Kepemimpinan Yang Menggerakkan: Ridwan Kamil untuk Bandung Juara

2078

Oleh: Alfath Bagus Panuntun El Nur Indonesia

Pengantar

Berbicara pemimpin, maka akan berbicara juga tentang kepemimpinan. Sejak lama para pemimpin di Indonesia telah memikirkan, menggagas, dan mengusung berbagai program kerja dalam kerangka kepemimpinan yang jauh dari rakyat. Meski pada hakikatnya untuk pembangunan, tetapi kepemimpinan yang diusung nyatanya tidak sesuai dan berjarak. Pertanyaan dasarnya adalah, apa hakikat kepemimpinan itu diselenggarakan? Pertanyaan ini yang kemudian membawa pada pertanyaan selanjutnya, kepada siapa hendaknya kepemimpinan ini diabdikan?

Tulisan ini memfokuskan pada kajian tentang kepemimpinan lokal yang sudah melangkah jauh kedepan. Beberapa pemimpin lokal dengan gaya kepemimpinannya telah mampu melukiskan karya dan menjadi inspirasi penggerak perubahan sosial di daerah. Ridwan Kamil adalah salah satunya, yang kemudian akan dibahas dalam kajian ini.

 

Konsepsi Kepemimpinan Yang Menggerakkan

Setiap organisasi pasti memiliki seorang pemimpin, hal ini disebabkan keberadaan pemimpin yang dibutuhkan bagi keberlangsungan organisasi. Dalam tulisan ini, organisasi yang dimaksud ialah Kota Bandung meliputi birokrat dan masyarakatnya, sedangkan pemimpinnya adalah Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil sebagai pemimpin bertanggung-jawab menciptakan visi, misi, dan juga strategi yang baik supaya dapat memengaruhi birokrat dan juga masyarakat guna mencapai tujuan. Semua ini harus dikomunikasikan, sehingga mereka semua secara utuh bisa memahami dan mendukung terwujudnya tujuan yang hendak dibangun.

Pernyataan saya di atas didukung oleh Ralph M. Stogdill, yang menyatakan kepemimpinan adalah suatu kepribadian yang memiliki pengaruh.[1] Kemampuan menggerakkan birokrat dan masyarakat merupakan manifestasi atas pengaruh.

Secara prinsip, pengaruh merupakan esensi dari politik. Namun, kepemimpinan yang disandarkan pada kekuatan politik semata dinilai sudah tidak relevan. Dengan itu, pemimpin seperti Ridwan Kamil mencoba keluar dari model kerangka yang jumud (berjarak) dengan menerapkan konsep “kepemimpinan yang menggerakkan”.

Kepemimpinan model ini diperkenalkan pertama kali oleh Anies Baswedan dalam pidatonya berjudul “Indonesia Kita Semua”.[2] Dikatakan bahwa kepemimpinan ini didasari atas kenyataan bahwa urusan dan persoalan sebesar Indonesia tidak bisa diselesaikan oleh satu orang. Maka, seorang pemimpin harus mampu memunculkan kepemimpinan yang mengajak seluruh orang turun tangan melunasi janji-janji kemerdekaan Indonesia.

Dari penjelasan di atas, secara sederhana, kepemimpinan model ini dipahami memiliki kedekatan dan tak berjarak dengan masyarakatnya, serta mampu mendorong para birokrat untuk berinovasi dalam menerapkan kebijakan guna memenuhi janji-janji kemerdekaan. Dengan itu, hakikat kepemimpinan adalah memengaruhi guna mencapai tujuan yang dicitakan.

Oleh karena itu, konsepsi “kepemimpinan yang menggerakkan” ini akan sangat penting jika dikaitkan dengan konteks kepemimpinan lokal saat ini diabdikan. Hal tersebut dikarenakan dalam kepemimpinanlah kuasa dan arah kebijakan suatu daerah ditentukan. Selain itu, perubahan langkah untuk mencapai tujuan pembangun daerah telah berubah secara drastis dengan melibatkan partisipasi dari masyarakat. Hal ini yang kemudian menjadi nilai positif dan perhatian bagi kita semua dalam memandang masa depan bangsa yang dimulai dari kepemimpinan lokal.

 

Ridwan Kamil Untuk Bandung Juara

Ridwan Kamil, pria kelahiran Bandung 4 Oktober 1971 merupakan Walikota Bandung periode 2013-2018. Ia terpilih menjadi Walikota setelah mengalahkan 7 pasangan lainnya dengan perolehan 45,24%.

Sebelum menjadi pejabat publik, ia dikenal sebagai seorang arsitek dan dosen tidak tetap di Institut Teknologi Bandung (ITB). Pria yang sangat mencintai kota kelahirannya ini menekankan aspek penting inovasi dan menempatkan rakyat sebagai agen untuk berpartisipasi dalam setiap kebijakan yang dikeluarkannya. Maka, tak heran apabila kehadiran dan juga karya nyatanya selalu dinantikan ditengah masyarakat Bandung.

Hemat saya mengatakan bahwa tidak ada kepemimpinan tanpa adanya pemimpin; dan tidak ada pemimpin yang muncul secara tiba-tiba. Max Weber mengamini pernyataan tersebut sembari menjelaskannya melalui tiga jenis kepemimpinan; dua diantaranya ialah kharismatik dan legal, yang ada dalam pribadi Ridwan Kamil.

Dapat dikatakan, ia merupakan sosok kharismatik yang dikarunia bakat-bakat khusus oleh Tuhan untuk memimpin sekelompok manusia mengarungi tantangan sejarah hidupnya. Disaat bersamaan, ia juga merupakan pemimpin legal yang mendapat pelimpahan wewenang berdasarkan prosedur pemilihan yang diatur dengan hukum di masyarakat.[3]

Kedua hal tersebut menjadi tak terpisahkan dari Ridwan Kamil manakala kinerja nyatanya telah menunjukkan hal yang demikian baik. Desentralisasi dan demokratisasi di era reformasi pada kenyataannya telah mengubah wajah kepemimpinan lokal menjadi peristiwa politik yang menarik untuk disimak.

Dalam proses tersebut, berbagai macam strategi digunakan termasuk penggunaan bahasa dalam pertarungan wacana guna menggerakkan setiap elemen untuk sama-sama terlibat dalam penyelesaian permasalahan dan pembangunan. Disini, Ridwan Kamil mereproduksi wacana “Bandung Juara”.

Bandung Juara adalah etos kerja yang disuarakan oleh  Ridwan Kamil sejak terpilihnya beliau menjadi Walikota Bandung untuk menuju Bandung Bermartabat. Bagi Ridwan Kamil, untuk membereskan masalah-masalah di Bandung bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu pertama dengan desentralisasi (Camat, Lurah, dan  RW harus gesit berdaya di daerahnya masing-masing) maka setengah urusan kota Bandung beres; dan satunya lagi dengan kolaborasi karena “Orang Bandung  mah kalau diajak kebaikan rata-rata mau”.[4]

Selain itu, partisipasi publik juga dapat ditemukan melalui ruang publik—dalam hal ini—media sosial yang memungkinkan setiap orang berpartisipasi dalam diskusi dan perdebatan yang diharapkan konstruktif guna memberi masukan secara cepat dan tepat guna membangun Bandung bermartabat.

Banyak sekali tawaran program yang sudah dilakukan oleh Ridwan Kamil untuk membawa Bandung Juara. Beberapa di antaranya adalah:[5]

  • Gerakan Pungut Sampah

Gerakan ini adalah kegiatan gotong royong warga Kota Bandung untuk menjadikan kota Bandung sebagai juara kebersihan.

  • Gerakan Sejuta Biopori

Gerakan ini adalah kegiatan gotong royong warga Kota Bandung  untuk membuat lubang resapan biopori dengan harapan bisa menyuburkan tanah, mengolah sampah organis, mengurangi genangan air dan menabung air.

  • Taman Tematik

Taman tidak hanya berfungsi sebagai tempat rekreasi. Lebih jauh, taman menjadi tempat mengedukasi.

  • Fasilitas Wifi di Rumah Ibadah

Fasilitas ini diberikan guna menunjang kebutuhan akses layanan informasi yang mudah bagi masyarakat. Selain itu juga diharapkan mampu mendekatkan masyarakat untuk datang ke rumah ibadah.

  • Kawasan PKL Terlarang

Kawasan PKL yang berada di zona merah tidak dibenarkan. Masyarakat pun dilarang membeli dari PKL tersebut. Barang siapa yang melanggar, terdapat hukuman denda maksimal Rp. 1.000.000,-

  • One Day No. Rice

One day no rice[6] bertujuan untuk mengubah kultur atau pola konsumsi pangan di Bandung.

  • Fun Days

Merupakan aksi nyata dari Ridwan Kamil untuk meningkatkan Indeks Kebahagiaan Warga. Sebua kota tidak menyenangkan untuk dihuni karena tingkat stres dan kejenuhan warga kota. Begitu pentingnya peran warga untuk menghidupkan kota dapat dimulai dari pribadi masing-masing, warga harus menumbuhkan sugesti positif agar kota memiliki dinamika tumbuh menyenangkan. Kemudian, kegiatan ini juga diharapkan bisa mengurangi kemacetan, hingga melestarikan budaya. Program yang tersedia antara lain:

Senin Bis Gratis

Fasilitas yang diberikan kepada pelajar berseragam untuk mengurangi kemacetan dengan bantuan dari beberapa perusahaan di Bandung menggunakan dana CSR.

Selasa Tanpa Rokok

Program yang digulirkan untuk mengupayakan warga Bandung lebih sehat serta melindungi warga Bandung dari bahaya rokok dan membatasi iklan rokok di Kota Bandung.

Rebo Nyunda

Digagas untuk mengembalikan dan melestarikan Budaya Sunda, dengan menggunakan bahasa sunda dan pakaian adat sunda. Menggunakan “iket” (ikat kepala) dan baju pangsi bagi laki-laki dan bagi perempuan menggunakan kebaya serta batik samping.

Kamis Inggris

Satu hari berbahasa inggris ditujukan supaya warga Bandung terbiasa dalam melakukan percakapan dengan berbahasa inggris. Terlebih lagi program ini ditujukan kepada para pelajar dan pemuda Bandung guna menghadapi persaingan global di masa mendatang. Salah satu upaya untuk mendukung gerakan ini adalah dengan memutarkan film berbahasa inggris setiap satu bulan sekali di taman film Bandung.

Jumat Bersepeda

Ditujukan untuk kembali meningkatkan penggunaan sepeda oleh warga Bandung untuk menuju Kota Bandung sebagai kota sepeda, yang nantinya akan digalakkan bersepeda setiap hari jumat baik itu ke kantor maupun ke sekolah.

Sabtu Festival

Ditujukan kepada masyarakat Kota Bandung untuk mengadakan Festival Kuliner Rakyat secara rutin, tujuannya agar masyarakat mampu mengelola acaranya sendiri di setiap kecamatan dan memberikan kesan kebahagiaan  dan bisa kumpul bersama antar warga.

Bus Bandros (Bandung Tour On The Bus)

Bus bertingkat yang disediakan oleh pemerintah Kota Bandung bagi wisatawan yang hendak berkeliling kota Bandung. Adapun rute yang dilaluinya adalah Alun- Alun, Jalan Asia Afrika, Jalan ABC, Jalan Banceuy, Jalan Braga, Jalan Lembong, Jalan Veteran, Jalan Sunda, Jalan Sumbawa, Jalan Aceh, Jalan Banda, Jalan Riau, Jalan Citarum, dan Diponegoro.

  • Transparansi Pengelolaan Anggaran Daerah

Melalui Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (LAKIP) di laman http://lakip.bandung.go.id/portal/home, diharapkan pelayanan publik yang diselenggarakan berjalan sesuai dengan etika dan akuntabel, sehingga masyarakat Bandung secara utuh bisa mengawasi jalannya pemerintahan; dst.

Tentu saja, program-program di atas bukan sekedar omong kosong belaka. Beberapa bukti nyata telah diukir dalam rangka memperbaiki kualitas kehidupan masyarakat Bandung, seperti capaian Bandung di mana kinerja birokrasi dari urutan ratusan pada tahun 2013, sekarang menjadi urutan satu nasional.

Kemudian, pelayanan publik dari rapor merah sekarang menduduki peringkat empat nasional, transparansi pemerintahan, penghilangan izin usaha UKM, persentasi pengangguran yang menurun, kredit usaha tanpa bunga dan agunan, dan sebagainya.[7] Semenjak dilantik, Ridwan Kamil selalu membuat inovasi setiap harinya. Terobosan yang dilakukannya seperti menghidupkan kembali taman kota, memberikan denda kepada perokok di tempat umum, hingga mempercepat pembuatan akte kelahiran.[8]

Di titik inilah kita menyadari bahwa kepemimpinan yang menggerakkan pada akhirnya secara perlahan mampu menangkal segala bentuk tantangan. Sekali lagi perlu ditegaskan, urusan sebesar Indonesia tidak bisa diselesaikan oleh satu orang saja. Dukungan dan pengawasan secara aktif dari warga Bandung menjadi modal berharga bagi para birokrat untuk terus menjaga integritas dalam bekerja sembari terus-menerus melakukan inovasi.

Dengan begitu, pertanyaan di awal bisa dengan mudah dijawab, bahwa memengaruhi masyarakat untuk terlibat menyelesaikan berbagai persoalan kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan hakikat dari kepemimpinan. Setelah itu, bersamaan dengan keterlibatan, maka hasil dan buah karya nyata hanya diberikan dan diabdikan kembali kepada masyarakat.

[1] Pamudji, S. Kepemimpinan Pemerintahan di Indonesia.1993. BUMI AKSARA: Jakarta Anggota IKAPI. Hal.10

[2] https://www.youtube.com/watch?v=ReZL3EIEHe8 diakses pada 10 Mei 2016, pukul 16:33 WIB

[3] Riberu, Dr. J. Dasar-Dasar Kepemimpinan: Pegangan Praktis Bagi Pemimpin Masyarakat.1982. Lembaga Penunjang Pembangun Nasional (LEPPENAS): Jakarta. Hal. 13-14

[4] http://boketem.com/bandung-juara-detail-7781.html#sthash.SBx5YlV4.dpuf

[5] http://portal.bandung.go.id/site/sdk-program diakses pada tanggal 24 Mei 2016, pukul 08:05 WIB

[6] http://bandungjuara.com/program/wali-kota-bandung-tetapkan-hari-senin-sebagai-one-day-no-rice.html diakses pada 24 Mei 2016, pukul 07:35 WIB

[7] https://www.facebook.com/RKbdg/posts/630065827145242 diakses pada 29 Februari 2016, pukul 16:29 WIB

[8] http://www.bbc.com/indonesia/laporan_khusus/2014/07/140727_bincang_ridwan_kamil diakses pada 6 Maret 2016, pukul 17:07 WIB


***


Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044
SHARE