Melalui Program IAPISP, Belajar Industri Peternakan Sapi Potong di Australia

0
976

_20160626_093540

IAPISP (Indonesia Australia Pastoral Industry Student Program) merupakan program kerjasama antara NTCA (Northern Territory Cattlemans Association), ISPI (Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia), dan diawali dengan 6 Universitas di Indonesia (UNPAD, IPB, UNRAM, UNDANA, UGM, dan UB). Kegiatan ini sudah berjalan selama 4 tahun, dan mampu memberikan wawasan yang luas bagi para pesertanya. Tahun 2012, delapan mahasiswa peternakan asal Indonesia  berkesempatan berangkat ke negara bagian Western Australia dan Northern Territory. Tahun berikutnya jumlah mahasiswa peternakaan asal Indonesia yang berkesempatan berangkat meningkat menjadi 15 orang.

Pada tahun ini kembali dilaksanakan seleksi kepada mahasiswa yang meliputi seleksi  Administrasi, Presentasi dan Wawancara. Tahapan seleksi dilaksanakan dari tingkat Jurusan, Fakultas, Universitas/Wilayah, hingga tahap final tingkat Nasional.

Pada tahap final tingkat Nasional tahun ini dipilih 20 mahasiswa dari 14 universitas berbeda dari seluruh Indonesia (UNPAD, IPB, UB, UGM, UNAND, UNSRI, UNILA, UNI. DELA SALE, UNHAS, UNDIP, UNRAM, UNSRAT, UNMUL dan UNDANA). Untuk Wilayah Sumatera Barat terpilih 1 (satu) orang.

Kegiatan pada tahun ini dilaksanakan dari tanggal 18 – 24 Maret 2016 di Feedlot PT. Widodo Makmur Perkasa dan PT. Pasir Putih, kegiatannya meliputi training pra-departure yaitu mengenai pemahaman ESCAS (Export Supply Chain Assurance System), Animal Welfare, Cattle Handling, Management Feedlot, Work in Cattle Station dan diikuti dengan praktik lapangan di pen (kandang).

Selanjutnya kegiatan berlanjut pada 1 April 2016, dengan seluruh peserta take off dari Denpasar, Bali ke Darwin. Setiba di Darwin, eluruh peserta beristirahat di Hotel ALATAY. Agenda di Darwin berlansung dari 1–4 April 2016. Pada hari pertama kegiatan yang dilaksanakan yaitu mengunjungi Konsulat RI dilanjutkan dengan kunjungan ke Agent Export Cattle dan ke Waterfall untuk refreshing. Pada hari kedua dilanjutkan agenda di Northern Australia Development Office mengenai pengenalan proses Export – Import daging dan sapi bakalan dari Australia-Indonesia, dan mengenai kondisi industri sapi potong di Northern Territory, serta dilanjutkan dengan kunjungan di slaughterhouse milik perusahaan AA Company. Pada hari ketiga melakukan agenda shopping di Casuarina Mall. Kemudian untuk hari keempat dilaksanakan kembali refreshing di National Park Waterfall, Edith Fall dan siangnya dilanjutkan perjalanan menuju Charles Darwin University (CDU), Katherine Rural College.

Setelah tiba di CDU, peserta kembali mengikuti agenda training pra-working at Cattle Industry secara materi dan praktik dari 4–16 April 2016. Training yang diberikan meliputi Vocational Work, OHS, CPR, Riding Horse, Riding of Quideback & Motorbike, Horse Riding, How to work at high place, Animal welfare, Animal Nutrition, Cattle Industry Calender Management, dll.

Setelah peserta menjalani training, pada 17 April ke-20 mahasiswa dibagi menjadi 10 kelompok yang terdiri 2 orang mahasiswa pada setiap kelompok. Masing-masing kelompok akan diletakkan di station yang sudah ditentukan oleh koordinator NTCA, Carley. Kesepuluh station tersebut antara lain Birrindudu, Victoria River Downs (VRD), Pigeon Hole, Manbullo, Auvergne, New Castle Waters, Brunchilly, Helen Springs, Cave Creek, dan Lakefield yang keseluruhan cattle station ini mempunyai puluhan ribu ekor sapi yang dikelola dan diekspor ke negara tujuan termasuk Indonesia.

Kegiatan yang diikuti selama di cattle station yaitu melaksanakan kegiatan mengumpulkan ternak yang berada di paddock (padang penggembalaan) yang disebut Mustering. Kegiatan Mustering dilakukan dengan helly, kuda, motor, buggy, dan mobil. Tujuan dari mustering adalah untuk mengumpulkan ternak ke dalam yard (kandang besi) yang terletak di dalam paddock. Selanjutnya setelah ternak dimasukkan ke dalam yard. Ternak yang terkumpul, pada hari esoknya dilakukan kegiatan pemisahan berdasarkan jenis kelamin, kondisi dan umur ternak yang disebut Drating. Pada kegiatan drating biasanya dilakukan pemisahan berdasarkan umur dan jenis kelamin ternak yaitu pedet (calf), poddy (pedet yang di tinggal oleh induknya), weaner (Lepas sapih), heier (sapi dara), mickey (sapi pemacek), bull (sapi jantan), cow (sapi betina). Sedangkan berdasarkan kondisi yaitu Dry cow (sapi yang tidak bunting) dan wet cow (sapi bunting). Setelah ternak dipisahkan di dalam yard, maka esoknya kembali dilaksanakan kegiatan penanganan untuk ternak tersebut yang disebut dengan Processing. Pada kegiatan ini banyak dilakukan kegiatan seperti Pemotongan tanduk pada pedet (dehorning), pemasangan eartag di telinga (eartaging), pemasangan eartag yang mengandung racun untuk lalat (eartaging insec poisoning), penandaan dengan cara pemotongan tanda di telinga (ear marking), pembelian cairan pengusir lalat di punggung bull (backlining), vaksinasi dengan tiga perlakuan yaitu untuk botulism, penyakit eksternal dan anti tetanus, pemotongan rambut ekor (bangtailing), pemberian cap dengan besi panas (branding), kastrasi untuk mickey dan pengangkatan ovarium pada heier (spaying). Selanjutnya dilaksanakan kegiatan tes kebuntingan untuk dry cow, karena sesuai azaz animal welfare dan izin ekspor, sapi betina bunting tidak boleh di ekspor dalam keadaan bunting.

Pada kegiatan processing biasanya sampai memakan waktu selama 1 minggu. Setelah melalui processing, seluruh ternak dilakukan pengangkutan yang disebut trucking. Untuk trucking dilakukan dengan pengangkutan ternak di dalam kawasan paddock (station) dengan truk dan sedangkan untuk yang dibawa ke Darwin untuk diekspor itu diangkut dengan Road Train (truk kontainer).

Selain dari kegiatan tersebut, beberapa kegiatan lain yang dilakukan yaitu mengenai kegiatan manajemen pastura. Karena untuk ternak sapi di Australia di lakukan dengan cara sistem ekstensif yaitu ternak benar-benar di pelihara di paddock dan tidak di kandangkan. Manajemen pastura yaitu meliputi manajemen air yang dilakukan dengan pemberian waduk air yang disebut turkey nest di tengan paddock dan kemudian dialirkan dengan pipa dengan empat saluran yang dihubungkan ke tempat minum (water trough) yang tersebar di paddock. Untuk sumber air di australia karena pada musim kering air sungai juga mengering maka diperoleh air dari mesin bore yang ditampung airnya di dalam tang. Selanjutnya selain manajemen pasturan, dilakukan juga manajemen pakan untuk ternak yang di yard yaitu dengan pemberian rumput yang diawetkan dengan cara dikeringkan yang disebut hay. Hay biasanya terbuat dari rumput dan legum. Selain itu juga diberikan supplement yang terdapat dua jenis yaitu suplemen padat berupa pelet dan suplemen cair yang dicampurkan ke dalam water trough.

Manajemen dilakukan sesuai dengan kalender penanggalan yang sudah terjadwal oleh masing-masing station di Australia. Untuk menjelang masa sibuk untuk kegiatan mustering hingga trucking, biasanya station mengadakan agenda seperti pembuatan pagar kawat baru atau perbaikan yang disebut fencing. Tujuan fencing yaitu sebagai pemisah antara paddock satu dengan yang lain. Selain itu juga untuk kegiatan mengatasi gulma dengan cara penyemprotan dan pembakaran serta hama seperti anjing liar dengan cara meracuninya dengan memasang umpan daging yang sudah diberi racun yang disebut dinggo baiting.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 6 minggu di station tersebut telah banyak memberikan manaat terutama terkait hardskill dalam aktivitas perindustrian sapi potong di Australia. Untuk mendapatkan kesempatan kegiatan di station merupakan pengalaman yang sangat berharga sebagai peserta IAPSP. Selanjutnya dari hasil program intership ini seluruh peserta akan memperoleh white car dan certificate II yaitu bukti SK yang bisa digunakan untuk melamar menjadi supervisor di station. Untuk Certificate II sendiri jika dilakukan secara pribadi oleh orang australia sangat membutuhkan biaya yang tinggi, sehingga hanya beberapa orang ustralia yang mampu untuk bisa memperoleh certificate II tersebut. Hal demikian sungguh memberikan kesempatan yang baik jika para peserta bisa kembali untuk bekerja di Australia.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY