Bambu yang Mendunia

0
670

Oleh: Vica Asrianti, ITB.

Angklung adalah alat musik yang terbuat dari bambu, yang dibunyikan dengan cara digoyangkan. Tinggi rendahnya nada pada angklung dipengaruhi dari ukuran tabung yang ada, semakin besar tabung maka semakin rendah pula suara yang dihasilkan tetapi semakin kecil tabung maka semakin tinggi juga suara yang dihasilkan.

Jika merujuk pada zaman kerajaan sunda maka asal usul terciptanya musik bambu, seperti angklung itu dibuat untuk memikat dewi Sri Pohaci untuk turun ke Bumi agar dapat menyuburkan tanaman padi yang ada pada zaman itu, dan mulai saat itulah masyarakat mulai mengenal alat musik angkung. Jenis angklung sendiri ada beberapa jenis, seperti angklung kanekes, angklung royeg, angklung dogdoglojor, angklung gubrag, angklung badeng, angklung buncis dan banyak jenis angklung lainnya.

Seiring berjalannya waktu angklung semakin modern, asalnya angklung hanya bernada pentatonis atau Da- Mi- Na-Ti-La-Da sekarang sudah bergeser ke diatonis atau Do-Re-Mi-Fa-Sol-La-Si-Do. Dan dengan bergesernya tangga nada maka jangkauan lagu yang bisa dimainkan pun semakin banyak. Hal itulah yang dilakukan oleh Keluarga Paduang Angklung SMAN 3 Bandung.

KPA SMAN 3 bandung adalah salah satu ekskul di SMAN 3 Bandung yang fokus pada permainan angklung, dan saat ini KPA 3 sudah lebih dari 10 kali melakukan konser orkestra dan sudah 4 kali melakukan Expand The Sound Of Angklung. Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan angklung dengan cara permainan yanng khas seperti orkestra kebanyakan. Beberapa kali KPA 3 pernah berkolaborasi dengan penyanyi-penyanyi sopran dan tenor ternama, harpis, pianis dan banyak alat musik orkestra yang dikemas menjadi perpaduan antara alat musik tradisional dan modern..

Pada 2010 Alhamdulillah saya bisa menjadi bagian dari tim ESA 2010 yang bermain di beberapa negara seperti Slovenia, Austria, Spanyol, Italia dan Prancis dan di sana kami mengikuti satu lomba orkestra ternama kelas dunia yang diadakan di Austria, ‘Summa Cumlaude International Youth Music Festival’. Alhamdulillah kami mendapatkan Spesial Award karena walau kami memainkan alat musik yang berbeda namun kami tetap memainkan lagu wajib seperti kebanyakan orkestra lainnya yaitu Symphony No.1 in C Major dan lagu pilihan Radetzky March, tak disangka para juri terkagum-kagum dibuatnya karena mereka tidak mengetahui alat musik yang kami mainkan namun bisa mengeluarkan nada seindah itu.

Untuk itu tetaplah menjadi anak muda yang bangga akan musik tradisional karena dunia pun bangga akan musik tradisional yang kita miliki.

LEAVE A REPLY