Etoser Ikuti Gebyar Mahasiswa Bidikmisi Indonesia (GEMBIRA) 2017 di Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) Medan

0
561

Oleh: Mahsyar Taufik, Rindi Anisa , dan Azhari.

Indonesia diprediksi akan mengalami bonus demografi pada tahun 2035 mendatang. Bonus demografi merupakan kondisi di mana angka usia produktif lebih besar dibanding usia tidak produktif. Hal ini akan menjadi investasi terbesar bagi Indonesia apabila dapat terkelola dengan baik, begitu juga sebaliknya akan menjadi bencana apabila diabaikan. Proses menuju target terbesar tersebut membutuhkan waktu lama. Indonesia akan menjadi negara berkemajuan apabila sumberdaya manusianya berkualitas terutama generasi pemudanya. Peran pemuda Indonesia sangat penting untuk kemajuan bangsa. Sebagai mutiara yang terpendam, tidak selamanya potensi mereka juga terpendam. Indonesia butuh pemuda-pemudi yang kompetitif, kreatif, inovatif dalam bersaing dengan negara lain. Banyak cara untuk menempuh jalan menuju bangsa yang berkemajuan, salah satunya mengelola potensi pemuda-pemudi Indonesia dalam sebuah ajang kompetensi terkhusus untuk mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi. Acara Gebyar Mahasiswa Bidikmisi Indonesia 2017 ini menjadi sarana penerima Bidikmisi untuk mengelola potensinya dalam bidang yang mereka kuasai.

IMG20170421181133Adapun tujuan diadakannya kegiatan Gebyar Mahasiswa Bidikmisi Indonesia 2017 (GEMBI1RA 2017) antara lain mempererat tali silaturahmi antar mahasiswa Bidikmisi seluruh Indonesia, meningkatkan prestasi mahasiswa Bidikmisi Nasional, dan memediasi kontribusi mahasiswa bidikmisi dalam bentuk karya tulis Ilmiah yang bertemakan Optimalisasi Pendidikan yang Berkarakter dan Berbudaya untuk Menghadapi Bonus Demografi dalam Menyongsong Bahasa Indonesia Menjadi Bahasa Internasional 2045”.

Kegiatan hari pertama dilaksanakan pada 18 April 2017, kami tiba di Bandara Kulonamu, Medan, pukul 14.30 WIB. Kemudian, peserta digiring menuju asrama Universitas Sumatera Utara (USU) menggunakan bus yang telah disediakan oleh panitia. Perjalanan memakan waktu dua jam, kami sampai di asrama pukul 16.30 WIB dan dilanjutkan dengan check in asrama. Tiap kamar dihuni tiga sampai empat orang. Sebelum pukul 18.00 WIB panitia memberitahu bahwa peserta diminta untuk persiapan keberangkatan menuju UNPAB untuk mengikuti acara Welcome Party penyambutan peserta lomba. Acara dimulai pukul 19.45 WIB usai Salat Isya sampai pukul 22.00 WIB, acara dibuka oleh Rektor UNPAB. Di akhir acara peserta diperbolehkan mencicipi makanan khas daerah yang telah dikumpulkan dari para peserta lomba, kemudian dilanjutkan dengan Technical Meeting yang membahas tentang sistem perlombaan hingga pukul 23.00 WIB.

Lampiran 3_Ruang LombaDi hari kedua, seperti biasa kami diantar menuju UNPAB untuk menyaksikan seminar khusus yang bertajuk “Lebih Dekat Bersama Bidikmisi”, dengan pembicara Prof. Muhammad Nuh, DEA, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 2009-2014. Seminar dimulai pukul 08.00 hingga 12.20 WIB dan dilanjutkan foto bersama dengan Pak Nuh. Pukul 13.00 WIB, lomba dimulai dengan tepuk tangan antusias dari peserta setelah dibuka oleh pembawa acara, perlombaan berisi kegiatan presentasi hasil ide dari tiap-tiap delegasi berbagai universitas sesuai dengan nomor urut masing-masing. Presentasi berlangsung semarak, setiap peserta membawakan presentasi dengan sangat baik.

Di hari ketiga, kami mengikuti seminar besar yang mengundang pembicara keren dan hebat, hingga kami dibuat takjub karenanya. Namun sebelum seminar dimulai kami diajak berkeliling UNPAB untuk memperkenalkan UNPAB lebih dekat. Sekitar pukul 09.00 WIB, peserta diarahkan menuju Ruang Seminar untuk mengikuti seminar nasional bertemakan “Peran Mahasiswa Bidikmisi Untuk Mewujudkan Bahasa Indonesia Menjadi Bahasa Internasional Dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045”. Setelah seminar usai pengumuman lomba akhirnya diumumkan dan sangat menegangkantelah pembacaan juara lomba selesai, acara ditutup dengan Pesta Durian.

Lampiran 2_Trip Danau TobaHari keempat, panitia memberitahukan bahwa acara hari ini adalah kunjungan wisata ke Danau Toba, Sumatera Utara. Peserta dianjurkan bersiap-siap pukul 02.00 WIB dini hari, karena keberangkatan bus pukul 04.00 WIB. Perjalanan menuju tempat wisata membutuhkan waktu cukup lama sekitar 6 jam untuk perjalanan normal. Sedangkan realitanya, karena sebuah musibah longsor yang terjadi malam sebelumnya, membuat bus harus memutar arah yang menyebabkan perjalanan semakin lama hingga 10 jam. Peserta sudah mulai kecewa, namun penantian mereka terbayar ketika sudah sampai di Danau Toba. Disana, kami foto bersama dan naik perahu bersama keliling Danau Toba, menikmati keindahan alamnya sampai pukul 18.00 WIB. Perjalanan dilanjutkan menuju tempat peristirahatan untuk melaksanakan shalat. Kemudian ke tempat oleh-oleh bagi peserta yang ingin membeli dan membawa oleh-oleh untuk keluarga serta kerabat mereka. Sampai di asrama cukup larut malam yakni pukul 01.00 WIB.

Hari kelima, peserta check out asrama tergantung jadwal kepulangan tiap universitas. Jadwal take off pesawat kami pukul 12.20 WIB sehingga pukul 08.00 WIB, kami harus sudah siap berada di bus untuk keberangkatan menuju Bandara Kulonamu, Sumatera Utara. Terima kasih Medan untuk pengalamannya.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY