(Bukan) Hanya Sekadar Branding

0
333

Nge-branding tidak hanya sekadar membuat logo. Tetapi bagaimana warna, bentuk, dan tagline logo tersebut berasal dari penerjemahan Target Market, Frame of Reference, Brand Personality, & Brand Value.

Materi itu yang saya dapat dari Begawan Marketing Indonesia, Hermawan Kartajaya. Dalam studi kasus Workshop Penguatan Branding KPK-Anti Corruption Learning Centre, Pak Hermawan & tim MarkPlus memberikan training secara mendetail tahap demi tahap. Goal-nya adalah KPK ingin me-rebranding institusinya kalau KPK tidak hanya masalah penindakan korupsi saja, tetapi juga sebagai Learning Centre Pendidikan Antikorupsi di Indonesia.

Di MarkPlus tadi, saya tidak hanya belajar workshop saja. Saya juga sengaja melihat-lihat tiap sudut kantor MarkPlus. Semuanya di branding. By design semua. Mulai dari nama ruangan yang ada logo “M”nya, tiap karyawan bangga memakai nametag & lencana MarkPlus, sampai ruang display buku MarkPlus di desain di dekat tempat rapat & makan agar kita bisa membaca & membeli tentunya.

Itulah secuil pembelajaran keren dari MarkPlus. Poin utama yang saya dapat dari tim MarkPlus adalah di mana pun tempat kita berkarya (bukan bekerja ya), kita harus bangga & bisa merepresentasikan value tempat kita berkarya. Kita bisa mem-branding tempat berkarya kita melalui branding diri kita sendiri terlebih dulu 🙂

Salam Hangat,

Hassan Afif
Pengelola Alumni Dompet Dhuafa Pendidikan

BAGIKAN

LEAVE A REPLY