Efisiensi Industri Asuransi Syariah

692

Asuransi syariah saat ini memiliki tingkat kepercayaan yang terus meningkat. Terbukti dengan Amerika Serikat yang mulai tertarik pada model bisnis yang berbasis syariah khususnya asuransi syariah. Dengan dilakukannya pembelian saham asuransi syariah AmLife dan AmTakaful dari Malaysia oleh perusahaan asuransi Amerika, Metlife. (Amerika Serikat Pun Kepincut Asuransi Syariah, 2015). Semakin tingginya tingkat kepercayaan masyarakat dunia terhadap asuransi syariah tersebut, maka pertumbuhan industri asuransi syariah ditargetkan dapat mencapai 35% per tahunnya. (EY, 2014)

Grafik: Pertumbuhan Premi Bruto Asuransi Syariah Berdasarkan Wilayah, Tahun 2009-2014

tabelSumber: Global Takaful Insight 2014

Pada Grafik, terlihat jelas bahwa disetiap tahunnya pertumbuhan premi bruto perusahaan asuransi syariah secara global mengalami pertumbuhan. Untuk pertumbuhan kontribusi bruto dari tahun 2009 hingga 2011 mencapai sekitar 27% sedangkan dari tahun 2012 hingga 2014 tingkat pertumbuhan kontribusi brutonya sekitar 25%. Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menguatkan adanya perkembangan pada sektor asuransi syariah. Yaitu dibuktikan dengan hingga saat ini, aset industri asuransi syariah masih menyumbangkan kenaikan sekitar 29% terhadap total aset industri keuangan non bank pada kuartal I di tahun 2015. (Kusumawardhani, 2015)

Grafik: Pertumbuhan Premi Bruto Asuransi Syariah di Indonesia dari tahun 2011-2014

Sumber : Data Statistik Perasuransian diolah, 2014

Namun dari data statistik perasuransian Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diatas, Pertumbuhan premi bruto  merupakan yang terendah dibandingkan dengan pertumbuhan aset dan investasi. Aset asuransi syariah hingga tahun 2013 mengalami pertumbuhan sebesar 15.65%. Investasi perusahaan asuransi syariah ditahun 2013 tumbuh sebesar 13.32%. Sedangkan pertumbuhan premi bruto hingga tahun 2013 baru mencapai 8%. Dari sisi premi bruto, market share asuransi syariah tahun 2013 baru sebesar 5.6% dibanding total premi asuransi nasional. Sedangkan pertumbuhan premi bruto tahun 2013 pada perusahaan asuransi kovensional mencapai 9,8% (Otoritas Jasa Keuangan, 2014)

Selain ditemukannya data pertumbuhan premi bruto yang melambat pada perusahaan asuransi syariah di Indonesia dibandingkan dengan asuransi konvensional, tingkat efisiensi pengelolaan dana tabarru pun menjadi sorotan. Menurut Karim Consulting Indonesia dalam Islamic Finance Outlook 2015 menyebutkan bahwa kinerja perusahaan asuransi Syariah dalam mengelola dana tabarru di tahun 2013 masih kurang optimal. Hal ini dapat ditunjukkan dengan hanya 6 asuransi jiwa yang meraih surplus di tahun tersebut, sementara pada asuransi umum masih terdapat 7 perusahaan yang mengalami defisit di tahun tersebut. (Karim Consulting Indonesia, 2015)

Teori efisiensi merupakan konsep yang mendasar dan lahir dari teori ekonomi. Meskipun demikian, konsep mengenai efisiensi dapat didefinisikan dari berbagai sudut pandang dan latar belakang. Pada umumnya, efisiensi dapat diarahkan kepada sebuah konsep tentang pencapaian suatu hasil dengan penggunaan sumber daya secara optimal. Efisiensi merupakan salah satu parameter yang digunakan dalam menilai pencapaian kinerja pada suatu perusahaan. Efisiensi menurut Pareto dan Koopmans (1950) adalah efisiensi bila dapat menghasilkan lebih banyak output dengan sejumlah input yang sama atau menurunkan penggunaan input dapat hasilkan output yang sama.  (Rahman, 2012) Pendapat lainnya terkait efisiensi yaitu untuk dapat bersaing setiap organisasi harus dapat meningkatkan efisiensinya. (Mowen, 2001, p. 1009) Secara umum setiap perusahaan pasti bertujuan untuk memaksimalkan laba dan meminimalisasi biaya, ini berarti tingkat efisiensi dalam perusahaan menjadi faktor penting dalam menjalankan aktivitas perusahaan. (Taylor, 2005)

Di dalam Karim (2006) dibahasakan  bahwa “Efficient is doing the things right”, yang berarti bahwa melakukan segala hal dengan cara yang tepat untuk mendapatkan hasil yang optimal. Menurut Necmi K Avkiran, pengertian yang sangat dasar, efisiensi dapat didefinisikan sebagai “doing things the right way”. Namun, definisi yang lebih scientific mengartikan efisiensi sebagai “maximising a desired outcome with given resources”. Definisi efisiensi yang biasa diketahui adalah rasio output terhadap input. Konsep efisiensi diawali dari konsep teori ekonomi mikro, yaitu teori produsen dan teori konsumen, teori produsen menyebutkan bahwa produsen cenderung memaksimumkan keuntungan dan meminimalkan biaya. Sedangkan di sisi lain, teori konsumen menyebutkan bahwa konsumen cenderung memaksimumkan utilitasnya atau tingkat kepuasannya. (Falhanawati, 2013)

Fakta yang terjadi pada asuransi syariah di Indonesia saat ini yang memiliki perlambatan pertumbuhan terutama dari segi premi brutonya. Selain itu, tingkat pertumbuhan premi bruto perusahaan asuransi syariah masih berada dibawah asuransi konvensional pada tahun 2013. Hal ini dapat dimungkinkan karena belum optimalnya efisiensi pengelolaan dana tabarru asuransi syariah di Indonesia. Pada kenyataannya seperti yang disibutkan diatas, untuk dapat bersaing setiap organisasi harus dapat meningkatkan efisiensinya. (Mowen, 2001, p. 1009) Secara umum setiap perusahaan pasti bertujuan untuk memaksimalkan laba dan meminimalisasi biaya, ini berarti tingkat efisiensi dalam perusahaan menjadi faktor penting dalam menjalankan aktivitas perusahaan. (Taylor, 2005) Dengan tingkat efisiensi yang tinggi dalam suatu perusahaan, maka perusahaan tersebut akan mampu tumbuh dan berkembang serta bersaing dengan perusahaan lainnya. Karna memiliki laba yang maksimal atau biaya yang rendah.

Jadi dengan adanya fakta atas kondisi perusahaan asuransi syariah Indonesia saat ini serta teori efisiensi yang telah dipaparkan diatas, menunjukkan bahwa fakta sama dengan teori. Yaitu jika tingkat efisiensi perusahaan masih rendah maka pertumbuhannya akan lambat serta kemampuan bersaingnya juga akan rendah. Sehingga hubungan antara fakta dan teori dalam masalah ini adalah hubungan yang positif.


***


Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044
SHARE