Dengan Etos: Mengukir Prestasi, Menjelajah Negeri

615

Oleh: Muhamad Soleh

Bangkok, Thailand

Pesawat garuda dengan nomor flight GA 972384 bersiap landing di bandara Suvarnabhumi, Bangkok. Pemandangan mata dimanjakan oleh berbagai maskapai penerbangan dari berbagai negara yang sedang singgah di ibu kota Thailand. “Alhamdulillah”. Lirihku dalam hati, akhirnya perjalanan 3 jam ini sampai juga, walaupun di penghujung perjalanan mendekati Bangkok kondisi cuaca sangat buruk dan pesawat pun mengalami goncangan turbulen yang membuat hatikudag dig dug.

Setibanya di bandara, aku melihat keadaan di sekitar, menerka apa gerangan yang sedang terjadi, dan mulai menyadarkan diri sendiri bahwa ini semua nyata. Ini benar-benar terjadi dan bukan lagi sekedar mimpi. Bandara ini terlihat begitu besar dan megah. Sejenak aku merasa kagum dengan negara ini. Sejurus kemudian mata aku langsung menangkap kalimat yang bertuliskan: Welcome to Thailand.“Subhanallah Wal Hamdulillah. Segala puji bagi Allah yang telah mewujudkan mimpi aku”

***

Masa SMA, Setelah Kesulitan Ada Kemudahan

Dalam hidup, setiap orang pasti pernah merasakan kesedihan yang teramat sangat. Suatu titik dimana ia merasa sudah tidak lagi memiliki harapan dan tujuan. Seiring silih bergantinya musibah yang datang menghadang. terkadang membuat hati terasa berat untuk menerima ujian hidup yang sedang dijalani. Padahal sudah jelas dalam kitab-Nya. Allah tidak akan menguji hambanya melebihi kemampuan seorang hamba tersebut untuk mengatasinya.

Yakin dan percaya pada Allah menjadi kunci untuk mampu mengatasi setiap persoalan. Kala itu, aku sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa. Di penghujung masa pendidikan SMA. Di saat itulah ayah aku tercinta menghembuskan nafas terakhirnya. Meninggalkan ibu dan adik aku yang baru berumur dua tahun. Bayang-bayang masa suram dan kelam bagi keluarga kecilku sudah terbayang di kepalaku kala itu. Bagaimana ibu dan adik aku dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari, sedangkan aku tinggal di sebuah sekolah asrama yang sudah terjamin fasilitasnya. Ya, alhamdulillah berkat prestasi aku ketika di SMP, akhirnya aku bisa mengenyam pendidikan di sekolah unggulan di kota kecil tempat aku tinggal. Semua biaya sudah ditanggung seratus persen oleh pemerintah provinsi. Bahkan kami juga sempat menerima uang saku dari sekolah juga asrama. Allah tak pernah ingkar janji, setelah kesulitan pasti akan kita temui kemudahan.

***

Gelapnya malam sudah mulai menyelimuti langit Thailand, matahari kembali keperaduannya, berganti menjadi rembulan yang tersenyum menghiasi indahnya malam. Bintang-bintang bertaburan di langit malam. Setelah melaksanakan ibadah shalat maghrib dan isya, akhirnya Bus yang dinanti datang juga, aku dan tim marching band madah bahana UI segera bergegas menuju kota Ubon Ratchathani. Kota yang terletak 650 km dari kota Bangkok.Temaram lampu jalanan menjadi saksi perjalanan kami kala itu.Setelah menempuh perjalanan selama sepuluh jam akhirnya kami tiba di tempat tujuan.Pagi itu, mata sayup-sayup mulai terbuka. “And Hey This is Ubon Ratchathani”.

