College Life Journey and How I Lead an International Association

116

4 tahun yang lalu, saya harus menerima kenyataan pahit bahwa cita-cita saya untuk menjadi seorang diplomat telah berakhir. Hasil SNMPTN saya pada saat itu adalah saya tidak berhasil masuk di jurusan yang saya idam-idamkan. But the good news is, saya masih diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk kuliah di PTN walaupun di jurusan yang saya tidak terlalu pahami saat itu. Saya lulus di pilihan ke-tiga saya yaitu program studi Agroteknologi di Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Program studi yang jelas sekali bukan minat saya dan saya belum tahu apa yang bisa lulusannya lakukan di masa depan.

Saat itu saya sedih, malu, merasa gagal, dan semuanya terasa sangat berat. Sebagai lulusan siswa kelas akselerasi di SMA terunggul di kota Makassar, saya tidak ingin mengulang kembali di tahun berikutnya. Saya mencoba untuk ikhlas walaupun banyak pertanyaan dan komentar orang-orang yang menyayangkan pilihan saya untuk tidak mencoba kembali di tahun berikutnya. Saya pun berusaha tegar dan menjalani perkuliahan saya di Fakultas Pertanian dengan optimis. Hingga akhirnya, saya bertemu sejumlah orang yang sangat menginspirasi di UKM IAAS.

International Association of Students in Agricultural and related Sciences (IAAS) merupakan organisasi yang memfasilitasi pengembangan diri bagi generasi muda yang ingin berkontribusi bagi dunia pertanian. Organisasi ini tergolong UKM universitas di Unpad, walaupun anggotanya saat itu masih didominasi oleh mahasiswa pertanian. Di Indonesia sendiri saat itu IAAS berada di 9 universitas antara lain IPB, Unpad, UGM, UNS, Undip, UB, UHO, Unram, Unlam. Seperti namanya yang sangat keinggris-inggrisan, organisasi ini memang organisasi internasional dan saat itu tersebar di lebih dari 35 negara di seluruh dunia. Saya tertarik bergabung di organisasi ini karna saya rasa dengan menjadi anggota IAAS, saya bisa mengubah pandangan saya seputar pertanian dan get a bigger picture from the global prespective. It’s an international organization, isn’t it?

Singkat cerita, di semester pertama perkuliahan, saya memiliki seorang teman dekat (Alhamdulillah hingga saat ini) yang bernama Ranthi. Ia yang pada awalnya memberitahu saya tentang IAAS. Hingga akhirnya kami berdua mendaftarkan diri dan berada dalam satu IAAS Orientation Program (IOP) 16. Kami berdua tergabung dalam department yang sama yaitu Science and Technology Department (STD). Dibawah bimbingan Teh Gita sebagai coordinator department, saya merasa sangat enjoy berada di IAAS. Project pertama yang saya tangani adalah Round Table Discussion (RTD) yang membahas tentang entrepreneurship. Sebagai lulusan akselerasi yang saat SMA-nya hanya terfokus dengan kegiatan akademik (walaupun di SMA saya nekad ikut di English Debating Club), saya belum terbiasa dalam memanage suatu acara.

Seiring dengan berjalannya waktu, saya terus belajar dan menerapkan apa yang dicontohkan oleh kakak-kakak senior saya di IAAS. Saya cukup terlibat di beberapa program kerja hingga akhirnya saya dan teman-teman IOP 16 diberikan amanah untuk menyelenggarakan acara Indonesia Youth Agriculture Forum (IYAF) 2014. Saat itu saya diamanahi sebagai wakil ketua dan dibimbing langsung oleh The Winda selaku Local Committee Director (LCD), The Gita selaku Executive Secretary (ES), dan the Fiqa selaku Deputy Local Director (DLD). Di tingkat nasional, saya dan rekan-rekan panitia juga dibimbing oleh National Committee seperti Kak Tian, Kak Jajang, dan Kang Galih. Mereka semua sangat berperan dalam proses pengembangan diri saya di IAAS. Tanpa input dan inspirasi yang mereka berikan, saya tidak akan mampu menjadi seorang Ines seperti saat ini.

Tahun 2014 juga menjadi tahun yang merubah diri saya. Selain mendapatkan amanah untuk IYAF 2014, saya juga terpilih untuk mewakili IAAS LC Unpad dalam IAAS Indonesia National Congress 2014 di IPB (bersama Ranthi tentunya). Tak berhenti disitu, saya juga Alhamdulillah dapat berangkat ke Iowa, Amerika Serikat untuk mewakili IAAS Indonesia dalam ajang The 57th IAAS World Congress. Di tahun 2014 juga saya terpilih menjadi Mahasiswa Berprestasi Fakultas Pertanian Unpad. Kesempatan yang saya dapatkan seakan tak usai, saya juga terpilih untuk mengikuti leadership development program oleh McKinsey and Company yaitu Young Leaders for Indonesia (YLI) 2014 wave 2. Hal ini membuktikan bahwa saya (mungkin) telah berhasil memanage diri saya untuk menyeimbangkan kewajiban akademik dengan tuntutan untuk mengembangkan diri (a part of my milestone, of course).

Di akhir tahun 2014, Local Committee Confrence (LCC) IAAS LC Unpad diselenggarakan. Saya amat bingung apakah saya harus mengambil bagian untuk memimpin organisasi yang telah membawa banyak dampak positif bagi diri saya ini. Telebih, pelaksanaan LCC tsb bertabrakan dengan jadwal meeting saya dengan client Telapak.org yang merupakan bagian dari BLP YLI saya di Jakarta. Tentunya saya harus memilih, hingga akhirnya saya berdiskusi dengan Kang Galih dan Teh Nisa yang sudah jauh lebih berpengalaman di IAAS. Pada akhir diskusi tersebut, saya memantapkan diri untuk mengambil kesempatan ini karena saya yakin akan kemampuan dan kemauan saya yang kuat untuk memajukan IAAS LC Unpad. Seolah-olah ini merupakan panggilan hati yang memang tidak bisa saya tampikkan.

8 Desember 2014 merupakan hari dimana saya dilantik menjadi Local Committee Director (LCD). LCD merupakan pemimpin yang strukturnya berada paling atas dari organigram IAAS LC Unpad. As you can imagine, it wasn’t an easy job. Sebagai LCD, saya bertanggung jawab penuh atas IAAS LC Unpad pada saat itu. Secara horizontal, saya memimpin Executive Committee yang terdiri dari Local Committee Director, Deputy Local Director (Triboy Johan Rajagukguk), dan Executive Secretary (Ranthi Whesi Umbarani). Saya juga mempimpin board kepengurusan yang memiliki 5 Department. Hal ini sangat menantang dan menempa diri saya untuk dapat bekerja keras, ikhlas, cerdas, dan tuntas.

Kepengurusan diawali dengan melakukan konsolidasi dengan sesame Executive Committee; menyatukan visi dan misi, menyusun rencana strategi, dan menentukan value dalam bekerja. Setelah itu kami bertiga menyeleksi coordinator department yang akan menjadi bagian dari pengurus. Disini lah segalanya ditentukan. Saya percaya bahwa coordinator department memegang peran yang vital karena merekalah yang berhubungan secara langsung dengan para member. We finally came up with 5 selected coordinators; Devy Mayasari (EXPRO coordinator), Lovian Sinambela (PD coordinator), Miranti Aprihilda (HRD coordinator), Nabilah Putri (PRP coordinator), and Gadis Kumala (STD coordinator). Kami juga harus membangun kerja sama yang baik serta menyatukan tujuan dan rencana bersama. Banyak sekali ups and downs yang kami lalui, and I am very grateful for having them. If I have the chance to start all over again, I will definitely choose them.

Setahun memimpin di IAAS LC Unpad sangat menampar diri saya bahwa saya ini masih butuh untuk terus belajar. Aspek yang lebih banyak “ditempa” selama saya menjadi LCD ialah kemampuan berkomunikasi (baik itu dengan pengurus, member, atau stakeholder lain), kemampuan dalam mengambil keputusan dan menanggulangi resiko, serta kemampuan dalam memberi “inspiration” and “influence”. Ketiga hal tersebut masih kurang dari deretan essential leadership skills yang saya ketahui selama ini. Saya sangat bersyukur kepada Allah SWT karena walaupun masih banyak kekurangan yang saya miliki, saya masih diberikan kekuatan oleh-Nya untuk menciptakan improvement di IAAS LC Unpad.

Saya perjuangan saya sebagai Local Committee Director di IAAS LC Unpad resmi berakhir, saya menyadari bahwa “panggilan hati” untuk terus mengabdi untuk IAAS belum lah berakhir….. *more to be continued on the next post….*

*lanjutan kisahnya akan dipost di sitinisrinahasna.wordpress.com (saat ini saya belum bisa posting apapun karna terkendala karena lupa password & back up email. Setelah saya mendapat akses kembali, akan saya post kedua tulisannya + foto yang relevan secara langsung*


***


Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044
SHARE