Meletakkan Mimpi di Langit Eropa

0
272

Oleh: Vikmatik

Sesungguhnya, Allah itu dekat, Ia mengabulkan apa saja yang dipinta oleh makhluk-Nya. Jika bukan sekarang, pasti nanti, jika bukan keduanya, pasti diganti dengan yang lebih baik.

Ini adalah ketiga kalinya saya menerima Letter of Acception (LoA) dari panitia penyelenggara conference. Satu tahun sebelumnya, dua LoA telah saya kemas rapi dalam proposal keberangkatan conference, namun akhirnya urung untuk hadir dalam conference tersebut. Maret 2017, saya menerima surat elektronik dari International Business and Management Student Congress (IBMSC) 2017 dari Maltepe University, Istanbul, Turki, yang menyatakan bahwa abstrak saya diterima dan saya diundang untuk mempresentasikan paper saya yang berjudul “The Digital Transformation of Agriculture: How to Make Digital Technology Reached Small-Scale Farmers in Developing Countries?”. Saya yakin perjuangan untuk bisa menghadiri conference tersebut tidaklah mudah. Berdasarkan pengalaman dua conference sebelumnya, berusaha untuk mendapatkan biaya mengikuti conference sangat banyak korbanannya; mencari sponsor, mendatangi lembaga-lembaga yang mungkin bisa memberi sponsor, mengurus administrasi dan surat-menyurat, hingga belajar bernegosiasi untuk bisa mendapatkan sponsor. Beberapa lembaga telah saya ajukan, namun hasilnya nihil. Singkat cerita, pada last minutes saya bisa menyatakan diri saya bahwa saya bisa hadir dalam conference tersebut. Tahukah? Last minute tersebut adalah H-2 kegiatan, artinya H-1 saya harus terbang ke Eropa.

5 April 2017 lalu, saya berangkat dari asrama menuju bandara. Ini kali pertamanya saya masuk bandara, dan akan menjadi pengalaman pertama saya naik pesawat, mengunjungi negara lain dan pertama kalinya saya melihat bumi Allah di bagian yang lain. Tujuan penerbangan saya yang pertama adalah Kuala Lumpur. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya saya bisa menginjakkan kaki di negara lain. Padahal satu hari sebelumnya saya masih di ambang ketidakpastian antara pergi atau tidak, antara maju atau menunda. Tapi hari itu, saya membuktikan bahwa diri ini telah Allah gariskan untuk maju menjemput mimpinya. Sampai di Kuala Lumpur, saya transit satu malam dan keesokan harinya saya terbang menuju Istanbul dengan transit di tiga negara. Lagi-lagi, tidak pernah terbayangkan sebelumnya, candaan yang pernah saya lontarkan bahwa saya ingin seperti orang yang keliling banyak negara, bahwa saya ingin sarapan di suatu negara, makan siang di negara lain, dan makan malam pun di negara lainnya. Hari itu saya merasakan bahwa saya makan pagi di Kuala Lumpur, makan siang di penerbangan menuju Sri Lanka, makan sore di penerbangan menuju Bahrain, dan makan malam di Bahrain.

vikma (2)Tepat pukul 07.15 ((waktu setempat) tepat hari conference diadakan) saya mendarat di Bandara Sabiha Gocken, Istanbul. Cuaca dingin langsung menyambut kedatangan saya. Dari aplikasi di gawai, saya tahu bahwa saat itu adalah 110C. Kesan pertama saat mendarat adalah, Turki sangat padat dengan wisatawan. Terbukti bahwa antrean untuk mendapatkan izin masuk dari imigrasi antreannya panjang hingga memenuhi ruangan seluas setengah lapangan sepak bola. Selesainya dari pengecekan passport dan visa, saya mencari koper yang sudah lama tidak saya ambil karena hampir satu jam mengantre untuk imigrasi. Akhirnya setelah tiga puluh menit mencari baggage, saya menemukan koper saya  berada di pinggir belt, artinya koper saya sudah terlalu lama di belt sehingga diturunkan dan dicampur dengan koper-koper lainnya. Tanpa menunggu waktu, setelah mengambil bagasi saya mencari panitia yang telah dua jam menunggu saya di bandara. Namanya Besnik, mahasiswa Maltepe University yang mendampingi saya menuju tempat conference. Conference tersebut diadakan di Marmara hotel, hotel milik Maltepe University. Seharusnya, sesuai jadwal saya harus tiba di Marma Otel pada 05 April 2017, namun saya baru tiba 06 April. Hal itu tidak menjadi masalah karena hari sebelumnya hanya preparation day untuk conference. Setibanya saya di Marma Otel, saya check in dan bersiap untuk mengikuti conference.

Conference dibuka dengan registrasi, kemudian opening season oleh MC dengan memperkenalkan acara conference tersebut, dilanjutkan dengan introduction speech oleh ketua pelaksana, kemudian disambung dengan penyampaian oleh Keynote speaker. Keynote speaker adalah Ms. Leyla Asran, seorang CEO yang telah mengembangkan proyek-proyek teknologi informasi di sektor perbankan dan keuangandan layanan solusi ICT dan memiliki pelanggan hingga 20 juta. Beliau juga anggota Dewan Turki Informatika Foundation dan Asosiasi Konsultan professional. Setelah mendapatkan ilmu dari Ms. Leyla Asran, saya dan peserta conference lainnya mendapatkan arahan mengenai teknis conference. Conference dilakukan dengan dibagi menjadi 5 sesi dari pukul 11.35-17.00 dipotong dengan makan siang selama 45 menit. Sesi satu bertema “Digtal World”, sesi dua bertema “E-commerce”, sesi tiga bertema “E-Democracy”, sesi empat bertema “Digital Economy and Finance”, dan sesi lima bertema “Digital Developments”. Saya masuk di sesi keempat yaitu “Digital Economy and Finance”. Pukul 15.45 saya mempresentasikan paper saya selama dua puluh menit, dan dilanjutkan dengan tanya jawab.

vikma (3)Alhamdulillah presentasi telah selesai dan saya merasa cukup sukses dengan presentasi saya di conference ini. Walaupun dengan beberapa kekurangan seperti laptop yang mati di tengah presentasi, waktu presentasi yang lebih lama dari yang ditentukan, dan beberapa kali merasa pronontiation yang kurang tepat. Namun melalui conference ini saya mendapat banyak pelajaran dan ilmu baru, terutama tentang teknik presentasi yang baik dan tentu mengenai digital world dan teknologi. Usai mempresentasikan paper di sesi empat, saya masuk di sesi lima untuk melihat presentator yang lain dan mengikuti closing kegiatan ini. Closing dilakukan tepat pada pukul 17.30 dan dilanjutkan dengan coffe break. Malamnya, pukul 19.30 saya bersama para delegasi dan panitia mengikuti gala dinner sampai pukul 22.00.

Keesokan harinya, jadwal kegiatan kami adalah Istanbul Tour Day di Minia Turk dan Bosphorus Tour. Tour dilakukan mulai pukul 09.30 sampai dengan 18.00. Malamnya, kami dinner untuk yang terakhir dan salam perpisahan secara seremonial kepada para delegasi dan panitia. Di malam itu juga, seluruh peserta dan panitia berkemas untuk keesokan harinya meninggalkan Marma Otel. Kami dijadwalkan meninggalkan Marma Otel pada pukul 04.00 pagi, artinya kami harus check out dari hotel sebelum jam 04.00 pagi. Kemudian kami diantarkan menuju Sabiha Gocken Airport.

Qadarul hasan, Allah telah menggariskan seorang hamba-Nya yang memiliki mimpi untuk bisa berdiri di bawah langit Eropa. Kini mimpi itu telah terwujud, Allah memperjalankan seorang hamba-Nya di sebuah negara yang menyimpan banyak sejarah tentang Islam. Perjalanan ini mengajarkan langsung kepada saya bagaimana sebuah negara bangkit dan terpuruk dari ke-Islam-an penduduknya, bagaimana sebuah negara yang dulu diperjuangkan oleh pahlawan besar umat Islam, Sultan Muhammad Al-Fatih menembus benteng yang tingginya menjulang dan tebalnya berlapis-lapis, dan bagaimana negara tersebut memperjuangkan Islam di tengah era globalisasi. Dikelilingi oleh masjid-masjid yang besar dan memiliki arsitektur yang khas, Turki memiliki kenangan tersendiri bagi yang mengunjunginya, bersujud di dalam Blue Mosque adalah salah satu hal yang paling berkesan bagi saya. Dari nikmat Allah ini, saya hanya berharap tambahnya iman dan ghirah untuk berdakwah lebih tangguh, seperti Sultan Muhammad Al-Fatih.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY