Mengapa (Jokowi) Mengapa ?

191

Hampir genap dua tahun Bapak Jokowi dan Bapak Jusuf Kala menjabat sebagai Presiden dan Wakil Presiden Negara Republik Indonesia, terhitung mulai dari pelantikan Kabinet Kerja pada tanggal 27 Oktober 2014. Jargon Kabinet Kerja yang efektif dan efisien dalam kinerjanya membuahkan berbagai macam manuver kebijakan terhadap beberapa sektor mulai dari perekonomian, pertanian, pertambangan, keamanan, kesehatan, infrastruktur, transportasi, dan prestasi lainnya dalam proses memperbaiki Bangsa Indonesia. Berbagai macam prestasi yang ditorehkan oleh Kabinet Kerja tidak terlepas dari kebijakan Bapak Jokowi mengganti beberapa posisi menteri dalam kabinetnya (Reshuffle). Hal tersebut menyebabkan munculnya berbagai macam spekulasi, baik yang mendukung maupun menentang, pada proses Reshuffle Kabinet Kerja jilid 1 hingga jilid 2. Pada tanggal 12 Agustus 2015, kurang dari 76 hari ulang tahun masa pemerintahan Bapak Jokowi, Reshuffle Kabinet jilid 1 menjadi bukti keberanian dan ketegasan Bapak Jokowi dalam mengambil keputusan untuk mengganti dan melantik enam orang menteri yang diharapkan mampu memperbaiki kinerja Kabinet Kerja yang mulai mengalami banyak permasalahan dan tantangan. Berikut adalah posisi kementrian yang mengalami perubahan dalam Reshuffle Kabinet Kerja Jilid 1,

1. Menteri Koordinator (MenKo) Perekonomian Darmin Nasution menggantikan Sofyan Djalil
2. Menteri Koordinator (MenKo) Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan menggantikan Tedjo Edhi Purdijanto
3. Menteri Koordinator (MenKo) Kemaritiman Rizal Ramli menggantikan Indroyono Soesilo
4. Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong menggantikan Rahmat Gobel
5. Menteri Bappenas/PPN Sofyan Djalil menggantikan Andrinof Chaniago
6. Sekretaris Kabinet Pramono Agung menggantikan Andi Widjajanto

Keputusan pelantikannya enam menteri tersebut menyebabkan berbagai macam sentimen masyarakat terhadap Kabinet Kerja Jilid 1. Beberapa diantaranya menganggap Bapak Jokowi telah salah memilih orang dalam kabinetnya, selebihnya mengharapkan hal tersebut adalah keputusan terbaik yang dilakukan untuk memecahkan permasalahan bangsa. Menurut analisa Departemen Pengkajian Wacana Keluarga Muslim Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (KMFH UGM), pergantian posisi Rahmat Gobel oleh Thomas Trikasih Lembong sebagai Menteri Perdagangan merupakan hal yang tidak tepat. Hal tersebut dikarenakan membutuhkan sumber daya yang dapat ‘blusukan’ turun langsung menganalisa perkembangan neraca perdagangan di setiap sektor pasar dalam negeri. Karakter tersebut tidak dimiliki oleh Bapak Lembong yang ahldi dalam bidang pasar modal dan investasi, namun menjadi nilai tambah untuk Bapak Gobel.yang ahli dalam bidang perdagangan riil. Lain halnya dengan pendapat Probo Sujono sebagai ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) yang menyatakan bahwa permasalahan kisruh harga sembako dan bahan pangan saat itu dapat diselesaikan dengan kolaborasi program kebijakan dari tiga menteri yang cukup menjanjikan, Bapak Darmin yang berkelana di dunia perekonomian didampingi oleh Bapak Rizal sebagai MenKo Kemaritiman, dan Bapak Thomas sebagai Menteri Perdagangan. Paket tersebut menjadi modal kepercayaan masyarakat terhadap Kabinet Kerja Jilid 1.

Pasca Reshuffle Kabinet Kerja Jilid 1, sebuah survey yang dilaksanakan oleh Lembaga Saiful Mujani Reseacrh and Consulting (SMRC) menunjukan bahwa pada bulan Desember 2015, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Kabinet Kerja berada pada angka 53% . Survey tersebut menunjukan terjadinya peningkatan kepuasan masyarakat dibandingkan dengan survey pada bulan Juni sebesar 41%. Hal tersebut menunjukan bahwa Reshuffle Kabinet Kerja Jilid 1 telah memberikan pengaruh positif dalam kebijakan beberapa seckor.
Entah menjadi sebuah hobi atau kebutuhan Bapak Jokowi, pada tanggal 27 Juli 2016, Bapak Presiden Republik Indonesia kembali melakukan Reshuffle kabinetnya. Beberapa pengamat politik menyatakan bahwa tindakan yang dilakukan Bapak Jokowi merupakan langkah untuk mengakomodir perubahan kondisi peta politik Indonesia. Selain itu, keputusan tersebut menjadi bukti bahwa Bapak Presiden dapat berlaku tegas pada kementrian yang kontra-produktif dari visi dan misi kepresidenannya. Reshuffle yang dilakukan harapannya dapat memperkuat soliditas dan kolaborasi antar kementrian dalam cabinet serta meningkatkan kinerja pos-pos kementrian sebagai kunci pembangunan berkelanjutan.

Beberapa nama berikut merupakan hasil keputusan Bapak Jokowi dan Bapak Jusuf Kala dalam Reshuffle Kabinet Kerja Jilid 2,

1. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menggantikan Ignasius Jonan
2. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Archandra Tahar menggantikan Sudirman Said
3. Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto menggantikan Saleh Husin
4. Menteri Pendidikan Nasional Prof. Huhadjir Effendy menggantikan Anies Baswedan
5. Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Eko Putro Sanjoyo menggantikan Marwan Jafar
6. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur menggantikan Yuddy Chrisnandi
7. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menggantikan Bambang Brodjonegoro
8. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menggantikan Thomas Lembong
9. Menteri Koordinator (MenKo) Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menggantikan Luhut Binsar Pandjaitan
10. Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil menggantikan Ferry Mursidan Baldan
11. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong menggantikan Franky Sibarani
12. Wakil Menteri Perindustrian Franky Sibarani (posisi baru)
13. Menteri Koordinator (MenKo) Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menggantikan Rizal Ramli

Sebanyak 13 posisi baru dapat terus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Kabinet Kerja Jilid 2. Hadirnya beberapa kalangan professional seperti Ibu Sri Mulyani dan Bapak Archandra Tahar menjadi harapan khususnya Bapak Jokowi untuk memperbaiki sistem perekonomian dan kondisi sumber daya mineral Indonesia yang sedang carut marut diperebutkan. Harapan lain pun turut muncul pada beberapa pos kementrian lainnya sebagai kunci pembangunan berkelanjutan.

Belum genap dua tahun, Kabinet Kerja telah mengalami dua kali Reshuffle. Sebagian orang mungkin mencibir, namun banyak diantaranya yang masih menyimpan harapan optimis untuk Indonesia. Serdadu prajurit yang Bapak Jokowi pilih tentu sudah diberikan tugas besar nan mulia untuk memperbaiki kondisi problematika pada posnya masing-masing. Semuanya kembali bertujuan untuk mensejahterakan rakyat Indonesia. Semoga dan semoga Bapak Jokowi tidak salah pilih akan hal ini. [FIKRI HIDAYATULLAH]


***


Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044
SHARE