Ubon Ratchathani adalah salah satu provinsi yang terletak di bagian utara-timur dari Thailand. Ubon merupakan Kota paling timur diantara kota yang lain, provinsi tetangga yang berdekatan dengan ubon adalah Sisaket, Yasothon dan Amnat Charoen. Bagian utara dan timur ubon ratchathani dibatasi dengan dua kota cantik dari negara tetangga Laos, yaitu Salavan dan Champasak. Sedangkan di bagian selatan dibatasi oleh kota Preah Vihear, sebuah kota menawan dari negara Kamboja.

***

Pandeglang, Banten

Angin pagi berhembus segar di seantero kota. Semburat matahari membakar semangat kami pagi ini. SMA Unggulan yang baru saja berdiri akhirnya akan mencetuskan alumni perdananya. Setelah tiga tahun lamanya menjalani proses pendidikan boarding school. Pagi itu kami dinyatakan lulus seratus persen dengan nilai yang memuaskan. Sebagaian dari kami bahkan sudah di terima di PTN ternama di negara ini.

Sedangkan aku sendiri sudah terdaftar sebagai calon mahasiswa baru Universitas terbaik di kota kecilku. Berkat ketulusan dan kebaikan hati seorang guru biologi. Aku diberi bantuan dana untuk mendaftar PMDK di universitas tersebut. Sebuah jalur masuk universitas tanpa tes. Dan alhamdulillah aku diterima di jurusan teknik mesin. Betapa bahagianya hati kala itu. kebahagian itu tampak pula di raut wajah ibuku. Namun dalam hati ibu, aku aku tahu ada kegelisahan yang melanda. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja ketar ketir.Ibu bahkan harus mencari bantuan sana sini. Apalagi untuk biaya kuliah. Jangankan biaya kuliah. Biaya daftar ulang saja aku tidak punya.

***

Perjalanan ke kota Ubon dari Bangkok melalui jalan raya Saraburi melewati jalan Nakhon Ratchasima kemudian berlabuh ke Ubon Ratchathani melalui Buri Ram, Surin dan Si Sa Ket.Di kota perbatasan ini nasionalisme terhadap negara Thailand sangat kuat sekali, hal ini terlihat dari banyaknya bendera Thailand yang bertebaran hampir di setiap ruas jalan kota Ubon. Apalagi di tempat-tempat penting seperti tempat dinas pemerintahan, kampus atau sekolah, rumah sakit, kuil, sampai di rumah-rumah penduduk pun beberapa dari mereka dengan bangganya memasang bendera Thailand di halaman rumah mereka.

Hotel Pathumrat sudah mulai menampakkan dirinya. Di hotel inilah kami akan tinggal. Hotel ini seperti layaknya hotel berbintang yang bertebaran di Ibu kota Jakarta. Khususnya bagi yang beragama Islam, disediakan tempat makan yang sudah mendapatkan lisensi halal. Aroma makanan khas Thailand pun mulai memasuki indra pembau kami pada jarak 30 cm dari ruang makan. Dan terlihat beberapa menu makanan yang mulai menggoyang lidah, memancing air liur untuk segera mencicipinya.

***

Mimpi mengenyam pendidikan setinggi-tingginya bagi insan yang haus ilmu tentu menjadi pemicu semangat yang besar untuk lebih maju. Bagi seorang yang ditakdirkan serba kekurangan, tentu hal itu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Namun, menjadi seorang yang hidup berkecukupan bukanlah takdir, melainkan sebuah pilihan yang harus di tentukan sendiri. “Dimana ada kemauan di situ ada jalan.” Pepatah bijak tersebut berhasil meneguhkan hatiku yang sudah remuk lantaran tidak bisa membayar registrasi masuk universitas. Ditambah lagi, aku merasa dengan tinggal di rumah justru menambah beban bagi ibu yang menanggung biaya sehari-hari.

Bermodalkan ijazah SMA dan uang seratus ribu pemberian ibu. Aku memutuskan untuk memasukan berkas lamaran kerja. Mencari kerja ternyata tidak semudah mencari tempat kuliah. Sudah beberapa lamaran kerja yang aku masukkan. Hasilnya ternyata nihil. Belum ada satupun panggilan yang aku terima. Sampai akhirnya kabar bahagia itupun tiba. Salah seorang rekan SMA-ku menginformasikan bahwa ada beasiswa untuk kuliah di PTN favorit yang tersebar di Indonesia. Pilihanku sudah tertuju pada satu nama universitas. Universitas Indonesia. Sesuai dengan keterangan dari mahasiswa UI yang berasal dari kotaku, UI menerapkan sistem pembayaran yang di sesuaikan dengan penghasilan orang tua. Semangat belajar kian membara. Berkas-berkas persyaratan beasiswa segera di selesaikan. Keyakinan untuk mengikuti ujian masuk PTN semakin tinggi. Dengan penuh semangat aku jalani ikhtiar ini sebaik-baiknya.

***

Thung Sri Muang, Ubon Ratchathani, Thailand.

Belum lengkap rasanya kalo ke kota Ubon namun belum mengunjungi tempat yang satu ini. Ini adalah salah satu tempat yang menarik wisatawan lokal maupun mancanegara untuk berkunjung ke tanah Ubon Ratchathani. Chalerm Prakiat Candle yang terletak di kawasan Thung Sri Muang dijadikan simbol kota Ubon Ratchathani. Makanya tak heran jika kita mendengar istilah “Belum pernah ke Ubon Ratchathani kalo belum mengunjungi kawasan Thus Sri Muang!”

Thung Sri Muang merupakan jantung kota Ubon. Lokasinya terletak di depan city hall. Chalerm Prakiat Candle merupakan hasil seni ukir yang menyerupai bentuk lilin menjulang keatas. Pada lilin tersebut terdapat wajah dewa-dewa agung yang menandakan mayoritas agama kota Ubon, pahatan lilin tersebut seolah-oleh dibawa oleh seekor hewan menyerupai naga yang dikemudikan oleh dua orang dan satu orang penjaga di belakang. Selain itu di bagian depan terdapat seekor hewan yang menyerupai garuda yang sedang merentangkan akupnya yang menambah nilai seni dari pahatan Chalerm Prakiat Candle yang berada di Thung Sri Muang. Pada bulan Juli atau Agustus setiap tahunnya di sini digelar Candle Festival.

“Bermimpilah karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi mu”.

Teringat secarik kalimat yang dituangkan Andrea hirata dalam bukunya yang berjudul “Sang Pemimpi”. Buku yang aku baca ketika SMA. Penuh semangat dan motivasi yang tinggi untuk memperjuangkan cita-cita yang ingin dicapai, walau keterbatasan menghadang. Begitulah pesan moral yang bisa kita ambil dari buku tersebut.

Di hari bahagia ini, matahari kembali bersinar menghangatkan bumi Thailand atas kehendak-Nya, angin sepoisepoi menghantarkan udara sejuk keseluruh pelosok kota Ubon, warga kota Ubon menyambut hari bahagia ini dengan senyuman yang indah dan menawan. Semuanya menyambut hari ini dengan suka cita. Bersorak riang gembira bak hari ini adalah milik kami semua. Hari ini milik seluruh kota Ubon beserta isinya.

***

Hari yang ditunggupun tiba. Dag dig dug bunyi degupan jantung memburuh dalam dada. Hari ini adalah hari pengumuman ujian masuk bersama PTN. Segera pagi itu aku pergi ke warnet. Lokasi warnet agak jauh sehingga harus ditempuh dengan kendaraan umum. Setibanya di warnet, segera kubuka website pengumuman masuk PTN. Beberapa digit nomor pendaftaran ujian masuk PTN kumasukkan. Beberapa detik kemudian…

“Mohon maaf anda belum berhasil”

Jleeeebbb

Perasaan semangat membuncah hilang seketika bak buih di lautan yang tersapu ombak. Berbagai rasa berkecamuk di dalam dada. Inikah rasanya kegagalan. Sungguh sangat menyakitkan. Beberapa kali aku coba memasukan nomor yang sama dan tetap saja hasilnya sama. Berharap ada keajaiban atau ada kesalahan yang aku lakukan pada saat memasukan nomor ujian. Namuan cita-cita kuliah hanyalah tinggal asa yang menggantung tinggi di langit. Sangat tidak mungkin lagi untuk di gapai walau dengan mendaki puncak gunung tertinggi.

Beberapa tahapan seleksi beasiswa telah aku lakukan. Dari mulai pengiriman berkas, sampai tes tulis di Jakarta yang terpaksa harus meminjam uang kepada rekan SMA. Terakhir home visit yang di lakukan oleh seorang mahasiswa UI penerima beasiswa tersebut. Semua itu akan sia-sia belaka karena kini sudah tidak ada jalan lagi bagi aku untuk bisa masuk UI. Persediaan dana bahkan sudah minus. Pinjaman ke kerabat, tetangga terdekat, dan lainnya sudah menumpuk. Harapan itupun kandas di tengah jalan. Diterpa badai besar berupa kegagalan.

***

Malam ini begitu sangat indah. Rembulan bersinar terang di atas sana. Bintang-bintang menjadi saksi keindahan kota Ubon malam itu. Malam ini adalah malam Grand final Thailand International Marching Band Competiton 2012. Semua kontingen yang mengikuti kejuaraan ini kembali memasuki lapangan Ubon Ratchathani Sport School. Tujuh puluh tujuh tim marching band dari lima negara berkumpul di lapangan itu. Lapangan itupun terasa seakan mengecil dari biasanya. Terdengar degup jantung yang menggemparkan seluruh isi stadion. Semuanya tegang. Menantikan hasil pertandingan selama empat hari kemarin. Satu persatu kategori lomba mulai diumumkan, dari mulai individual kontes, konser, sampai akhirnya street parade.Pada tanggal 2 Desember 2012, menjadi momentum berharga dalam hidup aku yang merayakan ulang tahun tepat pada tanggal 2.

“The 2nd place for street parade is Marching Band Madah Bahana University of Indonesia”.

Buliran air mata mulai berjatuhan. Kami semua bangga. Semuanya merasakan keharuan yang mengharu biru di lapangan itu. Aku menatap ke arah lampu tembak yang persis berada di depan. Menengadahkan wajah dan berucap syukur untuk hari ini, juga untuk setiap kepingan hari yang aku lalui. Tiba saatnya pengumuman juara drum battle.

“The 2nd place for drum battle category is Marching Band Madah Bahana University of Indonesia”.

Dan yang terakir, barulah diumumkan juara marching show. Inilah yang paling mendebarkan dalan hati, karena pada cabang lomba inilah aku berpartisipasi mengharumkan nama Bangsa. INDONESIA.

“And the last category is Marching Show Band. Here is the result. The 2nd place for Marching Show Band category is Marching Band Madah Bahana University of Indonesia. INDONESIA”.

“Subhanallah Walhamdulillah Walaquwwata Illa Billah. Maha suci Engkau ya Allah, Terima kasih atas limpahan rahmat dan karunia-Mu, Tiadalah kekuatan melainkan hanya pada-Mu ya Allah,” lirihku dalam hati.

Angka 2 pun menjadi sangat istimewa bagi kami saat itu. Terlebih untuk aku kala itu. Momentum terindah di hari Ulang Tahun yang ke 23. Dari belakang stadion terdengar bunyi kembang api yang merembet menyala membentuk sebuah tulisan “See you again in 2013” semua peserta bersorak riang gembira.

Di susul satu dua pesta kembang api yang menyala berpendar-pendang di langit. Kembang api itupun semakin banyak jumlahnya, membentuk formasi yang indah memayungi stadion dengan jutaan warna yang mengkilat kerlap-kerlip di langit. Pesta kembang api itupun menjadi penutup yang manis di hari ulang tahunku. Ini adalah kado dan anugerah terindah yang diberikan oleh tuhan kepadaku.

***

Hari-hari setelah pengumuman ujian masuk bersama PTN begitu kelabu. Tak tau arah melintang. Tak tau jalan mana yang harus aku lalui. Dalam waktu dekat ini akan di adakan seleksi masuk PTN seluruh Indonesia yang akan dilakukan serentak di berbagai kota di Indonesia. Sudah tidak ada lagi kemungkinan untuk mengikuti ujian tersebut. Masa depan yang kelam selalu membayangi langkah kaki yang gontai.

Tak ada impian, angan, apalagi cita-cita setinggi angkasa yang sempat terukir seperti dulu. Namun, hati ini merasa ikhlas dengan semua keputusan yang telah ditakdirkan-Nya. Disaat usaha yang dilakukan sudah maksimal. Tatkala doa-doa sudah terpilin ke atas arsy Allah Taala. Saat itulah Allah mengabulkan doaku dan memberikan setitik cahaya masa depan.

Melalui sebuah acara yang diadakan di SMA, salah seorang rekan memberikan formulir seleksi masuk PTN se-Indonesia miliknya secara cuma-cuma. Ia telah di terima sebagai mahasiswa Tekhnik Bioproses di UI pada ujian masuk bersama terdahulu. Keingingannya untuk mencoba kembali Seleksi masuk PTN se-Indonesia ia urungkan karena bertabrakan dengan jadwal registrasi ulang calon mahasiswa baru UI. Subhanallah…. Maha Besar Allah. Segala puji bagi-Nya. Tuhan semesta Alam.

Rencana Allah memang selalu berakhir dengan indah pada waktunya. Segala cobaan dalam hidup sejatinya hanya sebagai tolak ukur ketabahan hambanya. Allah selalu memberikan jalan keluar dari sesuatu yang tak pernah di sangkakan oleh hambanya. Sekalipun hambanya sudah mengira hal itu tidak akan pernah mungkin terjadi pada dirinya. Dengan kekuasaannya, Allah mampu menjadikan semuanya menjadi hadiah terindah bagi hambanya yang ikhlas akan keputusan-Nya.

***

Pagi itu, seperti biasa kami sarapan di ruang makan Hotel Pathumrat. Agenda hari ini adalah “One Day Tour TIMBC 2012”. Yeah, semua merasakan kegembiraan yang berpadu menjadi satu. Hari terakhir di kota Ubon pun menjadi sangat istimewa dengan berkunjung ke tempat wisata yang mampu memanjakan mata. Keindahan alam yang berpadu dengan keselarasan suasana hati. Menambah rasa lebih dalam perjalanan one day tour kali ini. Sungguh sebuah kenangan yang sangat berharga. Sebuah momen yang tak akan pernah terlupakan dalam kepingan mozaik perjalanan hidupku.

Tempat pertama yang kami datangi adalah toko souvenir ala Thailand dan Ubon Ratchathani. Toko ini terletak di pinggir jalan kota Ubon Ratchathani. Terdapat miniatur Thung Sri Muang. Sama halnya dengan daerah wisata di Indonesia yang sering di jejali toko Souvenir di pinggir jalan, begitu pula dengan di Ubon Ratchathani ini. Barang yang di jual di sini khusus untuk oleh-oleh yang siap dibagikan kepada sanak saudara atau teman yang berada di Indoneisa. Semuanya memiliki ciri khas ala Thailand dan Ubon Ratchathani:  gantungan kunci, baju daerah, selendang, hiasan dinding, dan lain sebagainya. Semuanya bercorak khas Ubon Ratchathani. Harga di toko ini juga relatif sama seperti di Indoneisa. Untuk gantungan kunci seharga 10 Bath setara dengan 3.500 rupiah.

Tempat wisata kedua yang kami kunjungi adalah Tiger Zoo Ubon Ratchathani. Terletak di sebelah timur kota Ubon Ratchathani dan berdekatan dengan Trakan Phuet Phon. Kebun binatang ini dapat dijangkau dalam waktu kurang lebih satu sampai dua jam dari jantung kota Ubon. Biaya masuk ke dalam kebun binatang ini adalah 30 Bath atau setara dengan 10.000 rupih. Ketika pertama kali memasuki kebun binatang ini kita akan bertemu dengan Harimau berwarna corak oren dan hitam. Dari mulai yang ganas sampai yang penurut. Dari mulai yang ukuran besar sampai kecil ada di kebun binatang ini. ketika memasuki ke dalam kebun binatang ini, kita akan bertemu dengan beraneka ragam hewan yang sangat menarik dan unik untuk di pandang mata.

***

“Selamat Anda Terdaftar sebagai Mahasiswa Fisika Universitas Indonesia”

Betapa gembirnya hati ini tatkala pengumuman menggembirakan itu tiba. Secuil kisah pengorbanan ini ternyata membuahkan hasil yang tidak sia-sia. Akhirnya aku terdaftar sebagai mahasiswa baru Jurusan Fisika Universitas Indonesia. Tidak hanya itu. Kegembiraan pun berlanjut tatkala pengumuman biaya operasional pendidikan yang harus aku bayarkan per-semesternya hanya sebesar dua ratus ribu rupiah sampai aku lulus sebagai Sarjana Sains pada 3 Juli 2013. Sekilas aku memutar memori yang terekam di otak ini sepanjang perjalanan penuh onak dan duri. Sungguh sebuah perjalanan yang penuh hikmah dan pelajaran berharga.

“Selamat Anda Mendapatkan Beastudi Etos, Lembaga Pengembangan Insani, Dompet Dhuafa Republika”

“Subhanallah. Walhamdulillah. Wa laailaaha Illallah”

“Sungguh Nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang kamu dustakan ?”

Sungguh besar nikmat yang telah Allah SWT anugrahkan kepadaku. Ditengah keterbatasan finansial, aku masih diberikan kekuatan untuk mewujudkan semua mimpi dan cita-cita. Aku selalu menanamkan motto yang menjadi pembangkit hidup:

“Hidup dalam keterbatasan finansial bukanlah penghambat pribadi sesorang untuk berprestasi di kancah Nasional bahkan Internasional sekalipun”

Ribuan orang di dunia ini telah berhasil membuktikannya.

Kalau bukan kita yang memulai? lalu siapa lagi yang harus membuktikannya? It`s about dreaming and believing :)

***

Khong Chiam the Mun River menjadi tempat terakhir yang kami kunjungi saat itu. Sungai terbesar yang membatasi wilayah Thailand dengan Laos ini terlihat begitu sangat cantik. Di seberang sungai sana kita bisa melihat pepohonan yang menjadi perbatasan Negara Thailand dan Laos. Sungai ini juga disebut sebagai Maenam Song Si atau Mun Aluvium River. Sungai yang terletak 84 Km dari pusat kota Ubon Ratcathani ini merupakan perpaduan dua warna air dari dua sungai yang berbeda. Air berwarna cokelat berasal dari Sungai Mekong dan air berwarna biru berasal dari Sungai Mun.

Satu per satu tangga mimpi kutapaki: berkuliah di universitas ternama, mengukir prestasi di kancah internasional, menginjakkan kaki di luar negeri, dan lain sebagainya. Semua ini tak mungkin kuraih tanpa kemurahan Allah Swt yang telah menganugerahkan Beastudi Etos dalam hidupku. Etos tak hanya menjadi ‘penyelemat’ dari sisi finansial, tetapi juga banyak membekali diri ini dengan berbagai ilmu dan pengalaman. Sungguh sebuah nikmat yang besar, terima kasih.


***


Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044
SHARE