7 Langkah Memiliki Personal Branding

0
2090

Oleh: Sumiati

Saat ini buku-buku yang berkaitan tentang pesonal branding semakin menjamur dipasaran. Dimulai dari yang judul depannya how to be, how to make, 7 steps to, the key to be sampai ke yang judulnya langsung menggambarkan keseluruhan isi bukunya yaitu pesonal branding . Sekarang yang jadi pertanyaan ialah buat apasih personal branding itu? Dan apa gunanya buat kita?. Okeh sebelum berbicara jauh mengenai topik personal brand,  kita kupas dulu makna sebuah ‘brand’. Branding berasal dari kata brand yaitu merk. Branding adalah serangakain kegiatan untuk membangun sebuah brand, memperkuat brand, memperbesar brand dan membuat brand image tertentu di hati masyarakat atau lingkungan tempat dia berada. Ibarat sebuah barang jualan, kalau mau barang itu laku dipasaran yah mau gak mau si produsen harus mengemas barang tersebut dengan packaging yang unik, menarik , bersimbol, dan bernilai manfaat yang tinggi. Artinya harus ada ciri yang membedakan dia dengan barang serupa. Contohnya di Indonesia produk minuman teh sudah berjamuran dimana-mana dengan merk dan bentuk yang berbeda-beda. Walaupun banyak variasi minuman teh, masyarakat masih tetap menggemai produk teh botol sosro.  Hampir disetiap warung, rumah makan, restoran menyediakan teh botol sosro. Nama minuman ini sudah sangat terngiang di telinga masyarakat luas. Apa yang membuat dia beda dengan yang lain hingga akhirnya tetap eksis sampai sekarang?. Ap jawabannya adalah tagline merk yang diberikan perusahaan teh botol sosro yakni “ apapun makanannya, minumnya teh botol sosro’. Tagline ini pula yang menjadi ciri khas si minuman teh  ini dan akhirnya berhasil merebut hati masyarakat untuk mengkonsumsi minuman rasa teh dengan merk sosro.

A brand for a company is like a reputation for a person. You earn reputation by trying to do hard things well. -Jeff bezos

Jika manusia bisa menciptakan branding pada sebuah barang, maka sudah spatutnya manusia juga bisa menciptakan branding pada dirinya sendiri. Anda pasti setuju bahwa kita (saya dan anda) pasti berbeda, bukan?. Nah apa yang akan membedakan saya dan anda terletak pada personal branding apa yang nantinya akan anda buat untuk diri anda. Personal branding ini pula yang akan membantu orang lain untuk mengenali siapa anda dan membedakan anda dengan yang lainnya.

Your personal brand  is what people say about you when you are not in the room – Chris Ducker

Personal branding is basically the way you market yourself to the world. Your personal brand is what other people think of you. In same ways it’s outside your control, but you obviously have some influence over it.  -Steve Pavlina

Setiap diri kita harus mengerti pentingnnya branding. Tanpa Personal branding kita tidak akan mengenali siapa diri kita. Kita juga tidak akan mengetahui dengan jelasa tujuan hidup dan goal apa yang akan kita capai. Padahal bukankah kita adalah CEO dari hidup kita sendiri?? Jika kita saja tidak bisa mengenali diri kita maka jangan harap goal kita akan tercapai.

If you’re not branding yourself, you can be sure others do it for you. – unknown

Branding gives you an exceptionally effective way to broadcast who you are to your target market qickly and efficiently. – Multichannel news

Pertanyaannya, sudahkan anda memiliki atau mengenali personal branding yang bagus? Cara termudah dalam mengetahui jawabannya adalah dengan bertanya kepada diri sendiri “ ingin seperti apa anda dikenal” dan kemudian “bagaimana orang lain ingin mengenal anda”. Jika anda mampu menjawab dua pertanyaan diatas dengan cepat dan baik maka ini artinya anda telah memiliki personal branding.akan tetapi jika anda belum mampu menjawab pertanyaan diatas, tidak mengapa karena dibawah ini akan dipaparkan beberapa tips untuk memiliki personal branding yang bagus diambil dari beberapa sumber.

1. Start thinking yourself as a brand

Pertama anda harus menyadari kalau kamu itu unik. Kamu berbeda dengan individu lainnya sehingga kamu membutuhkan pakaian yang berbeda, makanan yang berbeda, tempat tinggal yang berbeda, cara bicara yang berbeda dll. Setelah kamu menyadari itu, tanyakan kepad dirimu penilaian apa yang kamu harapkan ketika orang-orang mendengar namamu? Apakah ada subject atau keahlian khusus yang bisa orang ingat tentang dirimu. Pikirkan juga tentang kekuatanmu, passionmu, dan kelemahanmu.

2. Audit your online presence

Orang bisa mengenali kita lewat sebuah presence atau kehaidran kita. Dalam menciptakan presence kita dapat memanfaatkan sosial media seperti facebook, line, instagram, twitter sebagai media promosi yang menunjukan diri kamu atau spesialisasi kamu. Kamu pun bisa membuat blog pribadi yang menceritakan portofolio kamu, kegiatan kamu, passion kamu atau menulis soal keahlian kamu dll.

3. Making a connection to others

Sering-seringlah bergaul dan berkenalan dengan orang-orang baru. Karena networking is not about who you know, but it’s about who knows you dan bangunlah persepsi positif dihadpn mereka karena semua persepsi yang mereka tangkap tentag dirimu cepat atau lambat akan menyebar.

4. Be purposeful in what you share

Setiap tweet yang dikirimkan, setiap updatetan status yang kamu buat, setiap gambar yang dishare, menggambarkan personal brand kamu. Maka dari itu lebih bijaklah lagi dalam mengirimkan sesuatu ke dunia maya.

5. Associate with other strong brands

Mungkin kamu bukan satu-satunya orang didunia ini yang melakukan personal branding. Kadang mungkin nama kamu tenggelam diantara banyak orang hebat atau perusahaan besar lain yang memberikan benefit sama seperti yang anda tawarkan. Jika ini yang terjadi, kamu bisa mengakalinya dengan mengasosiakan diri. Jika kamu pernah, bekerja disebuah perusahaan besar atau mempublikasikannya karya di media yang memiliki reputasi bagus, masukanlah itu pada situs personal anda. Setiap kali anda berhubungan dengan brand besar yang dikenal, jangan takut untuk mengambil manfaat  disana.

6. Go offline

Meski online branding adalah cara yang palin ampuh dan paling besar jangkauannya, bukan berarti hanya itu yang bisa anda lakukan. Jangan pernah lupakan branding offline. Hal ini penting terutama jika market anda berada berada di area geografis yang spesifik. Metode offline memudahkan kamu untuk membuktikan apa yang kamu janjikan secara online. Contohnya, jika value proposition kamu adalah peduli akan lingkungan, maka buktikan itu dengan membuat gerakan sehari tanpa kantung plastik, membuang sampah pada tempatnya, menggunakan kertas bekas dll.

7. Konsisten

Personal branding bukanlah sesuatu yang hanya tamak dipermukaan, tapi juga harus diterapkan secara konsisten di kehidupan kamu. Pegang teguh branding kamu dengan konsisten dan jangan sampai perubahan kecil mengacaukan branding kamu.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY