Menyoal Sehari Penuh

232

Oleh: Kartika Isna Sujati

Penerima Manfaat Beasiswa Aktivis Nusantara Angkatan 6

Indonesia beberapa waktu lalu digegerkan dengan reshuffle kabinet kerja Presiden Joko Widodo yang kesekian kalinya. Dan kali ini membuat seantero Nusantara heboh, tentu saja pro-kontra tetap ada. Ada yang menyayangkan, ada yang menjadi pendukung penuh pula. Tentunya Presiden Joko Widodo memiliki alasan mengapa me-reshuffle kabinet kerjanya kali ini. Salah satunya adalah hak prerogatif presiden.

Menyusun menteri dalam membantu kinerja presiden menjalankan pemerintahan merupakan hak penuh yang dimiliki hanya oleh presiden, sehingga tentunya seorang menteri akan bertanggung jawab penuh terhadap presiden, bukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Termasuk dalam hal shuffle me-reshuffle ini.

Salah satu nama yang banyak mengejutkan khalayak yaitu penggantian nama Anies Baswedan menjadi Muhadjir Effendy. Mengepalai Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dirasa kurang cukup dalam membuat kebijakan pendidikan. Tentunya Jokowi memiliki harapan besar kepada Muhadjir Effendy untuk membuat perwajahan baru dunia pendidikan. Dan benar saja, setelah settle  pada amanah baru tersebut, Muhadjir Effendy merancang banyak sekali ide yang tentu saja untuk kemajuan bangsa Indonesia. Berikut ini diantaranya.

Resonansi finansial bertujuan untuk mengganti sertifikasi guru. Hal tersebut merupakan salah satu rencana kebijakan publik yang pada akhirnya tidak dibenarkan. Dan yang sangat heptic yaitu rencana kebijakan penerapan full day school untuk tingkat sekolah dasar dan menengah pertama. Tentu saja kebijakan ini menimbulkan reaksi yang beragam dikalangan masyarakat.

Menyoal sehari penuh ini, dampaknya akan dirasakan berbagai kalangan, baik kalangan menengah ke bawah maupun kalangan menengah ke atas. Keluarga menengah ke atas yang notabene memiliki kesibukan yang memakan waktu hingga sore bahkan malam akan sangat diuntungkan dengan adanya full day school bagi anaknya. Namun, bagi kalangan menengah ke bawah akan merasakan “missing opportunity” bila anaknya harus mengikuti full day school. Ini dikarenakan, biasanya, anak memiliki tugas mulia membantu kedua orang tuanya untuk melakukan beberapa tugas seusai sekolah.

Tidak hanya itu, melaksanakan full day school butuh persiapan yang tidak sedikit. Hitung saja mulai dari guru. Guru pun harus menyiapkan diri dengan berbagai perangkat pembelajaran yang membuat siswa nyaman dan bahagia ketika mengikuti full day school. Secara jasmaniah, guru harus memiliki daya tahan tubuh untuk “berdiri” di depan kelas seharian. Di sisi lain, ini merupakan keuntungan karena jam mengajar kelas akan sangat bertambah banyak, sehingga guru tak perlu berebutan memenuhi jatah jam mengajar untuk pemenuhan syarat kenaikan pangkat ataupun sertifikasi.

Selain kesiapan sumber daya manusianya, fasilitas sekolah dinilai memiliki andil besar dalam memenuhi kebutuhan siswa, terutama dalam hal makanan. Full day school  menuntut kantin sekolah memiliki kualitas dan kuantitas makanan yang mendukung pemenuhan gizi dan energi bagi siswanya. Ini dikarenakan, anak-anak usia sekolah dasar dan sekolah menengah berada pada masa pertumbuhan, sehingga memerlukan energi yang cukup besar dalam mendukung pertumbuhan dan energi belajar seharian.

Full day school tidak melulu membongkar bagaimana pemenuhan jam guru untuk sertivikasi, namun melulu soal kesiapan segala sektor, bahkan kompleksitas sektor. Mulai dari siswa, orang tua, guru, sekolah, kurikulum, pemerintah, dan sebagainya. Artinya kompleksitas besar ini memerlukan kesiapan yang luar biasa harus ditata. Penguatan di masing-masing lini pun memerlukan waktu yang tidak pendek. Dan kembali lagi, Indonesia terbiasa gagap dengan sistem kebijakan baru, sehingga apa yang bergulir seolah tidak pernah matang untuk dituntaskan. S

Satu contoh yaitu kurikulum 2013 yang hingga kini masih dalam tahap penyempurnaan. Dan harapannya sekolah sehari penuh pun harus memiliki persiapan penuh, tidak melulu soal menteri baru kebijakan baru. Wallahu alam bish showab.


***


Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044
SHARE