Kegiatan Youth Excursion 2016 (YOUTEX) Malaysia-Singapura, 21-24 Januari 2016

5989

Oleh: Muhammad Iqbal Suranta Tarigan.

Kegiatan Youth Excursion dilaksanakan selama 4 hari 3 malam mulai 21 hingga 24 Januari 2016. kegiatan yang diselenggarakan oleh IYLA (Indonesian Youth Leader Alliance) ini bekerjasama dengan perusahaan Digidu (Digital Education) PPI-M (Perhimpunan Pelajar Indonesia di Malaysia) dan didukung oleh perusahaan Malaysia seperti, Grab Taxi dan MaGic. Serta support Kampus NUS (National University of Singapore).

Dibukanya MEA sebagai pasar bebas seluruh ASEAN melatarbelakangi hadirnya program YOUTEX 2016, karena itu dua misi utamanya adalah Enterpreneur dan Leadership. Pesertanya adalah anak muda seluruh Indonesia yang berasal dari beragam wilayah, dari Aceh hingga Nusa Tenggara Barat. Dari Sumatera Barat ada 5 orang sebagai delegasi yang kesemua berasal dari Universitas Andalas (Unand), 4 diantaranya adalah Etoser Wilayah Padang angkatan 2014, 3 pria dan 1 wanita yaitu: Muhammad Iqbal Suranta Tarigan, Heru Surianto, Raymon Kurniawan, dan Arum Anshari.

Selama 2 hari pertama, kegiatan berlokasi di Kuala Lumpur dan opening ceremony dilaksanakan di Aula Hotel KL Central, Kuala Lumpur. Presiden IYLA, Muhammad Fahrizal, menyampaikan beberapa hal saat Opening Ceremony di Hotel KL Central, Kuala Lumpur. Terdata sebanyak 800 pelamar kegiatan hanya 94 orang yang diterima dan dinyatakan siap mengikuti kegiatan ini dilihat dari rekam jejak dan prestasi yang bagus. Terkhusus segi akademik, kepemimpinan, dan kewirausahaan. Semua dinilai sesuai dengan motivation letter yang diisi saat tahap pendaftaran, dan menjadi faktor utama kelulusan. Kegiatan dibuka melalui opening ceremony pada sore harinya, disusul program Market Research (21/01/2016) pada malam harinya. 94 peserta dipecah menjadi beberapa kelompok, saya tergabung bersama kelompok bernama ‘Singapura’ sekaligus terpilih sebagai Ketua kelompok. Starategi kita atur bersama. Adapun pasar yang menjadi target research kita adalah, Mall KLCC, Pasar Seni/Sentral dan Chinese Town tugasnya adalah mengunjungi pedagang di pasar terkait, lalu mengadakan wawancara terhadap barang yang dijual, mencatat SWOT produk, kemudian membandingkannya dengan produk Indonesia. Sehingga menjadi bekal peserta dalam mengembangkan bisnis saat pulang ke Indonesia. Hari kedua adalah Company Visit, menuju perusahaan MaGIC (Malaysian Global Innovation and Creativity Center) wadah generasi muda lintas negara yang ingin merintis bisnis kreatif dalam berbagai bidang. Perusahaan yang diresmikan oleh Presiden AS, Barrack Obama ini juga melahirkan animator-animator memroduksi kartun terkenal, seperti Upin & Ipin, dan Boboy Boy. Pada malam harinya ada Gala Dinner, para peserta dijamu di gedung MaTIC (Malaysian Tourism Center) dan disuguhi dengan berbagai atraksi tari dan lagu-lagu budaya termasuk lagu ‘Kopi Dangdut’ Indonesia. Kegiatan Ini juga dihadiri oleh pejabat Kementrian Malaysia diantaranya adalah Kepala Kementrian Pariwisata Kuala Lumpur beserta jajaran, Kepala Kementrian Pariwisata Kedah, dan PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) di Malaysia.

Hari ketiga para peserta berangkat dengan bus menuju Singapura. Perjalanan memakan sekitar 5 jam dari Kuala Lumpur, tujuan para peserta untuk menghadiri Leadership Symposium yang dihelat Kedubes RI di Singapura. Pukul 17.00 forum dimulai Wadubes RI untuk Singapura, Bapak Ridwan Hasan tampil sebagai pembicara utama, kemudian kuliah dilanjutkan dengan pemaparan 2 orang pebisnis Muda Indonesia yang besar di Singapura, kakak Aishah Zahari (Start Up Scout of NUS Enterprise) dan kakak Maulana Bachtiar, Ph.D (Founder Global Indonesian Voices). Pada saat sesi tanya jawab, saya memperoleh giliran untuk bertanya mengenai prospek bisnis melalui desain grafis dan video editing, dengan sebelumnya menyampaikan keterkaitan diri dengan lembaga Dompet Dhuafa.

Tak ingin membuang kesempatan, saat sesi break saya menemui Wadubes RI, Bapak Ridwan Hasan. Bertanya secara langsung mengenai ekspor-impor Indonesia dan hubungannya dengan Singapura. Saya mengkritisi kebijakan Indonesia yang dalam proses ekspornya juga bergantung pada Singapura. “Bapak kenapa ketika Indonesia ekspor komoditas ke Singapura, Singapura malah re-ekspor ke negara lain dengan harga yang lebih tinggi? Ini tentu menguntungkan Singapura”.

Bapak Ridwan Hasan menjawab, Ternyata hal demikian sudah lama disadari Pemerintah. Hanya saja dalam transaksi bisnis dengan negara lain, kita memerlukan ‘TRUST’ yang tidak bisa dibangun secara instan. Profesionalitas Singapura dalam dalam memasarkan produk Indonesia dinilai Internasional lebih menjanjikan, ketimbang dipasarkan oleh Indonesia itu sendiri. Karena itu Indonesia masih bergantung. Leadership Symposium berakhir pada pukul 08.00 jelang masuk Isya. Peserta diarahkan ke bus untuk segera menuju Hotel BOSS (Bintang 5) di Jalan Sulthan, Singapura. Kekosongan program di malam harinya kami manfaatkan untuk mengunjungi Patung Marlion dikawasan Marina Bay sekaligus makan malam. Hari keempat (24/01/2016) pada pukul 10.00 Closing Ceremony digelar disalah satu restoran Hotel. Dalam kegiatan tersebut, kakak Ayu May Fakih sebagai Project Officer menyampaikan ucapan terima kasih dan harapan agar alumni YOUTEX 2016 dapat mengembangkan bisnis kreatifnya sekembalinya ke Indonesia, tentunya dengan tambahan bekal dan pengalaman selama kegiatan YOUTEX. Tidak sampai di sana, acara penutupan juga diisi oleh kegiatan penyampaian kesan dan pesan peserta, pembagian sertifikat, disusul kemudian pengumuman peserta terbaik yang diperoleh Ardiansyah,Mahasiswa yang juga Duta Pariwisata dari propinsi NTB.

Meski belum menjadi yang terbaik, tetapi saya pribadi tetap bersyukur dan bangga sudah menjadi bagian dari 94 yang terpilih. Mengingat dukungan penuh yang terus mengalir dari Keluarga Besar, Beastudi Etos, Dompet Dhuafa, Pemerintah Kota Bukittinggi, dan Jajaran DPRD kota Bukittinggi dari awal hingga berakhir. Tentunya, Kegiatan ini sangat memotivasi untuk mengembangkan diri sebagai Kreatifpreneur, apalagi Saya memang menggemari desain grafis dan video editing. Semoga hobi dan inspirasi yang didapat akan berbuah bisnis.

Sisa hari kami maksimalkan untuk berkeliling negeri Singapura dimulai dari Pasar Bugis untuk belanja souvenir, mengunjungi Masjid Sulthan yang juga merupakan destinasi wisata sejarah, hingga berakhir di Pulau Sentosa untuk mengunjungi Universal Studios hingga petang harinya . Sebelum berangkat pulang ke Padang via Batam melalui pelabuhan HarbourFront, Singapura.

Malam harinya, Kami sampai di Pelabuhan Batam Center melalui Kapal Feri “Batam Fast”. Kami menginap disalah satu rumah keluarga Etoser, Heru Surianto. Pada 16.30 Melalui Bandara Hang Nadim, Batam. Kami terbang pulang menuju Padang menggunakan maskapai Lion Air.

Padang, 28 Januari 2016

Potret Kuliah bersama Worker MaGIC
Potret Kuliah bersama Worker MaGIC
Kedatangan Delegasi UNAND di Bandara KLIA2
Kedatangan Delegasi UNAND di Bandara KLIA2
Foto Bersama Pejabat KL Setelah Gala Dinner @MaTIC
Foto Bersama Pejabat KL Setelah Gala Dinner @MaTIC
Etoser Padang di Universal Studio Sentosa
Etoser Padang di Universal Studio Sentosa
Saya dan Wadubes
Saya dan Wadubes
Etoser Padang dengan Ketua PPI Malaysia
Etoser Padang dengan Ketua PPI Malaysia
Etoser Padang di Kedubes Singapur
Etoser Padang di Kedubes Singapur
Etoser Padang di Patung Merlion @Marina Bay Sands
Etoser Padang di Patung Merlion @Marina Bay Sands

***


Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044
SHARE