Beastudi Etos Bangunkan Jiwa Sociopreneuship Pemuda Negeri di Sociopreneur Camp 2017

120

Pasuruan – Pemuda merupakan  tonggak kemajuan suatu bangsa. Di tangan para pemuda nasib bangsa ini ditentukan, oleh karenanya pemberdayaan untuk pemuda sangat dibutuhkan agar mereka mampu bersaing di kancah global dan berkontribusi lebih untuk negeri. Nantinya kontribusi tersebut dapat mereka berikan melalui pemberdayaan ekonomi, karena saat ini ekonomi menjadi kunci dari peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Pemberdayaan di bidang ini tidak semata-mata mengejar profit namun juga menjadi sarana sosial bagi pelakunya, pelaku usaha  yang bergerak di bidang sosial ini dikenal dengan istilah sociopreneur. Sayangnya presentase keberadaan sociopreneur di Indonesia masih bercokol di angka 2% saja, padahal indikator majunya suatu negara dapat dilihat dari jumlah para pengusaha (termasuk sociopreneur di dalamnya) dengan angka minimal 2%. Minimnya jumlah sociopreneur mengindikasikan  bahwa jumlah pemuda kontributif di Indonesia sangatlah sedikit, hal ini menjadi tantangan tersendiri untuk pemerintah dan seluruh elemen masyarakat di Indonesia.

Menjawab tantangan tersebut, pada Jumat (04-08), Beastudi Indonesia melalui Beastudi Etos mengadakan kegiatan Sociopreneur Camp 2017. Kegiatan yang dilaksanakan setiap tahunnya ini berupaya menumbuhkan semangat sociopreneur bagi para pemuda khususnya mahasiswa agar mampu memberdayakan dirinya serta masyarakat disekitarnya.

Mengusung tema ”Pemuda Kontributif Mengabdi Untuk Negeri” Sociopreneur Camp 2017 digadang-gadang menjadi kegiatan pemberdayaan ekonomi serta sosial paling mumpuni di kalangan mahasiswa. Tahun ini Sociopreneur Camp dihelat di Surabaya dan Pasuruan, Jawa Timur, dan dihadiri 250 mahasiswa dari beragam universitas di  Indonesia.

“Kami ingin membangun kesadaran dan semangat kontribusi para mahasiswa serta membangun karakter sociopreneur mereka,” ujar Ferdhes Setiawan, Ketua Panitia Sociopreneur Camp 2017.

Selama enam hari para peserta akan dibekali dengan beragam materi pengembangan diri terkait sociopreneurship dari para narasumber yang telah makan asam garam di bidangnya seperti dr. Hasto Wardoyo, sp.OG, Bupati Kulon Progo; Emil Dardak, Bupati Trenggalek; Prof. Ir. Daniel M. Rosyid Ph.d, Pakar Kelautan Indonesia; Bambang Suherman, Direktur Mobilisasi ZIS Dompet Dhuafa; Muhammad Anwar, Founder Jelajah Kampung; Rina Fatimah, Direktur Dompet Dhuafa Pendidikan; Dalu Nuzulul Kirom, Founder Gerakan Melukis Harapan Dolly; dan Roisudin, Pimpinan Pondok Pesantren Baitussalam Bangkalan.

“Selain membangun semangat mereka, kami juga ingin mereka mampu membuat program-program pemberdayaan masyarakat serta membangun sinergi dengan berbagai pemangku kebijakan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan fokus pengembangan karakter sociopreneur,” tambah Ferdhes.

Diharapkan setelah mengikuti rangkaian Sociopreneur Camp 2017 para mahasiswa mampu membangun jiwa-jiwa sociopreneurship dalam diri mereka, mengasahnya dengan baik serta berkelanjutan, mengukir prestasi, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa di masa depan. (AR)


***


Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044
SHARE