BAKTI NUSA Dukung Mahasiswa Menjadi Negarawan Muda

325

Oleh: Indri Lestiani

Oleh: Indri Lestiani BAKTI NUSA 6 Unsri

“people develop people, leader create leaders.”

Berangkat dari rumah menuju ke kampus, nongki ke cafe-cafe hits, tempat hiburan, wisata, dan segala kegiatan lain hingga kembali lagi ke rumah, baik yang melewati jalan-jalan yang sudah biasa dilewati atau eksplor jalan-jalan baru di hiruk pikuk kota, Kita biasa menjumpai orang-orang yang mencari penghidupan di jalanan. Ada yang mengamen, meminta sedekah, berjualan dan jasa lap kaca mobil dan sebagainya. Kebanyakan anak muda mungkin  menganggap kehadiran orang-orang jalanan ini sebagai angin lalu saja. Cukup diberi receh mereka akan langsung pergi dari hadapan. Meskipun terkadang ada pula yang merasa prihatin dengan pola perilaku orang-orang di jalanan yang bebas. Atau malah takut dengan mereka. Jarak sosial yang jauh membuat interaksi hanya sebatas itu saja.

Keresahan itu muncul ketika banyak dari mereka yang masih anak-anak. Keresahan itu bertambah kala melihat perilaku mereka. Seorang anak berpakaian lusuh, kulitnya hitam terbakar matahari kombinasi debu dan asap motor sedang  menjajakan koran, memaksa bahkan menghardik agar dagangannya dibeli. Di usia sangat muda mencari nafkah untuk sesuap nasi. Atau untuk membeli yang lain? Mungkin mainan atau buku pelajaran? Yang muncul dibenak kita adalah bagaimana pergaulan anak ini. Benar saja, banyak dari mereka tidak sekolah, sudah mengenal rokok, lem, dan bahkan obat-obatan.

Beruntungnya sebuah komunitas yang menamakan diri Relawan Anak Sumsel mencoba membersamai mereka. Mencoba untuk jadi generasi yang tidak hanya berkomentar namun ikut turun tangan memahami permasalahan. Kumpulan anak muda yang ingin melakukan perubahan.

indri

Awal keterlibatan saya pada komunitas ini adalah sebuah tugas blok kuliah penelitian kualitatif, yang dari sana tim saya memilih subjek anak jalanan. Setelah beberapa kali observasi, ikut turun ke jalan membersamai kegiatan anak-anak jalanan ini, membuat verbatim interview, mendengarkan cerita mereka dari sudut pandang mereka hingga analisis, saya berkesimpulan bahwa tidak cukup sebatas menyelesaikan tugas kuliah saja. Saya punya peran untuk membantu mereka. Melengkapi tim relawan yang sukarela ingin mendidik anak-anak jalanan.

Tim relawan yang berisikan potential people. Anak-anak muda penuh semangat mendidik dan memberdayakan orang lain. Waktu, tenaga, dan gagasan diberikan tanpa pamrih. Saya pribadi menyadari saya punya potensi untuk bisa memberi dampak pada lingkungan ini. Berbekal ilmu psikologi jadikan komunitas ini sebagai laboraturium pembelajaran untuk diri sendiri. Termasuk how to manage potential people dalam tim ini. Inilah saya sekarang leader Relawan Anak Sumsel. Tanpa tim, saya tidaklah lengkap. Tidak akan mampu mewujudkan visi komunitas ini, yang sedang saya upayakan adalah bagaimana memanggil ruh tim agar tetap berada dalam frekuensi yang sama. One team One goal. Memaksimalkan segala potensi, pemikiran, ide sehingga mampu mencapai tujuan bersama. Galeri kegiatan Relawan Anak Sumsel bisa di akses melalui instagram @relawananakss

Sebagai leader saya ingin Potential people berani memimpin dan membawa perubahan. Walaupun kadang terasa pahit, dan membuat perasaan “teraniaya” tetap harus ada people yang rela berkorban dan rela tidak populer. Apalagi dalam urusan kerelawananan yang tidak banyak apresiasinya. Kegiatan pendampingan anak jalanan bukanlah bakti sosial sehari yang selesai dengan foto bersama kemudian di unggah ke media sosial. Kerelawanan ini juga berbeda dengan kegiatan mahasiswa yang pada umumnya jelas panggungnya. Entah sebagai aktivis kampus, atau mahasiswa delegasi konferensi luar negeri atau yang langganan juara kompetisi.

Kerelawananan ini adalah pendidikan. Sebuah investasi yang membutuhkan bertahun-tahun untuk melihat dampaknya. Sebagai seorang leader saya wajib untuk berbagi pemahaman dengan anggota tim saya. Potensi saya adalah untuk mereka. Bagaimana coaching dan counseling bagi anak-anak dalam program pendampingan dan sebagainya. Bagaimana agar terlebih dahulu menggugah sisi psikologis orang lain. People develop people. Seorang leader wajib selalu ada waktu untuk sharing karena tugas leader sejatinya adalah melahirkan leader-leader.  Terinspirasi dari Dalai Lama “share your knowledge, it is a way to achieve immortality”

Kita memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk menjadi orang baik. Namun apa yang kita lakukan sekarang menunjukan apakah kita hanya berangan-anagan atau kita mencicil apa yang harus menjadi visi kita dengan sepenuh hati. Menginvestasikan waktu yang berharga dengan belajar, akan membedakan kualitas kita di masa yang akan datang. We are young, We are Leaders! Begitulah BAKTI NUSA mendidik saya.

Beasiswa Aktivis Nusantara atau disingkat menjadi BAKTI NUSA ini adalah program pengembangan bagi aktivis mahasiswa untuk membentuk pemimpin berkarakter dan kompeten yang berperan aktif di tengah masyarakat demi terwujudnya Indonesia berdaya. Penerima manfaat BAKTI NUSA akan mendapatkan uang pendukung aktivitas Rp 800.000,- per bulan, pembinaan dan mentoring selama 2 tahun, Future Leader Camp, Program Adik Asuh, Gerakan Sosial Regional, Strategic Leadership Training, Activist Development Program, Monitoring And Evaluation, Marching For Boundaris, Kunjungan Dan Silaturahim Tokoh dan Penguatan Jaringan Media. Berikut ulasan fasilitas-fasilitas dari BAKTI NUSA.

Uang pendukung aktivitas Rp 800.000 per bulan. Uang yang diberikan dipastikan digunakan untuk pendukung aktivitas dan dilaporkan ke manajemen pusat BAKTI NUSA.

  1. Pembinaan dan Mentoring Selama 2 Tahun

Kontrak “akad” BAKTI NUSA selama dua tahun sehingga penerima manfaat BAKTI NUSA mendapat pembinaan selama dua tahun. Pembinaan ini berupa coaching keterampilan-keterampilan baru yang bersifat self improvement dan counseling terkait aktivitas

2. Future Leader Camp

Future Leader Camp adalah temu nasional penerima manfaat BAKTI NUSA dari 17 Kampus se-Indonesia selama kurang lebih satu minggu. Kegiatan berupa diskusi bersama tokoh negarawan, team building dan internalisasi visi BAKTI NUSA

3. Program Adik Asuh

Setiap penerima manfaat BAKTI NUSA di motivasi untuk mentransfer ilmu kepemimpinan kepada orang lain sebagiamana pembinaan yang diterima di BAKTI NUSA.

4. Gerakan Sosial Regional

Gerakan sosial ini adalah ciri khas gerakan per regional BAKTI NUSA. Kegiatan ini mendorong para penerima BAKTI NUSA untuk berdampak dalam masyarakat dalam pendidikan dan pemberdayaan.

5. Strategic Leadership Training

SLT adalah kegiatan berupa seminar yang diisi oleh negarawan Indonesia. Dari kegiatan ini penerima manfaat BAKTI NUSA diharapkan mampu mempersiapkan diri dalam mengemban tampuk kepemimpinan Indonesia di masa yang akan datang.

6. Activist Development Program

ADP adalah program pendidikan bahasa asing di Kampung Inggris, Pare. Program ini hanya diberikan bagi penerima manfaat yang memenuhi kriteria untuk ditingkatkan kemampuan bahasa inggrisnya.

7. Monitoring dan Evaluasi

Monitoring dan evaluasi ini berguna untuk memantau program-prpgram yang telah diberikan BAKTI NUSA dan bagaimana dampak dan perkembangan kebermanfaatannya.

8. Marching for Boundaries

MFB adalah program sebulan mengabdi di perbatasan kriteria 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal). Program ini wajib bagi penerima manfaat BAKTI NUSA untuk mengasah kemampuan diri untuk bertahan dan belajar hidup prihatin serta meraskan langsung permasalahan bangsa sehingga memotivasi diri untuk menjadi pemimpin yang akan membuat kebijakan nantinya.

9. Kunjungan dan Silaturahim Tokoh

Kunjungan dan Silaturahim tokoh adalah kegiatan yang bertujuan agar penerima manfaat BAKTI NUSA dapat sharing langsung dengan tokoh-tokoh yang menginspirasi dengan kegiatan bermanfaat. Tokoh disini bisa dari tokoh masyarakat, tokoh pemerintah, dan tokoh lainnya yang berpengalaman di bidangnya.

10. Penguatan jaringan dan media

Kegiatan ini berupa kunjungan media untuk membangun jejaring bersama media lokal. Penerima mnafaat BAKTI NUSA diharapkan dapat menyalurkan ide dan gagasan melalui media.

Fasilitas di atas adalah bentuk keseriusan BAKTI NUSA untuk menyiapkan pemimpin-pemimpin yang mampu mengelola potensi diri untuk kebermanfaatan. Program yang diberikan adalah investasi manusia untuk mencipta diri lebih berdaya. Berdaya untuk memberdayakan dan memimpin orang lain. Program yang membiasakan penerima manfaatnya untuk memosisikan diri sebagai negarawan muda. Negarawan muda yang sedang belajar merawat Indonesia.

Jadilah bagian dari BAKTI NUSA 2017. Kunjungi laman http://www.beastudiindonesia.net

 


***


Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044
SHARE