Beasiswa Goes to Campus

753

Oleh : Cinta Wahyu Al Istiqomah S

Desa Produktif Bogor (Despro Bogor) merupakan program pemberdayaan masyarakat di sebuah desa marjinal yang dilakukan oleh mahasiswa penerima manfaat Beastudi Etos wilayah Bogor. Program Despro wilayah Bogor dilaksanakan di Desa Galuga, Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Kegiatan yang dilakukan adalah pendampingan belajar kreatif di SDN Dukuh 2 Galuga. Selain itu, pendampigan juga dilakukan kepada sebagian alumni SDN Dukuh 2 yang melanjutkan ke SMP dan SMA/K. Mereka adalah siswa-siswi terpilih yang mendapatkan bantuan beasiswa dari Minamas Plantation yang bekerjasama dengan Yayasan Pendidikan Dompet Dhuafa. Pendampingan para siswa penerima beasiswa ini dilakukan secara rutin setiap minggu. Setiap kegiatan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas diri dari para penerima beasiswa dan memberi semangat kepada mereka agar terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Di samping kegiatan rutin, para penerima beasiswa juga mengikuti kegiatan-kegiatan lain yang bisa mendukung pengembangan diri dan pengetahuan mereka.

Para siswa penerimaa beasiswa merupakan siswa-siswi yang memiliki keinginan yang kuat untuk terus bersekolah meskipun terkadang terdapat kesulitan dalam pembiayaan. Mereka adalah anak-anak yang memiliki cita-cita yang tinggi. Akan tetapi, cita-cita masih tergolong sempit karena wawasan dan pengetahuan mereka minim tentang berbagai bidang pengetahuan dan profesi masa depan. Untuk mengatasi hal tersebut, hari Minggu 17 Januari 2016 kemarin, Etoser Bogor mengadakan sebuah acara bernama “Beasiswa Goes to Campus”. Kegiatan ini dilakukan untuk mengenalkan sekilas tentang dunia kampus dan kegiatannya sehingga mereka akan memiliki motivasi yang lebih dan terus bersemangat menempuh pendidikan sampai tingkatan tertinggi. Melalui kunjungan ke kampus Institut Pertanian Bogor tersebut, diharapkan para siswa penerima beasiswa akan lebih terbuka wawasan ilmu pengetahuan terutama tentang cita-cita profesi  di masa depan.

Kegiatan ini dikemas unik dengan beberapa rangkaian kegiatan tour di kampus Institut Pertanian Bogor. Bukan sekedar berkeliling melihat suasana kampus, namun ada beberapa kegiatan kunjungan serta memperoleh pengalaman secara langsung dalam kegiatan yang menyangkut bidang profesi di bidang pertanian. Kegiatan pertama dilakukan di lapangan Gedung Andi Hakim Nasution IPB. Kegiatan dibuka sekitar pukul 07.30 WIB. Kegiatan dimulai dengan perkenalan masing-masing peserta dan panitia dengan format nama, kelas atau jurusan, dan cita-cita. Dari berbagai cita-cita yang mereka miliki memang masih tergolong standar dan kurang spesifik. Contohnya saja, cita-cita menjadi guru, TNI, dokter, dan polisi. Untuk memudahkan pengawasan, peserta dibagi menjadi 3 kelompok dan masing-masing didampingi oleh seorang kakak asuh. Kelompok 1 menyebut mereka sebagai kelompok Ceria, kelompok 2 yaitu kelompok Juara, dan kelompok 3 yaitu kelompok Bahagia. Masing-masing kelompok juga membuat nama dan yel-yel. Suasana Minggu pagi itu tampak menjadi lebih cerah dan bersemangat. Setelah sarapan, panitia memberikan clue untuk menunjukkan ciri-ciri tempat tujuan berikutnya. Dengan mengendarai 3 mobil listrik Institut Pertanian Bogor, mereka memulai perjalanan ke Fakultas Pertanian IPB. Siswa-siswi tampak begitu senang dan menikmati pemandangan dari atas mobil listrik.

Kegiatan pertama di lingkungan Koridor Tanah Fakultas Pertanian IPB adalah kegiatan pembuatan lubang biopori. Kegiatan ini dipilih untuk memberikan pengalaman secara langsung kepada siswa penerima beasiswa tentang kegiatan pertanian yang berhubungan dengan bidang  ilmu tanah. Meskipun sederhana dan mudah dilakukan, ternyata kegiatan ini mampu memberikan wawasan lingkungan yang baru bagi siswa penerima beasiswa. Para siswa dibagi menjadi 2 kelompok. Masing-masing membuat satu lubang biopori dengan kedalaman 1 meter dan lebar 10 cm menggunakan alat bernama bor biopori. Masing-masing anak mencoba mengebor tanah dan mengumpulkan sampah organik untuk dimasukkan ke lubang biopori.

Kegiatan berikutnya adalah kunjungan ke Arboretum Fakultas Kehutanan IPB. Arboretum merupakan salah satu jenis hutan buatan yang berisi koleksi beberapa tanaman hutan dari berbagai tempat di Indonesia. Kegiatan ini dilakukan di tengah-tengah rimbunnya pepohonan di arboretum. Duduk di sebuah batang pohon yang rubuh, para penerima beasiswa diberi penjelasan lebih mengenai arboretum, kehutanan, dan juga profesi masa depan di bidang kehutanan. Tanya jawab interaktif dan sharing juga dilakukan. Ternyata para penerima beasiswa juga sangat antusias. Siswa-siswi para penerima beasiswa mulai menyadari bahwa cita-cita di masa depan itu bisa di berbagai bidang. Profesi guru misalnya, juga bukan hanya sekedar guru SD atau SMP, namun dosen di bidang kehutanan juga bisa menjadi alternatif. Sayang sekali kami tidak bisa terlalu lama di dalam arboretum karena terlalu banyak nyamuk hutan yang mulai menyerang kami. Akhirnya, perjalanan di lanjutkan ke lapangan kecil di dekat Jalan Huni IPB.

Kegiatan selingan juga dilakukan agar para peserta tidak bosan, maka kegiatan games pun diadakan. Tarian lucu pembuka seperti open banana, ilustrasi mengupas pisang, sanggup membuat peserta kegiatan dan panitia menyanyi, menari, dan tertawa bersama. Permainan sederhana seperti kucing-kucingan juga cukup membuat mereka harus berlari ke sana ke mari. Suasana siang yang panas tidak melunturkan semangat dan keseruan dari games tersebut. Sekitar pukul 11.00 WIB, kami pun melajutkan perjalanan ke Masjid Al Hurriyyah IPB untuk melakukan istirahat, sholat, dan makan. Di rerumputan rindang depan masjid, kami beristirahat sambil sharing tentang kegiatan sejauh ini. Mereka mengaku sangat senang mengikuti kegiatan ini.

Sekitar puluk 12.40 WIB, perjalanan berlanjut ke Bread Unit IPB. Bread Unit merupakan tempat pembuatan roti hasil kerjasama Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB dengan Boga Sari. Kami semua datang ke tempat itu untuk mengikuti pelatihan pembuatan browniess jagung, salah satu olahan pangan. Kegiatan ini menunjukkan salah satu pengetahuan di bidang profesi pertanian yaitu pengolahan pasca panen. Browniess yang dibuat merupakan kombinasi tepung terigu dan tepung jagung. Seluruh peserta dan panitia, mendapat pengarahan sekaligus ikut serta dalam proses pembuatan browniess. Tidak peduli laki-laki maupun perempuan, para peserta kegiatan juga ikut membantu memasak. Ada yang memanaskan mentega, telur, dan gula ; ada yang memasukkan coklat ke pengaduk; ada yang memasukkan tepung; dan juga ada yang menuangkan adoanan ke dalam loyang. Tingkah mereka tampak begitu antusias dan lucu. Setelah menunggu 50 menit proses pemanggangan, browniess jagung yang lezat pun telah jadi. Mereka tampak sangat senang dan menikmati kue buatan mereka.

Acara satu tersebut ditutup dengan pembagian hadiah kepada masing-masing kelompok dan peserta. Nominasi kelompok teraktif jatuh pada kelompok Ceria, nominasi kelompok terkreatif jatuh kepada kelompok Bahagia, nominasi kelompok terbaik jatuh pada kelompok Juara. Nominasi individu peserta terbaik putra yaitu Eep Krismonadi dan peserta terbaik putri yaitu Ira Restiani. Di penghujung acara, dilakukan penyerahan sertifikat untuk Bread Unit IPB. Kegiatan berakhir sekitar pukul 15.00 WIB. Perjalanan terakhir kembali menuju ke Gedung Andi Hakim Nasution dengan menggunakan mobil listrik. Perjalanan kami melalui Fakultas Peternakan, Fakultas Perikanan, dan Fakultas Kedokteran Hewan. Suasana setelah hujan menambah suasana asri di Institut Pertanian Bogor dinikmati dari atas mobil listrik. Walaupun sudah sore, para siswa masih tampak semangat. Mereka kembali di antar ke Galuga dengan tawa dan senyum kebahagiaan.

 

beasiswa goes to campus (17 jan) (3)

beasiswa goes to campus (17 jan) (2)


***


Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044
SHARE