Imaji di Penghujung Hari

141

Oleh: Faradina Ayudhia Pratiwi

Awakening

Kamis, 23 Desember 2016. Palembang pukul 11.02 malam. Malam hari selalu menjadi waktu favorit bagi yang jiwanya berkelana untuk berkaca diri. Redup malam dan syahdunya siulan angin memaksa mereka untuk duduk dan kembali menatap lalu. Bukan satu hal baru, namun begitu, sunyi malam kali ini agaknya lain. Saya menyadarinya.

Siapa diri yang ku lihat saat ini? Hampir setahun yang lalu pertanyaan itu muncul, diingat. Keinginan untuk melesat maju melilit nafas dengan erat kala itu, sehingga arah kedepan mulai dimantapkan dengan pasti.

Mereferen ke banyak mereka yang sudah menemukan terang arah jalannya, tentu diri ini menjatahkan pembelajaran dalam jumlah yang lebih masiv dibandingkan porsi tahun lepas. Terlebih berusaha menyelami semua dalam waktu satu tahun, dalam menjalani prosesnya, semangat dan niat belaka saja tidak akan cukup. Perubahan dan pembelajarannya tidak seringan itu. Hingga, peliknya jalan dan alur jauh yang saya temui, benar, membentuk pandangan seorang saya tentang apa yang menjadi indikator pencapaian keberhasilan seorang muda.

Semua itu, tidak lain dan tidak bukan, menjuruskan bahwa indikator yang dibicarakan disini ialah kontribusi. Menurut sebuah sumber, kata kontribusi bermakna sesuatu yang dilakukan untuk membantu menghasilkan atau mencapai sesuatu bersama-sama dengan orang lain atau untuk membantu membentuk sesuatu yang sukses. Kontribusi tidak pernah dikonkritkan sebagai satu bentuk tindakan tok. Kita dikatakan berkontribusi ketika kita mampu memberikan suatu hal yang bernilai bagi sesama, seperti uang, harta benda, kerja keras kita ataupun waktu yang dimiliki[1].

 

Ink Mark

Satu hal yang saya yakini. Sesunguhnya semakin kita berbagi, maka semakin besar pula kebahagiaan dan syafaat yang akan kita terima. Maka dengan tujuan ingin mengajak sebanyak-banyaknya kerabat untuk bersama berkontribusi, berbagi membantu yang membutuhkan sesuai dengan kemampuan profesi yang digeluti, dibentuklah sebuah tim aksi volunteer bernama Sriwijaya Accounting Partners (SAP).

SAP merupakan sebuah tim yang bergerak dibidang akuntansi, tepatnya membuat laporan keuangan bagi UMKM dan yayasan di regional Palembang atas dasar rasa kesukarelaan. Hingga saat tulisan ini dibuat, SAP sedang dalam proses penyelesaian beberapa project yang terdiri atas pembuatan laporan keuangan yayasan dan UMKM. Penandatanganan dengan project terkait pun dilaksanakan.

MoU SAP dengan Yayasan Jumat Sedekah Indonesia
MoU SAP dengan Yayasan Jumat Sedekah Indonesia

Apakah habis disitu saja? Tentu tidak. Bukan cuma bekerja dibalik meja, SAP turut mencoba metode lain dalam berbagi. Melebarkan sayapnya untuk tidak hanya menyapa mereka para pembisnis, namun juga menyapa mereka, para mahasiswa yang berkeinginan untuk membangun bisnis mereka sendiri, namun dihadapi dengan beberapa hal dalam startup-nya. Bekerjasama dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Sumatera Selatan (HIPMI SUMSEL), pada tanggal 3 desember 2016, dilaksanakanlah sebuah seminar yang bertajuk Seminar Keuangan Startup Bussiness bagi mahasiswa yang berasal dari kampus-kampus di Kota Palembang. Senang rasanya melihat antusiasme yang baik muncul terlihat atas event-nya.

Seminar Keuangan Startup Bisnis SAP
Seminar Keuangan Startup Bisnis SAP

Hari ini, kami masih bekerja. Belajar berkontribusi bersama mereka yang sevisi merupakan catatan hidup yang luar biasa. Mengintegrasikan ide dan inovasi yang beragam, benar memperkaya ilmu dan pengalaman masing-masing kami dalam mempraktikan ilmu profesi yang didalami serta keinginan untuk berbagi.

Niat untuk berkarya itu tidak perlu muluk-muluk. Cukup dimulai dengan memiliki rasa ikhlas ingin membantu, mau belajar, dan kerja saja, and that’s all you need to start your way. Ketika niatan dan usaha ini dilanjutkan, maka keberhasilan berkontribusi InshaAllah bisa terukir.

Gathering SAP
Gathering SAP

Men-charge-nya dengan komitmen di tiap hari, itulah yang menjadi tenaga untuk gerakan kami dapat terus bernafas. Merupakan suatu kebanggan bagi saya untuk dapat bekerja bersama mereka hingga saat ini.

 

Contemplating

Semua pemahaman dan kerja ini, tidak akan pula berhasil tanpa lingkungan dan dukungan yang baik dari lingkaran dimana saya berada. Selain dukungan dari keluarga rumah, support penuh dari keluarga Baktinusa juga merupakan satu hal yang selalu saya syukuri hingga hari ini. Menjadi salah satu Penerima Manfaat Beasiswa Aktivis Baktinusa Angkatan 6 adalah both berkah dan tantangan yang luar biasa menyenangkan.

Di Baktinusa, bukanlah suatu hal langka mendengar berita prestasi dan pencapaian luar biasa dari teman-teman BA regional lainnya. Sehingga, target kontribusi dan perencanaan pencapaian diri yang baik sudah menjadi kewajiban bagi kami bagiannya. Lingkungan dan referensi baik seperti inilah yang harus kita perjuangkan untuk dimiliki.

I never consider my self as the number one or anything though. Saya fikir, hal yang membedakan seseorang dari yang lainnya adalah kuat keinginannya untuk maju dan rendah hatinya untuk selalu belajar dan menepis energi negatif dari dalam maupun luar diri. Aristotle pernah berkata, “ I count him braver who overcomes his desires than him who conquers his enemies, for the hardest victory is overself ”. Lebih mudah rasanya bagi kebanyakan kita untuk mengarahkan orang lain ketimbang mendiktat diri sendiri. Namun begitu, apa yang akan kita perbuat atasnya? Waktu terus berjalan, baik ketika kita bersantai atau membaca sederet kata motivasi. Hidup ini dipacu oleh waktu, kita semakin hari terus dihimpit oleh kebutuhan untuk berubah.

 

Now what?

Bukanlah karena keberuntungan perubahan dan kesuksesan itu ada. Keberuntungan baru akan tercipta ketika seseorang usai menunjukkan upaya terbaiknya. Maka akan seperti apa diri ini kedepannya? Kontribusi apa yang akan dapat diabdikan untuk keluarga bahkan negara? Semua tergantung langkah yang diambil detik ini. Jangan hidupi kata terlambat, sebab itu hanya berlaku untuk mereka yang berhenti bergerak. #WeAreLeaders , for our ownself.

Kembali kemana saya tinggalkan tubuh saya untuk fikiran yang berkelana. Setahun berlalu, saya saat ini masih berjalan di tapak yang sama. Masih banyak yang perlu dipelajari, sederet pengalaman sudah menanti. Besar harapan saya untuk semakin banyak anak muda Indonesia dapat berkontribusi, dimulai dari dirinya, lingkungannya, hingga nanti bangsanya. Seleksi BAKTINUSA 2017 di depan mata. Persiapkan dirimu wahai pemuda. Cek langsung di http://www.beastudiindonesia.net untuk bisa kita melangkah bersama dan seirama. Waktu akan terus menghimpit, meninggalkan mereka yang terus berdiam tanpa gebrakan. Semua dimulai hari ini, semua dimulai saat ini. Dua kata saja. Act now.

 

“There is war to be battled in each of your dream. Face and qonquer it”

Tiwi

Referensi

[1]http://www.pengertianmenurutparaahli.net/pengertian-kontribusi/

My own mind (2016)


***


Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044
SHARE