Ada di Barisan Mana Kita?

377

Oleh: Syafi’ie el Bantanie
General Manager Sekolah Model Dompet Dhuafa Pendidikan

“…Dan masa kejayaan itu Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran) dan agar Allah mengetahui orang2 yang beriman dan menjadikan sebagian kamu sebagai syuhada…” (QS. 3: 140).

Beberapa hari sebakda pergantian direksi DDF dan DDSE, qadarullah saya sedang menghafal sebagian surat Ali ‘Imran dan sampailah pada ayat di atas. Saya pun merenungi makna ayat di atas untuk memetik setitik hikmah (semoga).

Pergiliran kejayaan/kekuasaan/jabatan adalah satu keniscayaan. Ini sunnatullah. Cepat atau lambat. Sukarela atau terpaksa. Pasti terjadi pergiliran tersebut. Maka, menurut pandangan awam saya, yang terpenting direnungkan bukanlah berapa lama kita bisa bertahan dalam kekuasaan/jabatan, melainkan berapa banyak amal dan kontribusi yang kita berikan selama diberikan amanah memangku jabatan? Dan, karena siapa kita berkarya dan berkontribusi? Apa sejatinya motif dan niat terdalam dalam hati kita?

Meski ayat di atas berbicara dalam konteks perang Uhud, kita bisa menarik maknanya dalam konteks kekinian. Bahwa masa kejayaan/kekuasaan/jabatan itu dipergilirkan di antara manusia agar Allah mengetahui siapa yang beramal dan berkontribusi hanya untuk Allah semata sebagai buah dari keimanannya kepada Allah. Sehingga, Allah memasukkannya ke dalam barisan para syuhada yang layak diganjar surga.

Sejarah panjang peradaban Islam telah memberikan pelajaran berharga bagi kita. Sebakda Rasulullah saw wafat, Sayidina Abu Bakar menjadi khalifatur Rasul memimpin muslimin selama 2 tahun 4 bulan. Lalu, digantikan oleh Sayidina Umar bin Khattab yang memimpin selama 10 tahun 6 bulan. Sesudah wafatnya, digantikan Sayidina Utsman bin Affan yang memimpin selama 12 tahun 5 bulan. Lalu, digantikan oleh Sayidina Ali bin Abi Thalib yang memimpin selama 4 tahun 10 bulan.

Lihatlah, masa kepemimpinan khulafa Ar-Rasyidin berbeda-beda. Sayidina Abu Bakar paling singkat, sedang Sayidina Utsman paling lama memimpin. Namun, sekali lagi bukan singkat atau panjangnya memimpin, namun amal dan kontribusi yang diberikan. Keempat khulafa Ar-Rasyidin telah menorehkan amal dan kontribusi terbaik di masanya masing-masing. Maka, wajar bila Rasulullah mengapresiasi, “Ikutilah oleh kalian sunnahku dan sunnah khulafa Ar-Rasyidin yang mendapat petunjuk.”

Selain keempat sahabat utama tersebut, secara umum generasi sahabat adalah generasi terbaik. Rasulullah saw sendiri yang menyebutnya, “Sebaik-baik generasi adalah generasiku (sahabat), kemudian generasi setelahnya (tabi’in), generasi setelahnya (tabi’it tabi’in)”.

Bahkan, Allah pun memuji sahabat sebagai generasi terbaik. Dalam banyak ayat Allah memuji generasi sahabat ini. Salah satunya dalam surat At-Taubah ayat 100.

“Dan orang-orang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung.”

Para sahabat dari Muhajirin dan Anshar adalah generasi yang tidak diragukan lagi keimanannya kepada Allah dan Rasul-Nya. Terbukti dalam amal dan kontribusinya yang tidak tanggung-tanggung. Semuanya, jiwa, raga, dan harta dilaburkan untuk dakwah Islam karena mengharap rida Allah semata.

Maka, mari kita bertanya ada di barisan mana kita? Karena, ayat di atas memberikan kabar gembira bahwa tidak hanya para sahabat yang diridai Allah dan diganjar surga, melainkan juga al-ladzinat taba’uhum bi ihsan; orang-orang yang istiqamah mengikuti jejak langkah para sahabat dengan baik. Orang-orang yang beramal dan berkontribusi karena Allah semata, bukan untuk pencitraan, apresiasi, atau kepentingan duniawi lainnya.

Kita doakan siapapun yang telah menyelesaikan masa tugasnya sebagai pemangku jabatan, atau purna tugas, semoga termasuk dalam barisan orang-orang beriman dan syuhada yang beramal dan berkontribusi hanya karena Allah. Semoga nantinya bisa berkumpul dengan Rasulullah dan para sahabat mulia. Doa yang sama juga untuk kita pada saat kita telah menyelesaikan masa tugas di DD Pendidikan kelak. Allahu A’lam…


***


Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044
SHARE