Menjadi Pemimpin

180
• Kunjungan Linmart UNY ke SSC FIB UNS pada Sabtu 26 November 2016

Oleh: Nabila Nurul Chasanati

Seorang pemimpin berguna tidak hanya untuk dirinya tetapi bermanfaat bagi orang lain. Setiap individu mempunyai cara sendiri untuk memimpin. Banyak orang yang terkadang tidak percaya diri dengan kemampuan yang dimilikinya. Jika harus membandingkan, selalu saja ada celah bagaimana karakter diri tidak bisa sebanding dengan amanah yang akan diembannya. Setiap orang butuh proses. Terkadang kekurangan diri kita untuk mengombinasikan dengan lingkungan selalu memberi celah kekurangan. Anggapan bahwa kita tidak memiliki kemampuan memimpin, itu salah. Sebenarnya dalam diri kita masih berkutat dengan kemungkinan-kemungkinan yang menjadikan diri kita selalu mundur. Padahal belum dilaksanakan dan masih di alam awang-awang.

Kita perlu belajar bagaimana lingkungan memberi apresiasi atas diri kita. Kemampuan yang sudah diapresiasi itu setidaknya kita tindak lanjuti menjadi kerja nyata. Memimpin orang lain selalu berkorelasi bagaimana manajemen diri sendiri. Orang lain bukan benda mati tetapi makhluk hidup yang saling membantu dan membangun satu sama lain.

Negeri ini sudah banyak diisi ketidakbaikan. Tugas manusia mengambil alih ketidakbaikan tersebut menjadi kebaikan yang berdampak luas. Sedikit ketidakbaikan yang tidak terorganisir masih kalah dengan kebaikan yang terorganisir. Menjadi orang yang turut aktif menyebar kebaikan menjadi massif. Itulah yang menjadi tugas seorang pemimpin.

Kesempatan bertemu dengan pemimpin-pemimpin yang membangun ketidakbaikan menjadi kebaikan merupakan langkah kolaborasi yang tepat. Merawat Negeri ini dikembangkan dengan jalan perlahan dan langkah pasti dan tegas. Melakukan gerakan sosial yang berdampak bagi masyarakat. Memberikan kebermanfaatan dengan potensi dan kemampuan yang kita miliki. Jangan berpikir bahwa hal itu dilakukan melalui langkah besar. Tetapi terkadang langkah kecil yang dilakukan secara terus menerus dan konsisten tetapi memiliki dampak yang meluas menjadi sebuah gerakan kebaikan yang massif. Karena jika kebaikan-kebaikan itu terhimpun maka perbaikan akan semakin mudah untuk dilakukan. Negeri ini bukan milik golongan tertentu, bukan milik agama tertentu tetapi milik kita semua. Negeri yang hadir oleh perjuangan rakyat Indonesia untuk membebaskan diri dari penjajahan. Lalu, apakah benar kita benar-benar merasa sudah merdeka? Belum. Menjadi tugas kita untuk melakukan perjuangan yang tertunda. Menjaga negeri ini sangat penting, diam adalah bentuk pengkhianatan. Perjuangan masih panjang. Banyak catatan sejarah yang harus kita selesaikan. Mewujudkan Indonesia yang digdaya bukan bualan Mimpi semata. Bisa jadi, semua langkah kaloborasi yang kita lakukan mampu menjadi jawabannya. Karena Negeri ini milik kita, bukan milik bangsa manapun dan kita sudah menyepakati berarti menjadi tugas kita bersama untuk merawat dan menjaganya. Apakah Kita harus lupa bahwa kita berdiri di tanah apa kalau bukan Indonesia?

Salam Negarawan Muda!


***


Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044
SHARE