Angklung dan Kebudayaan Sunda

365

Oleh: Bayu Panji Pangestu, Bakti Nusa V Jogjakarta.

Berbicara kebudayaan di Indonesia, tak pernah ada habisnya. Dari Sabang sampai Merauke kekayaan dan corak kebudayaan Indonesia tak ternilai kuantitas dan kualitasnya. Kekuatan itulah yang menjadikan semboyan negara ini menjadi ‘Bhinneka Tunggal Ika’, Berbeda-beda tapi tetap satu jua. Jawa, Sunda, Minang, Papua, Dayak, Bugis dan lainnya berkumpul menjadi corak warna tersendiri yang memberikan warna akan arti kebhinekaan.

Tentu saja, setiap daerah di Indonesia memiliki cirri khas, dan salah satu ciri khas dari kebudayaan Sunda dikenal dengan Angklungnya sebagai Icon yang dikenal dari Indonesia hingga mancanegara. Angklung merupakan alat kesenian yang terbuat dari kayu bambu yang pada praktiknya memiliki nada nada tersendiri layakanya alat musik konvensional lainnya. Angklung yang terbuat dari bambu, memiliki 2 hingga 4 dalam satu rangkaian, sehingga mampu memberikan suara yang berharmonisasi antara satu dengan yang lainnya. Penggunaan angklung dengan cara digoyangkan kea rah kiri dan kanan dan seperti alat musik lainnya,

Di dalam perkembangannya, angklung telah hinggap di berbagai belahan dunia dan di tahun 2010 menerima penghargaan dari UNESCO sebagai kebudayaan Indonesia. Angklung mampu sejajar dengan kebudayaan Indonesia lainnya seperti Wayang Golek dan lainnya. Harapannya ke depan angklung dapat menjadi alat musik yang digunakan oleh banyak negara dan sebagai ikon Mancanegara dan mengharumkan nama bangsa, Indonesia.

SOURCEFoto: kabarinews.com
SHARE