Jika Indonesia Tanpa Agama

471

Oleh: Christina Indrawati – Bakti Nusa UNS 5

Indonesia adalah sebuah negara dengan 13.466 pulau, 1.128 suku, dan 746 bahasa. Dengan keberagaman yang seperti ini apakah hal yang mudah untuk hidup tentram damai sejahtera? Tentu saja tidak. Disatu sisi keberagaman ini adalah wujud keindahan Indonesia yang tidak ditemui dibelahan bumi lain, tapi disisi lain hal ini pula yang menjadi hal paling rentan melukai Indonesia.

 

Jika Politik, Ekonomi dan Budaya Tanpa Agama

Secara sistem yang berjalan kehidupan politik adalah bab kehidupan yang berperan dominan dalam tata kelola pengelolaan masyarakat karena pemerintah memiliki tangan yang begitu perkasa dengan kebijakan yang menjadi aji. Jika politik tanpa agama saat ini pemimpin tidak amanah adalah hal yang biasa, penindasan si besar ke si kecil terjadi tanpa ampun dan bukan hal yang mustahil kejahatan genosida mudah terjadi begitu saja.

Setiap manusia hidup memerlukan harta yang terwujud dengan uang. Kehidupan ekonomi menjadi dasar khalayak hidup setiap manusia. Orang boleh cantik serupa bidadari tapi tanpa adanya harta yang mampu membuaat perutnya kenyang dia perlahan dia akan mati. Jika sisi ini tanpa agama maka saat ini korupsi sudah jauh lebih banyak lagi, kesenjangan terjadi bagai jurang, atau bisa saja saat ini negera kita kaya sayang hasil menindas dan merampas bangsa lain.

Budaya adalah apa yang mengaar didalam jantung masyarakat. Adalah hal yang teramat sulit untuk mengubah apalagi menghancurkan suatu budaya. Jika budaya kita tanpa agama saat ini para gadis cilik berusia anak 12 tahun sudah memiliki anak tanpa Ayah, atau peperangan terjadi dimana-mana hanya karena hal sepele mirip hobby.

Kemudian muncul pertanyaan, tapi kenapa Amerika dan Korea yang menjadikan diri mereka sekuler dan tidak melibatkan agama dalam sisi-sisi kehidupan mereka justru menjadi negara maju? Jawaban pastinya sulit diuraikan, tapi bukankah kebahagiaan dan ketentraman yang dibawa oleh agama tidak bisa diukur menggunakan angka kemajuan suatu bangsa? Dan bayangkan saja jika Indonesia dengan jutaan penduduk, ribuan pulau dan ratusan suku ini diatur tanpa menggunakan campur tangan agama didalamnya, Amerika dan Korea tidak memiliki spesifikasi keberagaam seperti ini.

 

Ketuhanan Yang Maha Esa

Untunglah Indonesia diikat dari awal menggunakan Pancasila. Sila pertama menjadi dasar bernegara yang baku, bahwa setiap manusia yang tinggal di negara merah putih ini haruslah ber-Tuhan yang artinya dia harus beragama. Permasalahan bagaimana dia menjalani hak-kewajiban beragamanya dia itu adalah urusan dia dengan Tuhannya.

Sila pertama ini berhasil menanamkan dalam diri setiap manusianya untuk tidak hanya memikirkan duniawi saja tetapi juga kehidupan setelah mati. Sehingga ketika datang gelombang-gelombang globalisasi maka dampakna tidak begitu saja melumpuhkan, ada agama dan norma-norma yang menjadi karang pelindungnya.

 

Agama bukanlah Islam. Tapi Islam adalah agama

Pembicaraan mengenai agama adalah pembicaraan yang tidak mudah, dibutuhkan diksi yang tepat dari penulis serta jiwa yang lapang bagi pembacanya. Jika kita berbicara mengenai agama yang ada di Indonesia maka akan dengan mudah mengatakan bahwa agama yang saat ini diakui di Indonesia berjumlah 6, berbeda ketika 10 tahun yang lalu jika kita berbicara tentang agama maka jawabannya adalah 5.

Berbeda hal jika kita berbicara Arab Saudi yang menjadi negara dengan sistem hukum, ekonomi, politik sekaligus budaya yang sepenuhnya islam. Atau Pakistan, Iran dan Malaysia yang mencoba menerapkan tapi bukan semutlak Arab Saudi. Berbeda pula ketika kita berbicara tentang Amerika, Korea Selatan, atau negara kawan dekat adidaya lainnya yang menjadi negara sekuler dimana agama merupakan bagian terpisah dari negara. Diakui ataupun tidak agama menjadi sebuah pembeda mendasar dalam kehidupan bermasyarakat di dunia. Masalah masalah yang munculpun berbeda-beda.

Beruntunglah kehidupan yang terjadi di Indonesia mengikut sertakan agama dalam kehidupan. Dan apabila diperhatikan banyak terjdai dalam kehidupan di negara ini tidak bisa lepas dari Islam yang dipercaya oleh pengikutnya sebagai rahmatan lil alamin.


***


Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044
SHARE