Deklarasi Siswa SMA, Wujudkan Indonesia Berdaya

0
533

Berdasarkan realita banyaknya angka kemiskinan di Indonesia sudah tidak dapat di pungkiri lagi. Bahkan orang-orang miskin dapat dengan mudah ditemui di jalanan. Kesenjangan pun telah terlihat dengan jelas. Adakah solusi untuk mengatasi hal tersebut?

Lagi-lagi Dompet Dhuafa sebuah lembaga yang tidak hanya menjadi penyalur zakat, namun turut berkontribusi mengatasi permasalahan sosial. Tunas Indonesia merupakan program pelatihan dari Dompet Dhuafa untuk merangkul siswa SMA peduli dengan kondisi saat ini. Seperti halnya pemberian materi pada hari pelatihan pertama, Jumat(10/8), peserta menerima materi kedermawanan sosial. Imron Mawardi, pembicara dalam acara tersebut pun menyampaikan kemirisannya akan kondisi kemiskinan saat ini. “Salah satu solusi untuk menyelesaikan masalah kemiskinan bisa dilakukan dengan menurunkan standarisasi kemiskinan,” tutur Imron seraya tertawa getir.

Menurut Imron, kurangnya kesadaran sosial dari masyarakat Indonesia yang menyebabkan kesenjangan sosial dapat terjadi. Padahal jiwa sosial telah muncul di dalam diri masyarakat Indonesia, maka angka kemiskinan dapat ditekan. “Saking terlihatnya kesenjangan sosial, 14% pengusaha Indonesia menguasai 80% kekayaan Indonesia,” ungkapnya.

Tak hanya Imron yang turut menyampaikan materi tersebut. Romi Ardiansyah juga ikut menjelaskan seputar peranan Domper Dhuafa dalam membantu menekan angka kemiskinan di Indonesia. “Dompet Dhuafa memiliki kekuatan besar dari kedermawanan masyarakat,” terang Direktur Beastudi Indonesia Dompet Dhuafa ini.

Kedermawanan sosial sendiri bukan berarti harus memberi sesuatu dalam bentuk materi. Bantuan tenaga atau hanya sekedar berkontribusi untuk menjalankan kegiatan sosial merupakan bagian dari kedermawanan.

Tiga cara jitu untuk menanamkan jiwa kedermawanan sosial dikemukakan oleh Romi. Salah satunya yaitu dengan membuka jiwa dan batin agar lebih peka. “Kepekaan itu harus dibangun mulai dari sekarang,” komentar Romi.

Hal lain yang dijelaskan yaitu dengan melihat kondisi realitas yang ada. Pasalnya banyak hal kecil tidak disadari, yang sebenarnya berpotensi untuk membantu mengurangi permasalahn kemiskinan sehingga jiwa kedermawanan bisa terbentuk. “Bila kita tidak disibukkan dengan hal besar, maka kita akan disibukkan dengan hal kecil,” imbuhnya.

Selanjutnya yaitu perlunya visi hidup yang jelas. Visi tersebut diperlukan agar pemikiran untuk menumbuhkan kedermawanan sosial bisa tertanam dan dijalankan dengan konsisten.

Walaupun materi yang disampaikan dilakukan setelah sholat tarawih, rasa kantuk tidak tampak diwajah peserta. Antusiasme peserta ditunjukkan dengan bnyaknya pertanyaan yang bergulir dari peserta tentang cara menumbuhkan jiwa kedermawanan sosial. Diakhir acara peserta yang mayoritas kelas 11 SMA itu menandatangani deklarasi Tunas Indonesia yang berbunyi Generasi Peduli untuk Indonesia Berdaya. (sha)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY