Mencipta Pemuda Kontributif Melalui Social Project

65

Para penerima manfaat Beastudi Etos merupakan mahasiswa dan mahasiswi terpilih dari enam belas kampus serta mewakili lima belas daerah di Indonesia. Selama menjadi penerima manfaat Beastudi Etos mereka akan ditempa menjadi pemuda pemudi Indonesia penuh kontribusi dan penuh kemampuan mumpuni yang kelak berguna ketika mereka hidup bermasyarakat.

Setelah mendapatkan pelatihan pengembangan karakter oleh Erie Sudewo, Founder Dompet Dhuafa, beberapa hari lalu. Pada Selasa (08-08) 140 penerima manfaat kembali digembleng melalui ragam materi di “Workshop Social Project” yang dibawakan oleh Goris, Founder Asgar Muda Foundation.

Menurut Gorys saat ini Indonesia membutuhkan banyak solusi, salah satunya melalui gerakan social project. Zaman ini social project telah dikenal luas, perkembangannya yang masiv dikarenakan adanya kebutuhan masyarakat akan solusi dari berbagai masalah sosial di Indonesia. Namun berbeda dengan gerakan lainnya, mereka yang tergabung dalam social project merupakan kumpulan warga atau komunitas baik secara kelembagaan maupun individu. Lalu apa untungnya mengikuti sebuah social project?

“Keuntungan dominan mengikuti social project adalah masyarakat dapat memperluas dampak sosial dan peningkatan kapasitas usaha untuk mengatasi masalah bangsa,” ungkap Goris.

P_20170808_133802-921x1237

Dalam materinya Goris turut menekankan betapa pentingnya social mapping, baginya mengetahui potensi dan masalah masyarakat sebagai sasaran adalah hal utama dalam melaksanakan social project. Karena selain dapat memahami karakteristik masyarakat yang akan diberdayakan, para peserta juga dapat mengetahui kebutuhan masyarakat sebagai bagian dasar penentuan program agar tepat guna.

“Penting untuk dicatat bagi kalian beberapa hal yang boleh dan tidak boleh kalian lakukan ketika akan melakukan social project seperti harus bisa menciptakan suasana diskusi kondusif agar penggalian data bisa dilakukan secara partisipatif, hindari banyak bicara di awal dan lakukan Interaksi secara natural, dan bangun komunikasi bertahap,” jelasnya.

Para penerima manfaat nampak serius menyimak penjelasan Gorys, hal ini disebabkan karena materinya sangat relevan dengan program Desa Produktif yang saat ini mereka kelola.

“Social project akan semakin bersinergi baik apabila kalian mengajak mitra lokal yang paham masyarakat sekitar. Hal terpenting yang harus kalian ingat ialah be humble in your approach, respect local people, their cultures, their customs and their way of life; Don’t ask leading questions, Don’t ask intensive questions, Don’t interrupt, Don’t dominate, Don’t lecture, Don’t be judgmental, Don’t decide; let facilitate the people to decide,” tandas Goris.

Selain melakukan pendekatan kepada masyarakat, Goris juga mengajak para peserta mendalami serta mengidentifikasi semua stakeholder baik internal maupun eksternal. Para peserta secara khusus dilatih melihat kebutuhan stakeholder dan kepentingannya, setelah itu mereka diminta melihat seberapa besar kepentingan stakeholder terhadap organisasi; apakah kepentingan itu penting atau tidak bagi para stakeholder. Tak lupa Goris turut membantu para peserta mengklasifikasikan kepentingan para stakeholdernya (menggunakan Stakeholder Mapping), area konflik antara serta menyusun strategi komunikasi dengan stakeholder sesuai stakeholder matrix.

Agar kemampuan peserta dalam membuat social project kian baik, mereka dilepas untuk membuat social project khas dengan program-program menarik dan aplikatif. Nantinya social project para peserta akan dipresentasikan di hadapan peserta lain dan dinilai berdasarkan aspek-aspek yang telah dibahas pada sesi sebelumnya.
“Ada sembilan impact matrix untuk melihat apakah social project kita berhasil atau tidak antara lain Purpose, Visi, Misi, Outcomes, Outputs, Resources, Impact, Core Problem, dan Activity. Kesembilan hal tersebut sebisa mungkin diperhatikan agar tujuan serta target kita tak meleset,” tutup Gorys. (AR).


***


Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044
SHARE