Halal Village sebagai Bentuk Sentralisasi Industri Pangan Asean dalam Kerjasama Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)

153

Oleh: Fikri Hidayatullah (Mahasiswa S1 Biokimia – Institus Pertanian Bogor)

Berdasarkan data sensus penduduk yang dilakukan oleh Central Intelligence Agency (CIA) pada tahun 2010 hingga 2015 menunjukan bahwa  jumlah total penduduk muslim ASEAN sekitar 256.250.448 jiwa dari total jumlah penduduk ASEAN sebanyak 634.875.762 jiwa atau sekitar 40.4% penduduk muslim ASEAN. Jumlah tersebut menyebar di semua Negara ASEAN, seperti Indonesia (87.2%), Brunei Darussalam (78.8%), Malaysia (61.3%), Laos (31%), Singapore (14.3%), Philiphina (5%), Thailand (4.9%), Myanmar (4%), Kamboja (1.9%), dan Vietnam (0.1%).  Jumlah tersebut akan terus meningkat sesuai dengan proyeksi yang dilakukan oleh Pew Research Center’s Forum on Religion and Public Life bahwa total penduduk muslim dunia akan meningkat dari 1.6 milyar jiwa pada tahun 2010 menjadi 2.2 milyar jiwa pada tahun 2030.

Hal tersebut berimplikasi dengan jumlah kebutuhan pokok penduduk muslim khsususnya di Negara ASEAN yang membutuhkan sertifikasi halal untuk setiap produknya. Salah satu contohnya adalah kebutuhan penduduk muslim akan pangan berlabel halal. Secara global terdapat beberapa industri pangan yang telah memiliki sertifikasi halal, diantaranya adalah Saffron Road, Allana, Tahira, Al Islami, dan Isla Delice. Artinya adalah seluruh produk yang dikeluarkan oleh perusahaan tersebut merupakan produk pangan (makanan dan minuman) yang telah memiliki label halal. Akan tetapi, Industri pangan berlabel halal seperti yang disebutkan belum marak di Negara ASEAN. Padahal Negara ASEAN memiliki jumlah penduduk muslim yang mayoritas.

State of the Global Islamic Economy Report melakukan sebuah analisis pada tahun 2013 yang menyatakan bahwa Indonesia merupaka Negara dengan jumlah pengeluaran tertinggi untuk konsumsi pangan halal yaitu senilai 197 Milyar US Dollar. Sedangkan Malaysia menjadi Negara dengan total import daging sebesar 0.80 Milyar US Dollar. Hal tersebut menunjukan bahwa mayoritas Negara ASEAN membutuhkan industri pangan halal untuk memenuhi kebutuhan pangan negaranya. Potensi tersebut dapat dijadikan sebagai salah satu bentuk kerjasama regional dalam rangka Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Kerjasama regional MEA dapat dilakukan dengan cara sentralisasi industri pangan halal di beberapa daerah Negara ASEAN dan menjadikannya sebagai ciri khas Negara tersebut. Sebagai contoh adalah Halal Village (meat) dan Halal Village (vegetable). Label Halal Village (meat) dan Halal Village (vegetable) didapatkan oleh suatu Negara yang menjadi sentral produksi daging dan sayuran berlabel halal. Sebagai contoh adalah Indonesia yang sangat berpotensi sebagai sentral Halal Village (meat) karena sebesar 14.2%  sektor konsumsinya merupakan produk pertanian dan peternakan (CIA 2014). Suatu Negara yang telah mendapat label Halal Village (meat) dapat menjadi sentral dalam produksi daging halal. Hal tersebut diperkuat dengan sertifikasi dalam bentuk sistem jaminan halal yang telah disepakati oleh lembaga sertifikasi halal ASEAN seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Indonesia. Penentuan sertifikasi dan sistem jaminan halal produksi daging harus memiliki standar yang telah disepakati oleh Negara ASEAN. Standar tersebut dapat ditentukan melalui proses yang dilakukan oleh industri daging halal, mulai dari pemilihan hewan, pemeliharan hewan ternak, proses pemingsanan hewan, ketajaman alat yang digunakan, syarat penyembelih hewan, proses penyembelihan dan penyebutan lafadz Allah, perlakuan pascasembelih serta pengemasan yang bersih dan kuat. Jika syarat tersebut terpenuhi, maka produk daging tersebut dapat dinyatakan halal sesuai kesepakatan Majelis Ulama ASEAN. Hal tersebut dapat pula dilakukan pada Halal Village (vegetable) yang merupakan sertifikasi yang didapatkan oleh salah satu Negara ASEAN atas industri pangan halal negaranya dalam bidang sayur mayur. Harapan kedepannya Negara ASEAN dapat saling bekerjasama dalam rangka Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) untuk memenuhi kebutuhan industri halal penduduk ASEAN.

 


***


Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044
SHARE