Guru Paling Baik

0
536

Oleh: Aang Hermawan, Staf Sekolah Literasi Indonesia

Pengalaman adalah sebuah pengetahuan yang tidak bisa kita bayar atau cari darimanpun dan oleh siapapun. Pengalaman yang paling berharga bukanlah pengalaman yang berhasil saja akan tetapi pengalaman yang bisa kita ambil hikmah dan pengetahuan. Pengalaman mengajar yang saya alami adalah pada saat tugas kuliah, memang pada awalnya terpaksa dan sekadarnya saja mengajar. Pengalaman mengajar di sekolah dasar tidak bisa dilupakan.

Mengajar anak kecil memang tidak semudah mengajar orang dewasa, bahkan ada yang bilang mengajar anak kecil lebih sulit daripada mengurus bebek. Peribahasa itu memang benar ketika kita mengajar hanya berorientasi pada nilai saja. Mengajar anak SD sangatlah tidak mudah, selain kita harus cerdas dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan polos mereka kita juga harus paham dan mengetahui dimana dan kapan mereka merasa jenuh atau bosan dengan pembelajaran.

Proses pembelajaran di tingkat sekolah dasar sangatlah kompleks dengan berbagai masalah dan penyimpangan perilaku anak. Banyak permasalahan yang akan kita temukan di kelas anak sekolah. Setiap jenjang anak maka berbeda pula permaslahan dan penyimpangannya. Permasalahan anak di SD bisa di klasifikasikan menjadi beberapa aspek, diantaranya penyimpangan perilaku individu dan penyimpangan perilaku kelompok. Dua penyimpangan itulah yang sering terjadi di anak sekolah dasar.

Tidak bisa di pungkiri dan dihindari bahwa anak usia sekilah dasar banyak sekali permaslahan yang muncul dan timbul. Anak seusia ini masih ingin bermain dan konsentrasi belajarnya tidak bisa fokus seratus persen. Permasalahan yang paling sering muncul adalah penyimpangan perilaku individu.

Penyimpangan-penyimpangan yang sering terjadi di kalangan anak sekolah dasar adalah, tidak adanya rasa percaya diri dan ingin di perhatikan. Penyimpangan tersebut sudah sangat lumrah dan sering kita temukan di kalangan anak sekolah. Ketidak percayaan diri siswa di timbulkan dari kurangnya motivasi guru yang membuat siswa tidak ada keinginan untuk berbuat lebih. Ketidak percayaan siswa ini sering terjadi ketika suasana belajar yang tidak kondusif yang membuat mereka merasa jenuh.

Selanjutnya adalah penyimpangan individu yang bersifat ingin diperhatikan, penyimpangan ini sebenarnya sangat mengganggu aktifitas belajar dan suasana kelas bisa menjadi tidak kondusif. Siswa yang ingin diperhatikan bisa membuat suasana menjadi gaduh karena dia melakukan apa saja yang penting di perhatikan. Siswa yang ingin diperhatikan di kelas bisa dengan melakukan hal-hal yang bisa mengalihkan fokus siswa yang lainnya. Siswa ini bisa menjadi badut di kelas yang selalu membuat siswa yang lain tertawa. Siswa yang selalu mencari perhatian ini terjadi apabila siswa tersebut kurang pintar, sehingga ia mencari cara untuk mendapatkan perhatian lebih dari guru dan temannya. Atau ada juga siswa yang seperti ini ialah siswa yang usianya lebih tua dari teman yang lainnya sehingga ia selalu ingin di perhatikan.

Penyimpangan individu ini sangatlah besar pengaruhnya terhadap proses kegiatan belajar mengajar di kelas, namun apabila kita bisa preventif terhadap perilaku ini maka kita akan mendapat hasil yang lebih baik dan maksimal. Penyimpangan individu siswa bisa menjadi sebuah kelebihan apabila kita bisa mengelolanya dengan baik dan tepat.

Setelah terjadi penyimpangan perilaku individu maka yang selanjutnya akan terjadi adalah penyimpangan perilaku kelompok. Penyimpangan kelompok ini akan terjadi apabila siswa dalam satu kelas sudah mulai kompak dan ingin selalu bersama-sama. Ketika semua siswa sudah merasa ingin bersama maka perilaku kelompok ini bisa terjadi. Contoh penyimpangan kelompok ini diantaranya adalah kelas yang selalu gaduh apabila tidak ada guru yang amsuk.

Penyimpangan ini bisa kita manfaatkan dengan baik, bisa dengan mengarahkan siswa satu kelas ke dalam tim olahraga yang natinya akan menghasilkan tim yang kompak dan solid. Antisipasi dari penyimpangan ini yaitu dengan cara mengarahkan dan memfasilitasi kebutuhan siswa dalam satu kelas tersebut. Selalu memberikan pengarahan dan pembelajaran yang baik maka siswa bisa fokus dan kompak dalam hal-hal yang baik.

Pada intinya siswa selalu ingin di berikan perhatian khusus yang tidak memihak kepada sebagian saja. Perhatian guru harus sama kepada seluruh siswa. Pengarahan yang baik maka akan menghasilkan yang baik pula. Preventif dan menganalisis penyimpangan-penyimpangan yang akan terjadi dan yang kemungkinan terjadi sangatlah diperlukan untuk menghasilkan produk yang lebih baik dan lebih sempurna.

Belajar dari pengalaman adalah hal paling baik, pengalaman adalah guru  paling sabar dan paling berharga serta tidak akan ada gantinya. Belajar adalah hal paling utama untuk kehidupan.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY