Iseng-Iseng Beruntung

91

Oleh Maya Firdausi, S1 Pendidikan Apoteker UNAIR, Etos Surabaya 2014, Delegasi Indonesia International (Bio)Medical Students’ Congress (INAMSC) 2017 Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

Menulis memang bukan hal baru bagi seorang Etoser, apalagi saya sudah menjadikannya sebagai hobi sejak bangku SMP. Menulis merupakan cara saya melarikan diri dari rasa jenuh beraktivitas. Yah, saya memang menyukai menulis, namun lebih pada menulis cerita pendek atau cerpen bergenre fiksi.

Hampir setiap ada lomba menulis cerpen, saya usahakan untuk ikut meskipun terbentur tembok kenyataan bahwa waktu yang saya punya sangat terbatas, saya keteteran membagi waktu antara kuliah, praktikum, organisasi kampus, dan kegiatan Etos. Semua itu membuat saya mulai melupakan hobi saya menulis cerpen. Suatu ketika, teman saya satu angkatan di Farmasi Unair, Ulya Madina dan Adlina Savira, menawari saya untuk join suatu lomba tingkat internasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran UI dengan nama Indonesia International (Bio)Medical Students’ Congress (INAMSC). Lomba tersebut terdiri dari banyak cabang, yakni Research Paper, Literature Review, dll dengan mengusung tema Neurodegeneratif. Kami memilih cabang Literature Review dengan topik pencegahan penyakit Alzheimer karena faktor keterbatasan waktu dan minimnya pengetahuan kami mengenai penyakit tersebut. Kebetulan saat itu sedang libur semester, kami mengerjakan karya tulis dengan modal nekat, iseng-iseng mengisi waktu liburan yang kosong. Kami mencari sumber jurnal-jurnal ilmiah di perpustakaan kampus B Unair dan berdiskusi hingga petang, semua itu kami lakukan ikhlas untuk menambah wawasan dan pengalaman kami karena kami belum pernah mengikuti lomba semacam ini.

maya1

Tak pernah terbersit dalam benak kami untuk lolos dalam acara ini karena kami mengerjakannya serba mendadak, yakni hanya 7 hari dengan bahasan yang sangat sederhana. “Aerobic Exercise, an Effort to Prevent Alzheimer’s Disease through Improvement of Cardiorespiratory Fitness”, judul literature review kami yang ternyata berhasil membawa kami ke semifinal acara bergengsi tersebut. Kami membahas efek latihan aerobik yang ternyata dapat mencegah penyakit Alzheimer pada manula dengan cara menaikkan volume hippocampus (melalui peningkatan kebugaran cardiorespiratory) dan menurunkan dua hallmark penyakit Alzheimer yakni Amyloid-Beta Plak dan Neurofibrillary Tangle di hippocampus otak.

maya2Pada tahap semifinal, satu bulan sebelum presentasi poster di gedung IMERI FK UI, kami diwajibkan membuat poster ilmiah dan Power Point. Kami merasa literature review yang kami buat kurang baik karena kami hanya mengerjakannya otodidak tanpa arahan dosen pembimbing dan masih banyak istilah-istilah dalam jurnal yang belum kami pahami. Akhirnya, kami memutuskan untuk meminta bimbingan dokter Maulana, dosen pengajar Farmakologi dari FK Unair. Dokter Maulana memberikan pencerahan kepada kami tentang review yang sebenarnya, bahwa lebih baik membuat review kami menjadi bentuk systematic review. Namun karena saat itu kami belum memahami dengan baik, akhirnya dokter Maulana memberikan opsi untuk membuat review yang sederhana. Sayangnya, pada saat itu kami sedang sibuk-sibuknya mengerjakan tugas kuliah yang datang silih berganti, akhirnya konsentrasi kami terpecah. Merasa frustasi, kami memutuskan untuk bertanya pada Pak Mahardian, dosen pengajar di departemen Farmasi Klinis Fakultas Farmasi Unair. Pak Mahardian sangat mengapresiasi usaha dan pencapaian kami, beliau meminta tolong Pak Chrismawan, dosen pengajar di departemen Farmasi Klinis Fakultas Farmasi Unair, yang ahli dalam penyakit neurodegeneratif, dan Pak Catur, dosen pengajar di departemen Farmasi Komunitas Fakultas Farmasi Unair, yang ahli dalam melakukan statistik data. Kami dibimbing oleh ketiga dosen muda tersebut dengan sangat baik. Mereka menuntun kami tahap demi tahap untuk memperbaiki review kami menjadi systematic review. Sejujurnya, kami mengerjakannya dengan sangat tertatih karena pada saat itu kami sedang menjalani UTS, namun melihat semangat ketiga dosen tersebut membimbing kami dan motivasi-motivasi beliau sukses membuat kami bangkit dan semangat menyelesaikan itu semua dengan baik dan tepat waktu. Syukur Alhamdulillah, poster dan power point dapat kami upload sesuai dengan waktu yang ditentukan panitia.

