Jalan Dakwah Tak Seindah Pandangan Mata

0
183

Oleh: Syafei Al Bantanie. 

Jalan dakwah itu tak seindah pandangan mata…
Ia-nya jalan yang ditempuh oleh Nuh ‘Alaihissalam.
Berdakwah ratusan tahun; siang dan malam, namun berbalas makian, ancaman, bahkan siksaan. Hingga Allah tegakkan putusan-Nya bagi kaum Nuh.

Jalan dakwah tak seindah pandangan mata…
Ia-nya jalan yang dititi oleh Ibrahim ‘Alaihissalam.
Berdakwah serukan agama tauhid kepada raja lalim nan kejam, Namrud. Meski risikonya dibakar hidup-hidup. Hingga Allah selamatkan dirinya dan tegakkan putusan-Nya bagi Namrud.

Jalan dakwah tak seindah pandangan mata…
Ia-nya jalan yang disusuri oleh Musa ‘Alaihissalam.
Bimbing kaumnya, Bani Israil, yang sangat bangkawara nan bebal. Serukan tauhid kepada raja diraja Fir’aun yang bengis. Bahkan, sampai proklamirkan diri sebagai tuhan. Hingga Allah tegakkan putusan-Nya bagi Fir’aun dan bala tentaranya.

Jalan dakwah tak seindah pandangan mata…
Ia-nya jalan yang ditapaki oleh Isa ‘Alaihissalam.
Rasul nan lembut ini bimbing umatnya menuju tauhid. Namun, berbalas konspirasi busuk untuk membunuhnya. Hingga Allah selamatkan dirinya dan tegakkan putusan bagi kaumnya.

Jalan dakwah tak seindah pandangan mata…
Ia-nya jalan yang ditempuh baginda tercinta Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam.
Rasul yang paling lembut dan penyayang ini dakwahi manusia kepada Islam, agama tauhid. Setiap beroleh caci maki dari umatnya, beliau balas dengan senyum dan doa. Aduhai mulia sekali engkau, Ya Rasulallah. Hingga akhirnya Allah memenangkan dakwahnya. Dan, Islam tegak hingga sekarang. Cahayanya menerangi semesta ini.

Jalan dakwah memang tak seindah pandangan mata. Ada duri yang siap menanti langkah kaki. Ada debu yang siap hinggap pada mata yang menatap. Namun, disetiap lika-liku tantangannya ada kebaikan, keberkahan, kemuliaan, kebahagiaan, dan yang paling indah dan bernilai ada janji dan cinta dari Allah Subhaanahu Wata’aala.

Berharap di surga kelak bisa berjumpa dengan baginda tercinta Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam, mengucup tangannya, dan mendekapnya erat. Rindu kami padamu Ya Rasulallah. Izinkan kami bersamamu di jalan dakwah nan berliku. 😊

BAGIKAN

LEAVE A REPLY