Menciptakan Ketahanan Ekonomi Nasional Melalui Pengembangan Sektor Pariwisata

1696

Oleh: Indah Dwityan Nur

Ketahanan ekonomi nasional dapat diartikan sebagai kondisi dinamis suatu negara yang terintegrasi, berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala hambatan, tantangan, ancaman,dan gangguan, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar, untuk menjamin identitas, integrasi dan kelangsungan perekonomian bangsa dan negara. Ketangguhan dapat diartikan sebagai kemampuan/kekuatan untuk bertahan, keuletan adalah usaha secara giat dengan kemampuan yang keras dalam menggunakan kemampuan tersebut untuk mencapai tujuan, identitas merupakan ciri khas dari suatu bangsa, integritas terintegrasi yaitu adanya kesatuan secara menyeluruh, ancaman adalah semua hal yang bersifat dapat merubah/mengombak kebijakan, hambatan dan gangguan usaha dari luar yang bersifat dan bertujuan untuk melemahkan.

Ketahanan ekonomi nasional dapat terwujud melalui beberapa sektor. Diantaranya adalah sektor minyak dan gas, pertanian, industri, kelautan, pariwisata, dan sektor-sektor lainnya. Salah satu indikator suatu sektor dalam perekonomian dapat disebut sebagai sektor yang signifikan dalam tercapainnya ketahanan ekonomi nasional adalah kontribusi sektor tersebut dalam menyumbang devisa ke negara. Dalam beberapa tahun terakhir ini sektor yang mendominasi sebagai sektor yang menyumbang devisa terbanyak adalah sektor minyak dan gas. Akan tetapi, tahun 2015 ini akan berbeda dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Setelah jatuhnya harga-harga komoditi dari sektor minyak dan gas, Indonesia akan mengalami kesulitan mengharapkan terciptannya ketahanan ekonomi nasional jika sektor minyak dan gas dijadikan prioritas. Oleh sebab itu pemerintah telah menaruh perhatian khusus dan menetapkan sektor pariwisata sebagai sektor yang diprioritaskan dapat menjadi penyumbang devisa terbesar dan sektor yang dapat menciptakan ketahanan ekonomi nasional. Alasan dipilhnya sektor pariwisata sebagai sektor yang dapat menciptakan ketahanan nasional adalah industri pariwisata terbukti kebal dari krisis global. Saat perekonomian global tersuruk, pertumbuhan pariwisata Indonesia tetap tumbuh, bahkan melebihi angka pertumbuhan ekonomi nasional. Pertumbuhan industri pariwisata di Indonesia tahun 2014 mencapai 9,39% lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Angka itu di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,7% (http://www.businessnews.co.id/ : 2014)

Agar terciptannya ketahanan ekonomi nasional melalui sektor pariwisata ada 3 program utama pengembangan pariwisata di Indonesia yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Dalam Rancangan Pembangunan Menengah Daerah (RPJMD) 2014,pembangunan urusan pariwisata dititikberatkan pada tiga program utama, yaitu (1). Program pengembangan pemasaran pariwisata, (2). Program pengembangan destinasi pariwisata, (3). Program pengembangan kemitraan.

Potensi pariwisata yang kaya jika tidak diimbangi dengan pemasaran yang baik dan terintegrasi maka tidak akan membuat wisatawan domestik dan mancanegara mengetahui dan tertarik untuk datang ke negara kita. Indonesia memiliki potensi pariwisata yang luar biasa kaya, akan tetapi kurangnya pemasaran yang dilakukan membuat wisatawan domestik dan mancanegara tidak mengetahui potensi tersebut. Bandingkan saja dengan negara Thailand. Beberapa tahun terakhir Thailand sudah mulai merangsek sebagai salah satu destinasi wisatawan domestiknya maupun mancanegara ketika ingin berwisata ke kawasan Asia. Jika ditilik dari kualitas dan kuantitas destinasi wisata Indonesia jauh lebih baik dan lebih banyak dibandinkan Thailand. Akan tetapi mengapa hal ini dapat terjadi? Thailand dapat memaksimalkan manfaat dari kemajuan zaman yang telah membuat komunikasi dan informasi antar negara menjadi suatu hal yang mudah untuk diakses. Media promosi online yang dapat dimanfaatkan antara lain adalah melalui website dan media sosial. Pemerintah dan masyarakat Indonesia dapat saling bahu-membahu dalam mempromosikan potensi pariwisata yang ada di Indonesia ini. Pemerintah harus menciptakan sebuah website pariwisata yang bersifat up to date, dikemas secara menarik serta dikelola oleh admin yang mumpuni. Hal ini bertujuan agar pihak-pihak yang mengakses website ini merasa nyaman dan ‘akrab’ sehingga semakin tertarik untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisatannya. Selain website, media sosial juga berperan penting dalam mempromosikan pariwisata Indonesia. Interaksi dengan pengunjung media sosial akan terasa lebih bebas dan luas. Selain itu juga media sosial merupakan cara sederhana yang dapat juga dilakukan masyarakat Indonesia dalam membantu mempromosikan pariwisata. Dengan meng-update destinasi wisata yang pernah dikunjungi, kita telah berkontribusi mempromosikan destinasi pariwisata yang ada di Indonesia. Selain promosi online, media offline juga dapat dijadikan metode dalam mempromosikan pariwisata. Thailand merupakan salah satu negara yang rajin dalam mempromosikan pariwisatanya melalui pameran Internasional, bahkan biasanya delagasi Thailand datang untuk mempromosikan agenda pariwisata dua tahun yang akan datang. Hal ini benar-benar membuktikan bahwa pemerintah Thailand serius dalam menggarap sektor pariwisata sebagai salah satu sektor yang dapat menciptakan ketahanan ekonomi nasional.

Ketika mendengar kata pariwisata Indonesia, sebagian besar orang akan langsung mengarahkan pikirannya ke Jogjakarta dan Bali. Tidak dapat dipungkiri bahwa Jogjakarta dan Bali memiliki potensi pariwisata yang luar biasa kayanya. Akan tetapi, Indonesia memiliki wilayah yang terbentang luas dari Sabang sampai Merauke di mana setiap kawasan tersebut memiliki keragaman dan keunikan tersendiri. Indonesia harus lebih meng-expand kembali potensi-potensi pariwisata yang sudah ada. Metode-metode yang dapat dilakukan untuk lebih meng-expand pariwisata Indonesia adalah find, get, and build. (1) Find; Indonesia begitu luasnya sehingga seringkali banyak kawasan wisata yang belum diketahui banyak orang. Pemerintah daerah setempat dapat bekerjasama dengan masyarakat dalam menemukan potensi-potensi pariwisata yang ada di daerahnya, (2) Get; Setelah menemukan potensi-potensi pariwisata tersebut, jangan hanya dijadikan arsip semata tapi ditindaklanjuti dengan “mendapatkan” spot tersebut. Mendapatkan disini yang dimaksud adalah mengunci spot pariwisata yang telah ditemukan tadi dan bersiap untuk dieksplorasi secara bijak, (3) Build; Langkah yang terakhir adalah membangun spot pariwisata tersebut menjadi sebuah destinasi pariwisata. Pembangunan infrastruktur, akses jalan, transportasi, sumberdaya alam dan sumberdaya manusia, sanitasi, dll merupakan kriteria-kriteria destinasi wisata yang harus dipenuhi. Dalam program membangun ini sangat dibutuhkan keseriusan pemerintah serta kerjasama dari masyarakat (khususnya masyarakat lokal setempat) agar impian menjadikan sebuah destinasi pariwisata yang dapat diandalkan selain “Bali” dan “Jogjakarta” dapat diwujudkan.

Pariwisata dapat memberikan efek domino terhadap sektor-sektor lainnya. Dalam pengembangannya, pariwisata tidak dapat berdiri sendiri. Ia membutuhkan dukungan dan kerjasama secara simultan dari sektor-sektor lainnya agar dapat diperoleh tujuan dan hasil yang maksimal. Misalnya, pariwisata membutuhkan sektor ekonomi dalam upaya pembangunannya, membutuhkan suhu politik yang baik, membutuhkan pengembangan sektor sosial budaya, membutuhkan situasi keamanan dalam negeri yang aman, membutuhkan sektor pendidikan dalam meningkatkan sumberdaya manusianya, membutuhkan sektor kesehatan dalam mengupayakan sanitasi yang baik di lokasi pariwisata, dll. Oleh sebab itu, mengembangkan pariwisata tidak dapat dilakukan sendiri. Dibutuhkan kerjasama dan dukungan dari seluruh pihak dan elemen masyarakat. Selain “berbagi tugas” di kalangan kepemerintahan sendiri, kerjasama juga dilakukan dalam bentuk kemitraan, di mana mereka berada di posisi sebagai stakeholder. Bentuk kemitraan sangat beragam. Jika jasa tour and travel bermitra dalam bentuk jasa layanan tiket atau paket pariwisata, koperasi desa dalam bentuk penerapan ekonomi kreatif lokal, paguyuban seni budaya dengan kerjasama berbentuk atraksi seni budaya lokal, pengusaha lokal sebagai “bapak angkat” sentra industri kecil dan pengrajin lokal mendukung dengan kreatifitas serta loyalitas mereka terhadap budaya kearifan lokal, maka wujud kemitraan dengan para blogger dapat dilakukan dengan menggelar aksi lomba menulis serta membentuk komunitas blogger (penggiat pariwisata Indonesia) yang berhubungan langsung dengan pemerintah (kementerian pariwisata). Kemitraan ini bukan saja hanya dipandang sebagai “upaya bisnis” tapi juga sebagai bentuk pendekatan diri antara pemerintah (kementerian pariwisata) dengan masyarakat luas. Pada akhirnya, dari kedekatan ini akan meningkatkan “rasa memiliki” di setiap masyarakat. Ketika rasa memiliki sudah terpatri, maka kecintaan, kebanggaan dan ketulusan akan tercipta dalam kerjasama di bidang pengembangan pariwisata Indonesia ini.

Sektor pariwisata menjadi sangat penting karena merupakan salah satu sektor unggulan Indonesia dalam menunjang pergerakan perekonomian di tingkat bawah baik skala daerah maupun nasional. Selain mampu memberi income langsung kepada pemerintah daerah setempat, sektor pariwisata secara langsung atau pun tak langsung juga memberi imbas pada pergerakan aktivitas ekonomi masyarakat, terutama di sekitar kawasan objek wisata. Oleh sebab itu dibutuhkan koordinasi dari berbagai pihak dalam mengembangkan sektor pariwisata sebagai sektor yang dapat menciptakan ketahanan ekonomi nasional. Selain itu juga Indonesia harus fokus dalam menemukan, mengembangkan, dan mempromosikan sektor pariwisata yang potensial serta menjalankan action plan yang telah dibuat secara profesional.


***


Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044
SHARE