Kesiapan Indonesia dalam Menghadapi Era MEA

889

Meneropong Indonesia 2045

Oleh: Mahdi Nurianto Ahmad / Teknik Perminyakan ITB

Indonesia, sebuah negeri yang sangat kaya, tidak hanya alamnya tapi juga budayanya. Namun, beribu masalah mengginggap pada negeri ini, salah satunya dalah kesiapan Indonesia menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Bila dilihat dari Human Development Index (HDI) Indonesia dapat terbilang memiliki kualitas sumber daya manusia yang kurang bagus. Indonesia menempati posisi ke-111 dari sekitar 150 negara di dunia pada tahun 2009. Oleh karena itu, saat ini banyak elemen-elemen masyarakat , seperti organisasi masyarakat dan pihak pemerintah, yang sadar dan berusaha untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia tersebut dengan berbagai program. Dengan semakin banyak orang yang sadar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, maka kedepannya HDI Indonesia akan semakin bagus. Bukan hal yang tidak mungkin bila nantinya Indonesia meraih 10 besar dalam hal HDI di dunia.Yang nantinya, pada tahun 2045, Indonesia akan menjadi negara yang dapat bersaing di dunia global.

Indonesia, sebuah negeri yang sangat kaya, tidak hanya alamnya tapi juga budayanya. Namun, beribu masalah mengginggap pada negeri yang menyandang predikat zamrud khatulistiwa ini. Masalah-masalah itu terus berubah-ubah sejalan dengan waktu. Masalah di dekade ini tentu berbeda dengan masalah di dekade selanjutnya ataupun sebelumnya.

Salah satu masalah di dekade ini yang sedang hangat dibicarakan adalah masalah kesiapan Indonesia menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN atau biasa kita kenal dengan sebutan MEA. Seperti yang kita tahu, MEA telah berlaku sejak akhir tahun 2015. MEA ini memungkinkan terbentuknya pasar tunggal yang nantinya satu negara dapat menjual barang dan jasa dengan mudah ke negara-negara lain di seluruh Asia Tenggara. Hal ini tentu akan mengakibatkan kompetisi semakin ketat. Lalu, apakah Indonesia siap menghadapi era ini? Apakah ini dapat menjadi kesempatan kita untuk berkembang atau menjadi ancaman kita?

Sebelum kita bergerak lebih lanjut, mari kita lihat bersama fakta-fakta mengenai bangsa kita. Bila kita melihat kualitas sumber daya manusia Bangsa Indonesia, dapat kita lihat bahwa menurut salah satu indicator acuan kualitas sumber daya manusia, yakni Human Development Index (HDI), Indonesia menempati posisi ke-111 dari sekitar 150 negara di dunia pada tahun 2009[1]. Bahkan, peringkat ini menempatkan Indonesia jauh di bawah negara Malaysia yang menempati posisi ke-66.

Selain masalah kualitas sumber daya manusia yang rendah, terdapat fakta lain mengenai bangsa kita ini. Dengan berlakunya era MEA ini, tentu penguasaan bahasa, terutama bahasa inggris, adalah sesuatu yang penting. Sebab, bahasa ini merupakan salah satu bahasa internasional yang kerap kali digunakan dalam perdagangan, pendidikan, jasa, dan sebagainya. Namun, bila kita lihat fakta yang ada di bangsa kita, mayoritas masyarakat Indonesia kurang atau tidak fasih untuk berbahasa inggris. Fasih di sini tidak hanya berupa kemampuan dalam lisan, namun juga tulisan. Hal ini tentu akan menjadi halangan bangsa Indonesia dalam menghadapi era MEA ini.

Kenyataan-kenyataan di atas telah membuat banyak elemen masyarakat yang sadar dan berusaha untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahn tesebut.  Saat ini, telah banyak organisasi masyarakat (ormas) yang mengadakan kegiatan-kegiatan untuk mengembangkan sumber daya manusia. Organisasi masyarakat tersebut banyak yang membuat pelatihan-pelatihan, seperti pelatihan wirausaha dan sebagainya. Hal ini tentu akan sangat berguna untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Bangsa Indonesia.

Selain dari organisasi masyarakat, saat ini, semakin banyak orang yang semakin sadar akan pentingnya berbahasa inggris. Saat ini, telah banyak kursus-kursus yang menawarkan pelatihan Bahasa inggris dengan berbagai macam harga yang ditawarkannya. Selain itu, saat ini juga mulai banyak pihak dari pemerintah yang mulai membuat program-program untuk “mendongkrak” kemampuan berbahasa inggris warganya. Sebagai contoh, pemerintah kota bandung dengan membuat program “english day” di salah satu hari pada tiap pekan. Program ini menganjurkan warga Kota Bandung untuk menggunakan bahasa inggris dalam kesehariannya. Hal ini ditujukan untuk membiasakan warga Kota Bandung untuk mengaplikasikan Bahasa Inggris dalam kesehariannya.

Selain program yang dilaksanakan pemerintah Kota Bandung, pemerintah Kota Surabaya juga telah membuat program lain, yakni rumah bahasa. Rumah bahasa ini dibuat sebaga sarana warga Kota Surabaya untuk melatih kemampuan berbahasa asing, khususnya bahasa inggris. Rumah bahasa ini menyediakan tutor-tutor yang berpengalaman untuk mengajar kepada masyarakat Kota Surabaya. Selain itu, rumah bahasa ini juga dibuat senyaman dan sebagus mungkin sehingga masyarakat nyaman untuk menimba ilmu di sana.

Dari permasalahan dan kesadaran elemen-elemen masyarakat untuk menyelesaikannya, kita dapat melihat proyeksi masa depan Indoensia di tahun 2045. Dengan semakin banyak orang yang sadar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, maka kedepannya Human Development Index (HDI) akan semakin bagus. Bukan hal yang tidak mungkin bila nantinya Indonesia meraih 10 besar dalam hal HDI di dunia. Dengan HDI yang bagus, maka kedepannya Indonesia akan menjadi negara yang makmur, sejahtera, dan dapat bersaing di dunia global.

[1] “Human Development Report 2009”. United Nations Development Programme. 2009.


***


Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044
SHARE