EURO, EUforia ROmadhon 2016

431

Bulan Juni di tahun genap adalah bulan yang dinantikan oleh para penggemar sepakbola. Jika tahun genap tersebut habis dibagi empat seperti tahun 2016 ini, akan ada gelaran Piala Eropa yang biasa dikenal dengan Euro. Jika tahun genap tersebut tidak habis dibagi empat seperti tahun 2014 kemarin maka akan ada pesta bola yang lebih besar, yaitu piala dunia. Kompetisi sepakbola internasional memang biasa dilangsungkan di bulan Juni – Juli setelah kompetisi lokal/ nasional umumnya selesai. Tahun 2016 ini bahkan lebih spesial karena ada penyelenggaraan Copa America Centenario di waktu yang hampir bersamaan. Copa America Centenario adalah edisi khusus memperingati 100 tahun penyelenggaraan Copa America yang gelaran terakhirnya baru saja selesai medio 2015 lalu.

Bulan Juni tahun ini juga merupakan bulan yang dinantikan umat Islam karena bertepatan dengan masuknya bulan istimewa, yaitu Ramadhan. Ramadhan adalah satu-satunya nama bulan yang disebut secara eksplisit dalam Al Qur’an, di dalamnya diturunkan Al Qur’an dan umat Islam diwajibkan berpuasa selama sebulan penuh. Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan dimana pahala kebaikan dilipatgandakan, pintu langit dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Jika 1 Ramadhan 1437 Hijriah jatuh pada tanggal 6 Juni 2016 dan akan berakhir di tanggal 5 Juli 2016 (atau 4 Juli 2016 jika Ramadhan hanya 29 hari), Copa America Centenario berlangsung 4 – 27 Juni 2016 waktu Indonesia, sementara Piala Eropa akan dilangsungkan pada 11 Juni – 11 Juli 2016 waktu Indonesia. Piala Eropa akan disiarkan langsung dari malam hingga dini hari sementara Copa America Centenario disiarkan dari dini hari hingga menjelang siang.

Sepakbola dan Ramadhan mudah saja dibenturkan. Bukan hanya jadwal siaran sepakbola yang bentrok dengan jadwal tarawih, tadarusan, shalat malam, keberkahan waktu sahur, hingga waktu shubuh dan dhuha. Namun secara konten pun menonton sepakbola sulit dikategorikan sebagai ibadah. Jika bermain sepakbola masih ada unsur tarbiyah jasadiyah yang menyehatkan selama masih dalam koridor syar’i, menonton sepakbola lebih kental nuansa membuang waktu, jauh sekali dibandingkan dengan berbagai keutamaan ibadah yang bisa dilakukan di bulan Ramadhan. Tidak perlu terburu-buru menghakimi menonton sepakbola sebagai suatu aktivitas yang makruh atau bahkan haram. Namun umat Islam memang perlu waspada akan kesia-siaan perkataan dan perbuatan, terutama di bulan Ramadhan ini.

Kompetisi sepakbola memang pada akhirnya banyak menjadi ujian Ramadhan dibandingkan sebagai factor pndukung. Namun alih-alih menghakimi para penggemar sepakbola, ada baiknya kita mengambil ibrah dari fenomena sepakbola. Setidaknya ada satu kesamaan antara Ramadhan dengan kompetisi sepakbola, keduanya disambut dengan euforia. Dalam KBBI, euforia didefinisikan sebagai perasaan nyaman atau perasaan gembira yang berlebihan. Dan segala sesuatu yang berlebihan biasanya berkonotasi negatif. Euforia sepakbola membuat penggemarnya rela bangun malam atau bahkan tidak tidur demi menonton pertandingan. Malah ada yang rela menempuh jarak sangat jauh hanya demi menonton sepakbola. Euforia terhadap suatu klub bisa membuat seseorang berkata dan bersikap tidak sepantasnya untuk membela klubnya, bahkan bisa jadi tawuran antar supporter.

Ramadhan, sebagai bulan yang dinanti banyak orang, sangat mungkin mendatangkan euforia, dengan atau tanpa disadari. Lihat saja betapa ramainya tempat ibadah di hari pertama penyelenggaraan shalat tarawih. Euforia Ramadhan. Lihat juga betapa banyaknya makanan tersaji –dan akhirnya terbuang—ketika berbuka. Euforia Ramadhan. Tidak sedikit juga orang yang mendadak jadi islami, bukan karena hidayah tetapi hanya sebagai penyesuaian menyambut euforia Ramadhan. Dan yang namanya berlebihan biasanya tidak baik, terlalu cinta pun bisa berbuah bosan dan benci. Ternyata tidak banyak mereka yang mampu menjaga semangat Ramadhannya sepanjang dan selepas Ramadhan.

Euforia Ramadhan tidak hanya terkait dengan semangat menyambut datangnya Ramadhan, tetapi akan kembali diuji ketika akan datang hari Idul Fitri. Alih-alih memperbanyak ibadah, banyak orang yang malah sibuk dengan berbagai persiapan lebaran, termasuk sibuk menghabiskan uang THR yang baru saja diterimanya. Kegembiraan yang berlebihan memang kerap abai terhadap esensi. Padahal siapapun juara Copa America dan Euro tidak ada pengaruhnya terhadap kita yang ikut-ikutan gembira. Akhirnya, Ramadhan berlalu, kegembiraan kita seketika berubah kesedihan karena ternyata kita terlalu larut dalam kegembiraan sehingga lalai terhadap berbagai keutamaan Ramadhan yang mastinya bisa diraih. Atau mungkin euforia Ramadhan berganti dengan euforia lebaran, dan kemudian hampa. Karena ternyata Ramadhan tidak ada bedanya dengan bulan-bulan lain.

Sepakbola mengajarkan kita untuk banyak berlatih sebelum bertanding. Mengajarkan kita untuk memilih formasi dan strategi yang tepat. Bahwa kemenangan bukan ditentukan dengan tidak kebobolan, namun juga harus membobol gawang lawan sebanyak mungkin. Bahwa tidak boleh lengah dan bersantai-santai, semangat harus terus terjaga sepanjang pertandingan. Masa-masa akhir jelang pertandingan berakhir adalah saat krusial. Lebih baik bersusah payah menahan lelah dan menunda perayaan kemenangan di saat-saat itu, dari pada kemenangan yang sudah di depan mata buyar karena inkonsistensi, gagal fokus dan euforia. Ya, mumpung Ramadhan belum lama dimulai, kita masih bisa menguatkan persiapan, menetapkan target dan strategi, serta menjaga semangat dan keikhlashan dalam menjalani ibadah di bulan Ramadhan. Kita tunda euforia kita, sampai nanti ketika kita sudah masuk ke Surga-Nya. Aamiiin…

“Hindarkan kesiaan kata dan perbuatan. Tinggikan hari dengan kesibukan Rabbani. Janganlah sampai keluar dengan tangan hampa. Tiada hasil kecuali lapar dahaga. Ingatkan diri Sang Junjungan di bulan Rahmah. Tegakkan malam bertabur dzikir dan tilawah. Cerah hari hari bercahayakan, indah menyinar ketakwaan…” (‘Ramadhan’, Izzatul Islam)


***


Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044
SHARE