Laporan Perjalanan: KILA’s International Conference Series Thinkers Workshop

336

Oleh:Yulia Asiska. Beastudi Etos Padang.

Perjalanan pertama kali keluar Negri yang aku lakukan beberapa waktu yang lalu. Perjalanan itu aku lakukan untuk memenuhi undangan presentasi pada acara seminar internasional yang diadakan oleh pemerintah daerah India, tepatnya Kerala. Sebagai salah satu yang papernya diundang untuk mempresentasikan pada acra itu sungguh sangat luar biasa rasanya. Ini pertama kali dan aku melakukan perjalanan sendiri. Meskipun ada dari teman-teman lain yang berasal dari indonesia tapi mereka beda pesawat pulang dan pergi dengan ku. Dengan bantuan dan dukungan dari beastudi etos, kampus dan kawan-kawan dari foristek aku bisa berangkat.

Aku berangkat dari Jakarta usai ngurus visa, tanggal 19 januari. Perjalanan dilakukan dengan transit selama beberapa jam di Kuala Lumpur. Meski Cuma mampir di Kuala Lumpur airpot tapi aku berdecak kagum, betapa jauh lebih hebat ketimbang Soekarno-Hatta airport di Jakarta. Aku sampai di Kochi Airport Kerala jam 07.30 pagi waktu setempat. Perjalanan dari Kuala Lumpur kesana 5 jam perjalanan udara. Sampai di bandra aku tidak pernah terbayang akan bertemu dengan penduduk India asli yang persis seperti yang biasa aku lihat di filem.

India dengan Indonesia tidak jauh berbeda, masih merupakan negara berkembang, iklim Indiapun sama dengan Indonesia. Hebatnya mereka, masih bisa mempertahankan tradisi dan nilai kebudayaan. Hampir seluruhnya mereka menggunakan pakaian ala India, di acara formal, dan keseharian mereka. Dari Kochi Airport aku dijemput sama panitia, mereka sudah menunggu dengan papan bertulis namaku. Dari Airtport ke lokasi, tepatnya daerah Thrissur sekitar 3 jam perjalanan darat. Thrissur berada ditepian pantai, dan merupakan daerah terbersih dengan tata kota yang cukup baik. Meski masih banyak lahan kosong, itu nampak indah disepanjang perjalanan.

Disana aku disambut, yang hadir ada 19 negara. Semua tinggal dihotel yang disediakan, satu kamar untuk satu orang delegasi. Hari pertama dimulai dengan penyambutan, tampilan kebudayaan, dan acara paralel. Disana kami mempresentasikan paper dan berdiskusi dengan subtema yang sama. Ketika aku presentasi mereka lebih tertarik dengan Indonesia dan bertanya banyak hal tentang perekonomian, infrastuktur, kebudayaan serta bahasa yang digunakan. Uniknya india tidak punya bahasa nasional, mereka juga punya banyak bahasa dan antara India timur dengan India bagian selatan misalnya berkomunikasi dengan bahasa inggris. Itu menyebabakan sebagian besar dari mereka mahir berbahasa inggris. Hari pertama berakhir pada jam 10.00 malam.

Hari kedua tanggal 21 acara gabungan dan kunjungan dari pemda setempat, setelah itu diselesaikan dengan kunjungan ketempat-tempat kebudayaan. Satu hal, saat ini India, khususnya kerala tengah pesat mengangkatkan pembangkit listrik tenaga surya, sampai 70% saat ini energi mereka berasal dari surya. Dan menurut aku itu stu hal yang bagus dalam upaya penghematan energi.

Tanggal 22 aku pergi dari lokasi acara, berkunjung ketempat kawan-kawan PPI (persatuan pelajar indonesia) yang ada disana. jalan-jalan dan nginap ditempat mereka, tanggal 23 aku balik ke Indonesia. Singkat memang tapi pengalaman nya tidak bisa diceritakan, tentang sendiri dan pertama kali. Tentang administrasi dan banyak hal baru yang aku mengerti. Mulai dari mengurus visa sampai dengan kunjungan antar Negara. Pokoknya hebat, terimakasih Beastudi Etos, Dompet Duafa, atas dukungannya ^_^. Salam.

kila3 kila1 kila4

 

SHARE