Korelasi Erat antara Agama, Negara, dan Zaman Globalisasi (1)

286

Globalisasi di masa kini menjadikan sebuah momok tersendiri. Globalisasi memiliki implikasi ke banyak sektor kehidupan dan kepada seluruh tatanan masyarakat, negara dan agama yang memiliki pengaruh besar terhadap hayat hidup orang banyak tak terkecuali. Hingga timbul pertanyaan: “Apakah globalisasi bermanfaat atau sebaliknya?” globalisasi bagai pisau bermata dua.

Bila dikaitkan dengan konteks Agama, efek globalisasi bagi sebuah negara tentu saja membuka ruang selebar-lebarnya. Beberapa diantaranya seperti pemberlakuan Asean Economic Community (AEC) yang membuka keran lalu lintas perekonomian di ASEAN. Selain itu ada AFTA dan CAFTA yang memberlakukan Free Trade Area dalam scope-nya masing-masing. Hal-hal ini yang menjadikan globalisasi memiliki dampak nyata dan signifikan dalam negara, baik dari sektor ekonomi, politik, social, budaya dan yang lainnya. Apabila melihat relasi aspek antara globalisasi dan negara. Dibutuhkan kesiapan negara untuk terjun dalam skala global. Negara harus merubah tiap ancaman yang ada menjadi cambuk kekuatan yang bisa memperlihatkan daya saing negaranya. Negara harus mengubah tantangan globalisasi baik scope ASEAN hingga dunia menjadi sebuah peluang.

Selain itu, ada kekhawatiran yang mendalam terkait hubungan antara globalisasi dan agama. Tentu saja agama memiliki peran besar dalam kehidupan suatu bangsa. Begitu juga dengan Islam yang mengatur tiap-tiap sendi kehidupan. Namun di dalam perkembangannya, globalisasi memiliki efek yang (bisa jadi) buruk terhadap keberlangsungan suatu agama. Arus global yang terus menerus mengalir tanpa filter sangat membahayakan banyak kalangan. Penyebaran arus sekulerisme yang memisahkan antara agama dan kehidupan yang semakin hadir diantara kita tak bisa dinafikkan merupakan dampak dari adanya globalisasi. Sehingga perlu adanya langkah atau tindakan yang tepat untuk menyaring arus globalisasi yang dirasa sangat membahayakan dan menjadi ancaman. Globalisasi bukan menjadi suatu pijakan bersama dalam lingkup global tetapi bisa jadi malah menjadi batu sandangan dalam konteks relasi dengan agama dan negara.

SHARE