Drama Istana Jilid II

0
905

Reshuffle merupakan hak prerogratif presiden, dimana pemilihan menteri yang diganti dan penggantinya adalah mutlak keputusan di tangan presiden. Drama istana, beberapa orang mengistilahkan perubahan kabinet ini sebagai drama istana. Banyak yang kecewa dengan penggantian menteri yang dirasa tidak sesuai, sebagai contoh adalah dicopotnya jabatan Anies Baswedan dari Menteri Pendidikan, padahal selama ini pemberitaan di media banyak menunjukkan perubahan baik yang telah dilakukan Pak Anies dalam lingkup Kementerian Pendidikan. Yang tambah membuat publik kecewa adalah adanya kecerobohan memilih WNA menjadi salah satu jajaran menteri baru. Ya Arcandra yang merupakan salah satu lulusan dari perguruan tinggi terkemuka tanah air sudah memiliki kewarganegaraan lain yaitu warga negara Amerika. Publik semakin merasa ada yang salah dengan reshuffle babak dua ini, merasa bahwa perombakan kabinet ini tidak dilakukan dengan serius dan juga dibumbui unsur politik. Benarkah begitu?

Sejak awal kabinet ini berdiri sudah cukup menuai pro kontra dimana menurut sebagian orang pemilihan menteri hasil dari tawar-menawar dengan partai pendukung karena dari total 35 kementerian dalam naungan istana terdapat 14 dari kalangan elit politik pendukung saat masa kampanye, hal inilah yang dinilai sebagai bentuk pengingkaran dari janji selama masa kampanye. Perombakan kabinet pertama pada Agustus 2015 juga ramai dibicarakan, semakin ramai ketika rombakan kali kedua ini. keberadaan Menteri Sekretaris Negara pun ikut diseret dalam masalah ini karena teledor memilih seorang WNA menjadi salah satu menteri baru. Padahal dalam peraturan sudah menjadi kewajiban seorang menteri tidak memiliki kewarganegaraan ganda. Hal inilah yang luput dalam pemeriksaan berkas awal calon menteri.

Namun, meski banyak menuai kekecewaan, pergantian menteri keuangan patut diapreseasi. Dimana saat ini, menteri ekonomi baru kita adalah Bu Sri Mulyani. Beliau pulang kampung. Meninggalkan jabatan pentingnya di World Bank untuk membangun kembali perekonomian tanah airnya. Sri Mulyani menjadi contoh baik bagi anak negeri untuk tidak melupakan bumi pertiwi. Langkah awal beliau saat sudah mulai mendiami kantor kementerian keuangan adalah memangkas APBN. Pemangkasan ini ditujukan untuk mengurangi beban pemerintah dan memberikan kesempatan pada pihak swasta untuk bergabung memperbaiki kondisi bangsa. Langkah pemangkasan ini tentu menjadi penyulut api protes dari banyak kalangan, terutama dari pihak yang merasa dirugikan. Memang kita baru melihat awal dari langkah awal perbaikan dari Ibu Sri Mulyani, alangkah lebih dewasanya jika kita tidak terlalu banyak komentar diawal. Tentunya langkah ini bukan asal main pilih saja, tentunya Ibu Sri Mulyani memiliki banyak pertimbangan dibelakang keputusan tersebut. Keputusan ini adalah sebaik-baik pertimbangan yang telah dipilih secara matang oleh Ibu Sry Mulyani, soal keprefesionalitas jangan diragukan lagi untuk penerima penghargaan 100 wanita berpengaruh di dunia ini. untuk saat ini, mari sama-sama mendukung keputusan perbaikan ekonomi yang telah beliau tempuh. Karena keyakinan beliau dengan kita pun sama yaitu: Indonesia menjadi negara lebih baik lagi.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY