Etos Sukses Gelar FAS 8 Se-Bogor Raya

0
258

Oleh: Irfan Syauqi.

BOGOR- Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) yang tergabung dalam komunitas penerima manfaat Beastudi Etos Dompet Dhuafa menggelar Festival Anak Shaleh (FAS). Festival ini merupakan agenda tahunan yang menjadi ajang silaturahmi terbesar bagi anak usia RA/TK/PAUD/SD/MI se-Bogor Raya.  Diselenggarakan sejak 10 tahun silam FAS Bogor menjadi ajang bergensi yang sangat ditunggu anak-anak dan Guru.

Di tahun 2017 FAS dilaksanakan untuk kedelapan kalinya sehingga syi’ar lomba ini dinamai FAS 8 atau Festival Anak Shaleh 8. FAS 8 berhasil mengumpulkan masa lebih dari seribu pasang mata dengan peserta lomba berjumlah 650an siswa. Seluruh peserta cukup antusias dalam berkompetensi. Hal ini dapat dilihat oleh presentasi peserta sebagian banyak masih bertahan hingga acara selesai di sore hari.

FAS 8 memperebutkan piala bergilir Walikota Bogor, Piala Tetap Kemenag Kabupaten Bogor, Piala Tetap Manajemen Wilayah Beastudi Etos Bogor, dan tentunya memerebutkan Piala Festival Anak Shaleh 8. Terdapat dua belas cabang lomba dalam kompetisi antar anak se-Bogor Raya ini yakni lomba mewarnai, menggambar, kaligrafi, Cerdas Cermat Islam (CCI), story telling, m-tartil, puisi, adzan, busana muslim, hifdzil, da’i cilik, dan Duta FAS 8.

Hal yang melatarbelakangi FAS 8 adalah optimisme panitia terhadap potensi anak-anak yang perlu dikembangkan sejak dini. Namun potensi tersebut perlu diberi rangsangan, bimbingan, bantuan, dan perlakuan yang sesuai agar dapat muncul dan berkembang secara optimal. sehingga untuk mewadahinya tergagaslah FAS 8. Selain itu secara luas panitia melalui FAS berusaha untuk meluruskan trend setter anak-anak muslim Bogor. Dari yang awalnya mulai terpengaruh informasi kurang mendidik menjadi anak-anak muslim Bogor yang lebih berafiliasi dengan Islam, bersungguh-sungguh dalam belajar, bangga menjadi anak shaleh serta berbakti pada orangtua.

Syi’arnya anak shaleh Bogor 2017 dimulai dengan upacara pembukaan. Menurut Asep Saepulloh Sajali selaku ketua panitia menyampaikan bahwa Festival Anak Shaleh 8 merupakan acara yang digagas untuk menyambungkan tali silaturahmi antar anak-anak shaleh se-Bogor Raya, sehingga harapanya pikiran anak-anak akan lebih terbuka dan terinspirasi untuk lebih semangat lagi dalam belajar. “Menshalehkan anak cerdas, mencerdaskan anak shaleh, itulah tema FAS 8,” ucapnya.

Selanjutnya dari Manajemen Beastudi Etos Pusat yang diwakili oleh Ahmad Sobari merasa bangga kepada panitia pada khususnya dan umumnya untuk semua pihak yang mensukseskan acara FAS 8. Ahmad Sobari mengapresiasi dan berterima kasih melalui FAS 8 syi’ar silaturahmi terbesar anak-anak shaleh se-Bogor raya kembali bangkit. “Jujur, dengan support dana yang minim namun acara masih bisa berjalan meriah, ungkapnya.

Adapun dari pihak pemerintahan hadir  H. Uju Suyono, S.H, M.Si. selaku Kepala Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan yang di tugaskan oleh Walikota Bogor untuk menggantikanya karena dalam waktu yang bersamaan beliau berhalangan hadir. Beliau memberikan Apresiasi untuk panitia dan peserta yang telah antusias melakukan aktivitas positif ini. Dalam sambutannya beliau menyampaikan

“Kami mengapresiasi Festival Anak Shaleh 8 dengan baik. FAS 8 merupakan festival yang memiliki nilai yang penting untuk memberikan motivasi belajar bagi anak-anak dan menyiapkan generasi emas di Bogor, khususnya dalam bidang keislaman. Selain itu, acara FAS 8 diselenggarakan pada momen yang tepat yakni menjelang bulan Ramadan. Sehingga esensi festival yang meriah ini lebih mengena,Sambut H. Uju

Sambutan H. Uju memang sudah sangat tepat. Diketahui bersama bahwa anak-anak shaleh adalah dambaan bagi setiap orangtua. Sehingga dengan adanya FAS syi’ar anak shaleh dapat menjadi branding atau kebanggaan bagi peserta FAS 8 yang sedang berlomba-lomba dalam kebaikan. Terlebih acara ini diadakan secara rutin pertahunnya.

Setelah upacara pembukaan selesai seluruh peserta dimobilisasi menuju tempat lombanya masing-masing. Sekitar pukul 10.00 WIB lomba dimulai secara serempak. Dari 12 cabang lomba ada 1 lomba yang membedakan FAS 8 dengan acara FAS sebelumnya yaitu, Lomba Duta Anak Shaleh Bogor. Lomba Duta FAS terdapat 5 aspek yang dinilai dari setiap peserta yang mengikutinya. Mulai dari aspek pengetahuan umum, pengetahuan agama, akhlak, dan talent serta prestasi yang telah diraih.

Baru 2

Terpilih ananda Alandra Rafi Farisi SDN Gunung Batu 2 sebagai duta FAS 8 ikhwan dan Raihana Nur Afifah SD IT AT-Taufiq sebagai duta FAS 8 akhwat. Keduanya memiliki kemampuan yang sangat potensial dan menginspirasi anak-anak yang hadir saat itu. Menurut Laili orangtua saat kami wawancara menyampaikan apresiasi kepada panitia “Duta FAS menurut saya lomba yang unik karena melombakan berbagai kemampuan anak kedalam sebuah satu buah lomba, sehingga kedepanya anak akan lebih terinspirasi untuk lebih semangat belajar dan menambah kemampuannya di segala hal, ujarnya.

Selain itu, kepala kantor Kementrian Agama Kabupaten Bogor juga turut andil dalam FAS 8 dengan cara memberikan apresiasi berupa Piala Tetap Kementrian Agama Kabupaten Bogor, kali ini berhasil diraih MI Al-Manaf sebagai peserta paling antusias dengan jumlah kontingen yang dikirim mencapai lebih dari 90 anak.

Yang dinanti-nanti akhirnya tiba yaitu pengumuman peraih Piala Bergilir Walikota Bogor. Semua kontingen terlihat tegang di detik-detik pengumuman, akhirnya Piala Bergilir Walikota Bogor berhasil diraih oleh MI Muhammadiyah Leuwiliang. MI Muhammadiyah Leuwiliang merupakan sekolah yang berhasil mengumpulkan piala terbanyak dari 12 cabang lomba Festival Anak Shaleh 8. Kosasih selaku kepala sekolah MIM Leuwiliang yang turut hadir dalam FAS 8 menyampaikan,

“Acara ini merupakan ajang yang terbaik untuk mempersiapkan generasi muda, anak-anak sebagai generasi qur’ani, generasi Islami, untuk kemajuan khususnya adalah untuk kemajuan agama, bangsa dan Negara,ujarnya ketika diwawancara.

Selain itu, Kosasih sangat faham betul dengan esensi lomba ini yang tak lain sebagai ajang silaturahmi dan meningkatkan syi’ar semangat belajar siswa khususnya di keagamaan sehingga suhu pendidikan di Bogor menjadi lebih islami dan potensi anak-anak dapat terlihat, berkembang, dan terwadahi. tambahnya. Beliau juga berkomitmen mengajak seluruh civitas akademika SD/MI khususnya KKM (Kelompok Kerja Madrasah) untuk mengikuti Syi’ar anak shaleh ini tahun depan yaitu di FAS 9. “Mari kita semuanya bergabung, masalah juara itu bukan menjadi tujuan, yang penting adalah menunjukan yang terbaik, bersaudara. syukur-syukur dapat juara. Namun janganlah juara dijadikan tujuan semata” lengkapnya Kosasih menutup pembicaraan.

Keluarga besar Beastudi Etos Bogor selaku penyelenggara dengan komitmennya menyatakan bahwa FAS merupakan Festival yang akan tetap dijaga sebagai bentuk pengabdian Beastudi Etos Bogor terhadap masyarakat Bogor sehingga dapat menjaga syi’ar Islam tergaungkan ditengah era pengaruh informasi yang semakin menggila. Akhirnya, Jazakumullah khairan katsir dan BARAKALLAH kepada semua pihak yang telah mensukseskan FAS 8. Sampai jumpa di Festival Anak Shaleh 9 2018. Nantikan keseruan dan kemeriahnya.

Melalui FAS 8 Keluarga besar Beastudi Etos Bogor mengucapkan “Taqabalallahu minna wa minkum shiyamana wa shiyamakum… MARHABAN YA RAMADAN”

BAGIKAN

LEAVE A REPLY