Mengasah Kepekaan Sosial di Kompetisi Presentasi Desa Produktif Sociopreneur Camp 2017

0
348

Sociopreneur Camp 2017 telah berjalan selama lima hari, namun semangat para Etoser tetap berkobar. Agar semangat tersebut tak lekas padam, pada Senin (07-08), para penerima manfaat Beastudi Etos dari enam belas kampus di Indonesia mengikuti Kompetisi Presentasi Desa Produktif (Despro) yang diadakan di Aula Kahuripan Taman Candra Wilwatikta, Pasuruan, Jawa Timur. Kompetisi tahunan ini merupakan bagian dari Despro Competition yang digaungkan pada April lalu. Sebanyak lima belas tim dari lima belas daerah binaan Desa Produktif diantaranya Bandung (Sekeloa dan Nangereng), Banten, Surabaya, Malang, Padang, Ambon, Jakarta, Malang, Jogjakarta, Semarang, Makassar, Samarinda, Aceh, Medan, dan Bogor, akan bersaing memperebutkan gelar jawara.

Despro KOmp 2Setiap tim diminta mempresentasikan program-program Despro di masing-masing wilayah dengan mengangkat keunikan daerah bersangkutan. Namun penilaian tak hanya didasarkan pada keunikan semata, tetapi juga relevan dengan Rencana Program dan Rencana Strategis Despro Wilayah,  dapat diterapkan di masyarakat sebagai bagian dari pengembangan program, dan dapat memberdayakan masyarakat serta menjadi solusi mengentaskan masalah bangsa.

Sejak pagi hingga sore hari, satu persatu tim Despro per wilayah mempresentasikan program mereka, tak disangka setiap tim memiliki program-program mumpuni. Terang saja hal ini membuat dewan juri bingung dibuatnya.

“Banyak sekali program bagus yang digadang adik-adik Etoser dalam presentasi mereka, beberapa bahkan terlihat sangat matang baik secara konsep maupun eksekusi di lapangan. Hanya saja kami masih mencari yang terbaik dari yang terbaik,” ujar Eko Sriyanto, dewan juri dari Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa.

Tekad kuat untuk memenangkan kompetisi ini sangat terlihat dari cara peserta mempresentasikan program-programnya, tekad tersebut berkolerasi dengan hadiah yang bisa mereka bawa pulang.  Jika mereka memenangkan kompetisi ini maka mereka akan diganjar hadiah uang pembinaan sebesar Rp 20 juta, hadiah tersebut nantinya dapat digunakan untuk mengeksekusi program mereka di masyarakat.

Tetap semangat para pejuang Desa Produktif! (AR)

***

Desa Produktif (Despro) merupakan laboratorium sosial bagi Etoser. Mereka dilatih agar menjadi problem solver bagi masyarakat, menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi masyarakat. Karena kelak, ketika mereka menjadi pemimpin, mereka juga akan menghadapi masalah yang sama untuk diselesaikan, meski dengan skup yang lebih besar.

Program Despro sudah berjalan bertahun-tahun dalam rangka ikhtiar membangun Negeri, tumbuh dan berkembangnya program sangatlah penting untuk diperhatikan dalam rangka memperluas kebermanfaatan. Selain itu, sangat penting untuk menjaga semangat kontribusi karena sejatinya kebaikan seseorang diukur dari sejauh mana kebermanfaatan mereka.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY