Ekonom Rabbani Bisa!

144

Oleh: Endi Deswanto, Etoser Semarang 2016

Nama saya Endi Deswanto saat ini saya menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro jurusan Akuntansi, walaupun saya bukanlah jurusan Ekonomi Islam tapi saya sangat menyukai Ekonomi Islam sehingga mendorong saya untuk mengikuti Kelompok Studi Ekonomi Islam. Olimpiade Ekonomi Islam yang merupakan salah satu bagian dalam rangkaian acara Temu Ilmiah Nasional (TELMINAS) XVI Fossei 2017 di UIN Sunan Kalijaga.

Berbekal semangat dan tekad untuk bersilaturahmi dengan teman-teman Forum Silaturahmi Ekonomi Islam Se-Indonesia. Saya berangkat dengan tiga rekan saya dengan didampingi oleh President KSEI Undip. Saat SMA saya sudah sering mengikuti lomba tingkat nasional akan tetapi untuk di dunia kampus jujur ini pertama kalinya, sehingga akan menjadi pengalaman yang tidak terlupakan nantinya. Saat perjalanan menuju kota istimewa saya menikmati perjalanan, setelah 3.5 jam di perjalanan kami sampai di Terminal Giwangan dan langsung bertemu dengan LO dan diarahkan menuju mushala bersama Kontingen KSEI lainnya untuk menunaikan salat terlebih dahulu sambil menunggu kendaraan yang menjemput kami ke penginapan. Setelah beberapa lama mobil yang menjemput kami sampai juga lalu kami diantar menuju penginapan. Sampai di sana langsung registrasi dan pembagian kamar setelah techincal meeting dan langsung Istirahat untuk esok hari.

Seminar internasional diadakan di gedung Multipurpose UIN Sunan Kalijaga, di sini lah saya dipertemukan dengan Ekonom Rabbani se-Indonesia dengan memakai almamater dengan warna yang berbeda-beda akan tetapi tetap satu tujuan yaitu membumikan Ekonomi Islam. Pagi itu kami diarahkan menuju ruangan setelah sarapan pagi, untuk mengikuti acara seminar internasional dengan pembicara yang sangat luar biasa dengan tema “Optimalizing Indonesian’s Potential Towards the Word Halal Lifestyle Center”. Para pakar 3 Pilar Perekonomian yaitu Zakat, Infaq, Shadaqah (ZIS) dalam industri Halal dengan zakat dapat membangkitkan ekonomi kerakyatan selain itu pemikiran saya diajak untuk berselancar mengelilingi dunia tentang potensi sumber daya di Indonesia di mata dunia di mana indonesia dijadikan Market Place oleh negara-negara lain. Setelah mengikuti acara seminar yang berlangsung sampai siang hari kami melanjutkan kegiatan dengan mengikuti Lomba Olimpiade Ekonomi Islam dengan menggunakan tiga bahasa yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Arab, dan Bahasa Inggris. Kami mengerjakan sesuai kemampuan kami karena kami juga belum ada yang memahami Bahasa Arab itu sendiri. Saya pun masih semester dua sedangkan yang mengikuti lomba olimpiade ini rata-rata semester enam dan semester empat dan berasal dari universitas Islam. Akan tetapi saya niatkan untuk belajar dan menuntut ilmu. Setelah selesai, malam harinya dilanjutkan dengan Sarasehan Fossei. Pada saat yang bersamaan pula saya bertemu dengan teman lama dari AHM Best Student Asal Jogja setelah empat tahun yang lalu kami dipertemukan di Jakarta dalam Lomba KTI Tingkat Nasional, selain itu saya juga berkenalan dengan teman-teman dari universitas lain seperti Unhas, UI, Tazkia, Sebi, UB, Unpad, UGM, Unsoed, USU, dan lain-lain. yang kebetulan mereka adalah teman sekamar, kami pun banyak berbagi pengalaman luar biasa.

Esok harinya diadakan acara Simposium LKTI yang telah memasuki final, di sini saya banyak belajar dari mereka. Mereka memiliki ide yang tak pernah terduga, dan cara mereka menyampaikan gagasan serta cara mereka menjawab pertanyaan yang diajukan oleh juri dan audien sangat hebat (karena simposium bersifat terbuka dan siapa pun boleh mengajukan pertanyaan ataupun kritikan yang membangun). Selain simposium ada juga Diskusi Nasional, nantinya hasil diskusi ini akan diajukan ke pemangku kebijakan untuk dibuat sebuah kebijakan mengenai jaminan sertifikasi Halal bagi Konsumen (UU No 33 Tahun 2014), Diskusi Nasional ini terbagi menjadi lima komisi, masing-masing komisi mempunyai bahasan yang berbeda seperti Komisi 1 membahas Halal Food sedangkan saya tergabung dalam Komisi 4 yang membahas Fashion dan Kosmetik Halal di Indonesia. Beberapa kali saya ikut menyampaikan hasil pemikiran saya mengenai Fashion dan Kosmetik Halal karena perlu adanya sertifikasi sebagai jaminan atas produk Halal bagi konsumen di Indonesia. Dari sini saya belajar bahwa duduk di kursi pemerintahan tidaklah mudah (khususnya DPR) di mana kita harus memikirkan kepentingan banyak orang bukan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Lagi-lagi banyak sekali pengalaman serta ide-ide yang membuka pemikiran saya mengenai potensi Indonesia sebagai Halal Toward Center di mata dunia semakin terbuka lebar. Terakhir saat sebelum pulang saya dan teman-teman diajak ke Bantul Yogyakarta tepatnya di Ingkung Kuali di sana kami lebih memererat lagi silaturahami satu dengan yang lainnya, saya mempunyai inisiatif untuk menjaga ukhuwah agar tetap terjalin dengan membuat Grup Temilnas Fossei XVI 2017. Semoga kami dapat dipertemukan kembali dengan pejuang Ekonom Rabbani di tanah air. Terima kasih Beastudi Etos dan Dompet Dhuafa Pendidikan. Salam Ekonom Muda! Allahu Akbar!


***


Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044
SHARE