Asia mengantarkan kami dari Bandar Udara Internasional Minangkabau menuju ke Kuala Lumpur International Airport 2 (KLIA2). Perjalanan yang menghabiskan waktu lebih kurang 1 jam ini mengantarkanku kedalam renungan jiwa, bahwasanya kita akan terlihat kecil jika dilihat dari ketinggian saat penerbangan. Aku yang melihat Masjid Raya Sumbar yang besar pun kelihatan kecil ketika sudah berada di atas pesawat, maka apa yang perlu kita sombongkan jikapun kita memiliki kelebihan. Karena di mata Allah semua sama. Menikmati penerbangan dengan melihat kebesaran-Nya adalah suatu yang menakjubkan betapa sangat kompleksnya Allah menciptakan bumi dengan segala isinya. Air lautan yang selalu bergerak, angin yang berhembus, awan-awan yang berlari mengikuti arah angin, semua itu berada dibawah kehendak-Nya. Memang kita patut berbangga, kekayaan alam kita Indonesia sangat melimpah ruah, terlihat di Malaysia yang tidak memiliki sumber daya alam yang besar apalagi di Singapur. Singapur tidak ada sama sekali aku temukan pepohonan maupun hutan.

Sampai di KLIA2, aku dan teman-teman disambut oleh panitia. Mereka membawa tanda pengenal dan mengarahkan kami ke jalan selanjutnya. Tak lupa aku kenalkan diri dan teman-teman bahwa kami dari Dompet Dhuafa Beastudi Etos Padang, dan mereka langsung teringat bahwa ada juga dari DD yang berasal dari Semarang. Setelah berbincang-bincang dengan panitia, kami memutuskan untuk segera menuju hotel. Perjalanan menghabiskan waktu 1 jam dengan bus.

Selama perjalanaku, hal yang terkesan bagiku adalah ketertiban lalu lintasnya. Hampir tidak pernah aku mendengar kendaraan menghidupkan klaksosn mereka. Mereka lebih mendahulukan bagi pejalan kaki untuk menyeberang. Dan disana tidak ada kendaraan yang kebut-kebutan semua berjalan tertib.

Di malaysia, aku sekamar dengan etoser 014 Bogor bernama Ismail. Kami saling bertukar informasi seputar kampus dan etos. Bahkan di Singapur, juga sekamar dan di tambah satu orang lagi.

Selesai menghadiri opening ceremony, kami melakukan research chellenge, dimana kita dibagi dalam bentuk delegasi dari masing-masing anggota asean. Aku menjadi delegasi Filipina. Tujuan research kami adalah melakukan analisis terhadap kebutuhan pasar dan bagaimana persaingan pasar di Central Market, Bukit Bintang dan China Town. Selain itu kita juga diberi kesempatan untuk belanja souvenir.

Di hari kedua, kami melakukan company visit ke Magic (Malaysia Global Innovation and Creativity Centre). Disana kami diberi penjelasan oleh mentor yang berpengalaman bagaimana menjadi seorang pengusaha di bidang seni. Hal ini terlihat dari bagimana kekreatifan mereka dalam mendesain ruangan kerja mereka serta ruang rapat yang begitu menarik, sehingga kita benar-benar menikmati suasana rapat.

Malamnya kami menuju Malaysia Tourism Centre. Disana kami disuguhkan dengan tarian Malaysia yang unik dan menarik. Lalu, kami bertemu dengan menteri pariwisata Malaysia, wakil ketua perwakilan pelajar Indonesia di Malaysia serta dinas pariwisatanya.

Di hari ketiga kami menuju Singapure menggunakan bus. Perjalanan ditempuh selama lebih kurang 5 jam. Sampai di kantor imigrasi Singapur kami dihadapi suatu halangan. Passport ku ditahan oleh petugas. Bukan hanya aku namun begitu juga teman-teman lainnya, kami ditahan didalam kantor dan salah seorang panitia di wawancarai. Lebih kurang setengah jam kami berada didalam dan akhirnya kami bebas.

Melakukan perjalanan ke dua negara ini selalu membawaku kedalam perbandingan bagaimana Indonesiaku, bagaimana kontribusiku untuk Indonesia secara umum. Perjalanan ke dua negara ini juga menjadi pelajaran bagiku ada hal yang dapat kita contoh dari mereka seperti masalah kebersihan, ketertiban, dan sikap saling mendahului orang lain.
Di akhir kunjungan, kami menuju kedutaan besar Indonesia di singapura. Disana kami disambut hangat oleh wakil kedutaan Ridwan Hasan. Setelah kata sambutan dari beliau, kita melakukan diskusi umum dimana keynote speaker-nya adalah pengusaha sukses Malaysia dan pengusaha Indonesia yang berada Singapura.

Perjalanan kami berakhir di Hotel Boss dan menjadi titik perpisahan kami dengan teman-teman yang berasal dari Indonesia. Menemukan persahabatan dan teman-teman baru adalah sisi lain manfaat yang didapatkan dari empat hari perjalanan ke luar negeri. Selesai menghabiskan waktu di luar negeri, amanah baru mulai kuemban setelah tahu akau dipilih menjadi wakil ketua desa produktif (Despro) di Jawa Gadut, Padang.


***


Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044
SHARE