Melalui Program Youtex Bangkok, Mengenal MEA dan ASEAN Lebih Jauh

424

Oleh: Azril. Etoser Padang 2012.

Youth Excursion (Youtex) adalah program kepemudaan yang didirikan di bawah naungan Indonesia Youth Leader Alliance (IYLA). Youtex pertama kali dilaksanakan pada Januari 2016 di Malaysia dan Singapur. Sukses dengan program pertamanya, Youtex kembali digelar di Bangkok selama enam hari lima malam dari tanggal 21 maret – 26 maret 2016, dengan program-program yang tak kalah hebat.

Hari pertama kegiatan dari Youtex adalah welcoming party dari panitia penyelenggara. Di sini delegasi saling mengenal. Delegasi yang mengikuti kegiatan Youtex berasal dari berbagai provinsi di Indonesia. Negara tetangga seperti Malaysia dan Myanmar pun turut andil dalam mengirim delegasinya pada program ini. Pada welcoming party ini, turut dihadiri oleh perwakilan duta besar Indonesia di Bangkok, Thailand, bapak Subandrio. Beliau mengutarakan bahwa kita sebagai pemuda harus terus menjalin konektivitas dengan orang lain. Selain itu mempelajari sosial dan budaya suatu negara adalah hal mendasar untuk mampu bekerjasama dengan negara tersebut apalagi di era global ini. Itu adalah kesempatan untuk menambah peluang jejaring. Selain itu untuk perkenalan yang lebih intensif, delegasi dibagi menjadi beberapa kelompok dan didampingi oleh satu orang panitia. Di sini pendamping menjelaskan lebih detail program yang akan dilaksakan untuk lima hari ke depannya.

Hari berikutnya, delegasi melakukan market research dibeberapa pusat perbelanjaan di Bangkok yaitu Prathunam, Platinum, dan MBK. Di sini delegasi mengamati bagaimana aktifitas pasar, harga rata-rata barang, serta wawancara dengan beberapa pedangan di kota Bangkok. Output dari kegiatan ini adalah mengetahui bagaimana pedagang mengambil langkah strategis untuk persaingan dalam perdagangan. Dapat ditemui bahwa beberapa pedagang bias berbicara bahasa Indonesia sebagai salah upaya untuk menarik pelanggan dari wisatawan asing seperti Indonesia.

Pada hari ketiga kegiatan, delegasi mengunjungi salah satu universitas terbaik di Thailand yaitu Chulalongkorn University. Di sini delegasi diperkenalkan oleh mahasiswa universitas tersebut mengenai kampus tersebut. Tidak terlalu banyak yang didapat dari kunjungan kampus ini karena sebagian besar waktu dihabiskan dalam perjalanan. Ditambah dengan koordinasi panitia yang kurang baik dengan pihak kampus serta keterbatasan waktu yang dimiliki. Setelah mengunjungi Chulalongkorn University, peserta mengunjungi pasar yang terkenal di Bangkok yaitu Asiatique. Pasar ini terbilang cukup unik dan dapat ditemui banyak pengunjung asing di sini.

Pada hari keempat, delegasi melakukan kunjungan ke Thammassat University sekaligus melaksanakan kegiatan Simposium Internasional dengan tema Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Salah satu pembicara mengutarakan bahwa Thailand, khususnya, sedang bersiap menghadapi MEA yang telah resmi berjalan pada awal 2016 lalu. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah Thailand. Pertama, Pemerintah Thailand telah mendirikan fakultas tersendiri untuk mempelajari sosial budaya ASEAN. Terbukti bahwa beberapa mahasiswa mampu berbicara bahasa negara-negara di ASEAN dengan fasih. Kedua, pemerintah Thailand sedang gencarnya membuat pasar ekspor Halal Thailand. Terbukti Thailand salah satu eksportir terbesar pasar halal di ASEAN.  Selain simposium, di sini juga ditampilkan proyek sosial yang telah dilakukan baik oleh delegasi maupun mahasiswa Universitas Thammassat tersebut. Ajang ini menjadi salah satu sarana bertukar pikiran antar sesame warga ASEAN. Selain itu juga mengenal ASEAN lebih dalam dan membangkitkan motivasi tersendiri untuk persaingan pasar di era MEA.

Pada hari kelima, delegasi menampilkan budaya dari daerah dan negara masing-masing seperti Malaysia, Sumbawa, Myanmar, dan Aceh. Di sini tergambar bahwa banyak sekali budaya daerah dan negara yang masih belum dikenal oleh masyarakat baik satu negara mapupun negara lain. Hari kelima ini sekaligus menjadi penutup program Youtex di Bangkok, dan diakhiri oleh gala dinner.

Salah satu pesan dari peserta, Mifta mengutarakan bahwa program yang dilaksankan cukup baik dan memang beberapa ada yang jauh dari ekspektasinya. “Selanjutnya agar program yang akan dilaksanakan kedepannya lebih baik lagi dan mampu membawa pemuda ASEAN menurut misi yang dibawa pada program ini”, tutupnya.


***


Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044
SHARE