Ayis Etoser Pejuang

820
Jpeg

Senin (13/12), panas terik matahari tak menghalangi anak muda berkacamata yang penampilannya saat ini berbeda, terlihat lebih terawat. Dulu saking seringnya terkena panas matahari, kulitnya terbakar bahkan sampai terkelupas. Panggil saja dia Ayis, sapaan akrab dari teman-teman asramanya.

Lahir dari keluarga kurang beruntung secara ekonomi tak membuat Ayis minder. Kerasnya hidup sejak kecil (Sejak SMP ia sudah terbiasa mencari uang sendiri untuk biaya sekolah) membuat ia tahan banting. Ketika rugi, maka ia akan berusaha lagi dan terus bangkit. Ia mulai berbisnis kecil-kecilan dengan membawa piring dari asrama, hingga pada akhirnya ia mengelola sendiri restoran miliknya. Untung rugi dalam berbisnis ia pandang sebagai persoalan mental dan konsistensi.

Ayis merupakan salah satu penerima manfaat Beastudi Etos, ia memiliki sudut pandang unik mengenai Bestudi Etos. Menurut lajang kelahiran Gorontalo ini Beastudi Etos sangat membantunya mengembangkan diri dan meninggalkan kesan yang dalam karena ia memperoleh banyak ilmu serta pengalaman. Namun bantuan dana kuliah kadang membuat Penerima Manfaat (PM) malas, ketergantungan dana bulanan tersebut membuat mereka terlalu menggantungkan diri dan kurang memiliki semangat juang dalam hidup. Jumlah pengusaha muda dari Etos masih sedikit dan porsi kurikulum enterprener harus diberikan lebi  dan tersistematis dari pengelola agar lebih banyak PM setelah lulus sudah bisa mandiri.

Semoga ke depannya semakin banyak penerima manfaat Beastudi Etos yang memiliki etos seperti Ayis dan mampu memajukan diri serta bangsanya, aamiin.

*Sebuah oleh-oleh dari tim Strategic Partnership yang berkunjung ke Galeri Ayis beberapa waktu lalu*

SHARE