Tanggal 26 April 2017, pukul 21.00 WIB, kami bertolak ke Jakarta dengan menggunakan kereta api Kertajaya. Kami harus meninggalkan UTS Patologi Klinik yang terjadwal pada tanggal 28 April 2017, namun tak masalah, kami sudah mengurus semua perijinan. Kami sampai di Jakarta tanggal 27 April 2017, kami memutuskan menginap di hotel dengan alasan kami harus menjaga stamina sebelum presentasi poster besok. Di hotel, kami memantapkan persiapan presentasi dengan sebaik-baiknya.

maya3

Tanggal 28 April 2017, kami berangkat menuju gedung IMERI FK UI di daerah Salemba Jakarta Pusat. Dengan kostum merah-merah, kami harap warna tersebut dapat memancarkan gelombang semangat sebelum melakukan presentasi. Pada sesi semi final, kami harus melawan 45 poster dari berbagai universitas untuk memperebutkan 6 posisi finalis. Semua poster memiliki ide yang sangat brillian dengan desain yang bagus. Kami mendapat urutan kedua untuk mempresentasikan poster ilmiah kami. Seperti kesepakatan sebelumnya, Adlina Savira sebagai presentator, sedangkan Ulya Madina dan saya sebagai penjawab pertanyaan. Kedua juri cukup antusias dengan presentasi kami. Beliau menanyakan beberapa pertanyaan yang dapat kami jawab dengan cukup baik. Kurang lebih 8 menit waktu presentasi dan 5 menit untuk tanya jawab. Setelah presentasi, kami berkeliling arena poster untuk melihat para semifinalis yang lain. Mereka tampil dengan sangat baik. Setelah sesi presentasi, tibalah saat gala dinner yang mana kami disambut dengan sangat baik oleh pihak FK UI. Panitia menyajikan hidangan dan hiburan yang cukup baik. Setelah itu, kami kembali ke hotel.

maya4

Tanggal 29 April 2017, kami kembali menuju gedung IMERI FK UI untuk mendengarkan pengumuman peserta yang lolos ke babak final. Para finalis adalah berasal dari Unpad (2 tim), ITB (2 tim), UI (1 tim), dan Indonesia Institute of Life (1 tim). Meskipun kami tidak lolos babak final, kami tetap antusias mendengarkan presentasi dari finalis karena ide-ide yang mereka sampaikan sangat bagus dan sangat terbaru sehingga bisa menambah pengetahuan dan inspirasi untuk kami. Setelah babak final, kami mengikuti rangkaian seminar dan workshop tentang Neurodegenerative Updates for Physicians and Medical Students dengan rincian:

  1. Global Burden of Neurodegenerative Disease oleh dr. Kuntjoro Harimurti
  2. Vascular Risc Factors in Neurodegenerative Disease (Focused on Stroke) oleh M. Kurniawan, MD, MSc
  3. Healthy Aging with Healthy Lifestyle oleh Dyah Tanjungsari, MD
  4. Neurorestoration: Hopeful Future Treatment oleh dr. Adre Mayza, SpS(K)

Selain itu, ada sesi pengenalan program PTTEP dan Dompet Dhuafa selaku pendukung acara INAMSC, dilanjutkan dengan pengumuman pemenang lomba sosio project, cabang lain dari Liga Medika.

Setelah mengikuti rangkaian seminar dan Workshop, kami mengikuti acara selanjutnya yakni Have-fun-Go-Med (HFGM) di daerah Pasar Minggu, Jakarta.

Pengumuman pemenang sudah diumumkan sebelum HFGM yakni:

  1. Diah Kartikasari dan tim (FK Unpad)
  2. Azrina Saraswati Karyadi dan tim (Indonesia Institute of Life)
  3. Alessa Fahira dan tim (FK UI)

Tanggal 30 April 2017, kami kembali menuju gedung IMERI FK UI untuk melakukan IMERI tour. IMERI merupakan gedung yang baru diresmikan dengan harapan menjadi pusat riset di Indonesia. Kami berkeliling museum anatomi dan menyaksikan berbagai preparat potongan tubuh manusia yang sudah berusia 80-100 tahun! Disana juga terdapat komputer raksasa yang dapat membantu belajar anatomi manusia dengan lebih detail dan menyenangkan. Setelah itu, kami menuju lantai 9, dimana terdapat pusat riset tentang otak manusia, yang mana kami diperkenalkan dengan brain bank, mengadopsi dari eropa, yang mana manusia dapat mendonorkan otaknya untuk dijadikan riset demi kemajuan penelitian. Setelahnya, kami kembali ke aula untuk menyaksikan hasil demo kemarin (29/4) yakni seminar Neurorestoration: Hopeful Future Treatment oleh dr. Adre Mayza, SpS(K) yang memperagakan alat temuannya yang dapat mengukur gelombang alfa, beta, gama, delta otak seseorang penderita demensia, yang mana alat tersebut dapat memancarkan gelombang yang diinginkan sehingga dapat memperbaiki daya kerja otak. Luar biasa!

maya5

Setelah tour IMERI, kami naik bus menuju museum tekstil di daerah Tanah Abang, Jakarta. Disana kami belajar membatik dan mengetahui proses-proses membuat suatu karya batik.

Kami menuju stasiun gambir untuk bertolak ke Surabaya. Karena jadwal kereta api kami masih sekitar 3 jam lagi, kami memutuskan untuk sholat di masjid Istiqlal lalu dilanjutkan jalan-jalan di sekitar Monas. Jam setengah 10 malam, kereta kami berangkat. Sampai Surabaya sekitar pukul 7 pagi.

Kami sangat beruntung bisa mengikuti serangkaian dari kegiatan INAMSC kali ini, meskipun belum bisa membawa trophy kemenangan, namun kami sudah banyak mendapatkan ilmu yang luar biasa, terlebih ilmu kedokteran yang tidak kami pelajari di kuliah kami. Semoga pada kesempatan selanjutnya kami bisa melakukan yang lebih baik lagi.


***


Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044
SHARE