Menanam Asa Belajar di Galuga

0
509

Persoalan kesejahteraan sosial yang dihadapi bangsa ini telah mencapai titik memprihatinkan. Kesulitan aksesibilitas masyarakat terhadap pelayanan sosial menunjukkan bahwa lemahnya kebijakan dalam menciptakan mekanisme bagi warganya untuk lepas dari kemiskinan. Fenomena kemiskinan telah merasuki multi aspek dan stakeholder, baik kaum elit maupun marjinal. Bagi kaum marjinal, kemiskinan dalam dimensi material, sedangkan bagi kaum elit pun miskin secara spiritual. Dilatarbelakangi besarnya daerah marjinal yang mengalami persoalan infrastruktur mengakibatkan ketidakberdayaan masyarakatnya dalam menjangkau akses pendidikan dan kesehatan. Hal ini tidak terlepas dari keadaan ekonomi masyarakat yang masih terbelakang. Penyelesaian persoalan ini tidaklah sederhana, dimana pemerintah memiliki keterbatasan kapasitas sehingga perlu sinergisitas seluruh elemen negara dalam mereduksi permasalahan. Menengok kondisi di atas, Beastudi Indonesia Dompet Dhuafa berusaha untuk berperan sebagai civil society yang bertujuan memberikan manfaat guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Melalui Divisi Sekolah Desa Produktif (SDP) Beastudi Indonesia Departemen Komunitas, Dompet Dhuafa mencoba memberikan rangkaian program di Desa Galuga, Bogor. Desa Galuga adalah lokasi tempat pembuangan akhir sampah dari hampir seluruh penjuru Kabupaten Bogor, dimana masyarakatnya mayoritas memiliki kondisi ekonomi menengah ke bawah. Matapencaharian masyarakat cenderung menggantungkan keadaan lingkungan sekitar yaitu sawah, kebun dan TPA. Walaupun demikian, masih banyak warga yang bekerja serabutan.
Rangkaian program meliputi bidang pendidikan, sosial, ekonomi dan kesehatan. Salah satu program bidang pendidikan melalui pemberian beasiswa bagi siswa SD-SMP telah diberikan kepada 15 anak. Penerima beasiswa merupakan anak yang berdomisili di Desa Galuga, memiliki prestasi akademik baik dan berasal dari keluarga menengah-bawah. Siswa penerima beasiswa terdiri dari 5 siswa kelas V, 5 siswa kelas VI dan 5 siswa kelas VII. Penyelesaian tahap akhir periode pertama penyerahan beasiswa dilakukan pada tanggal 6 April 2012 langsung kepada orang tua siswa.

Beasiswa yang diberikan dalam beberapa bentuk, yaitu berupa uang saku kepada seluruh siswa selama satu semester, perlengkapan alat tulis dan peralatan sekolah. Uang saku yang diberikan sebesar Rp. 300.000 untuk setiap semester. Perlengkapan alat tulis dan peralatan sekolah dapat berupa alat tulis, buku pelajaran, seragam sekolah, sepatu, tas dan perlengkapan sekolah lain yang diperlukan. Sumber bantuan adalah hasil donasi dari alumni etos Bogor yang mengamanahkan zakat dan sedekahnya kepada Beastudi Indonesia Dompet Dhuafa. Program pendidikan ini tidak berhenti pada pemberian beasiswa, tetapi dilakukan pola pembimbingan terhadap siswa SD dan penerima beasiswa supaya mampu meningkatkan prestasi mereka.

Program bidang pendidikan SDP di Desa Galuga berupaya menjaga peluang bagi anak keluarga dhuafa mampu melanjutkan jenjang pendidikannya. Di sisi lain, program pendampingan belajar diharapkan dapat meningkatkan prestasi akademik, non-akademik dan kreativitas siswa, serta menanamkan pendidikan perilaku dan akhlak yang baik. Dengan demikian, kualitas sekolah yang kurang optimal dapat diperkuat oleh model pembinaan pembelajaran dari SDP Beastudi Indonesia DD, sehingga mereduksi probabilitas siswa putus sekolah (Eko)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY