Full Day School Bukan Solusi Utama Perbaikan Pendidikan

754

Bogor, 9/8/2016 – Sudah menjadi tradisi pemerintah bahwa pergantian pejabat maka terjadilah pergantian kebijakan. Belum genap satu bulan Prof. Muhajir memimpin nahkoda Kemendikbud menggantikan Anies Baswedan, beliau sudah mengeluarkan pernyataan yang kontroversial yaitu mengenai sekolah fullday.

Wacana dari Mendikbud ini menimbulkan tanggapan beragam, salah satunya dari General Manajer Sekolah SMART Ekselensia Indonesia Dompet Dhuafa Syafi’ie el Bantanie. Syafi’ie menyatakan bahwa perbaikan kualitas pendidikan bukan hanya tentang full day school atau half day school, melainkan juga peningkatan kualitas guru dan perbaikan kurikulum. Dan, yang lebih mendasar lagi adalah menumbuhkan ruh atau semangat mendidik pada diri guru.

“Kelebihan yang dimiliki pendidikan boarding school. Kyai merupakan pimpinan sekaligus guru yang memiliki semangat mendidik. Sehingga, semangat ini tertularkan kepada siswa didik. Hasilnya, proses pendidikan di boarding school menjadi lebih mengena dan bermakna. Proses membentuk akhlak siswa dengan keteladanan dari para pendidik bisa terjadi selama 24 jam,” kata GM sekolah yang 100 persen siswanya masuk perguruan tinggi negeri.

Sudah waktunya bagi pengambil kebijakan pendidikan bangsa ini untuk menerapkan metode berasrama sehingga mampu menangkal dampak negatif lingkungan luar sekolah yang tidak menunjang pendidikan.

 


***


Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044
SHARE