Nyala Diri Seorang Aktivis

125

Oleh: Muhammad Nazali Yusuf

Apa yang ada dibenakmu ketika mendengar kata “Aktivis” ?

Orang yang suka demo yang diwarnai kekerasan fisik seperti dorong-dorongan, adu jotos, lempar-lemparan batu hingga petasan, merusak fasilitas-fasilitas umum yang ada di sekitar? Mungkin jawaban seperti ini adalah jawaban yang lumrah untuk ditemukan.

Pada dasarnya kita mesti tahu dulu nih, demonstrasi sebenarnya bukanlah hal yang buruk karena itu adalah sebuah corong aspirasi . Namun, apabila demo tersebut dilakukan dengan anarkis maka akan menjadi sebuah hal yang sangat buruk loh, apalagi jika demonstrasi yang anarkis itu dilakukan oleh kaum intelektual kayak mahasiswa.

Terus kenapa seorang aktivis suka demo? Soe Hok-gie, salah seorang pelopor demonstrasi mahasiswa angkatan ’66 pernah berkata “mahasiswa sebagai kaum intelektual tidak seharusnya berada di menara gading dan hanya mencari ilmu saja, tapi mahasiswa juga harus bisa dan mau turun ke tengah-tengah masyarakat, mendengarkan jeritan mereka, dan kalau perlu menjadi garda terdepan dalam penyampaian jeritan masyarakat”.

Apakah aktivis hanya berdemo?. Tidak, demonstrasi adalah salah satu metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Menjadi media adsorben suara-suara rakyat yang mungkin luput dari kaum-kaum elit pemerintah merupakan symbol kebermanfaatan seorang aktivis. Garis yang perlu diberikan adalah apapun yang dilakukan seorang aktivis haruslah memberi kebermanfaatan terhadap lingkungan sekitar, baik di kampung ataupun Negara. Kegiatan sukarelawan yang menginisiasi kampung sehat, atau pendidik yang mengajar di pelosok desa merupakan seorang aktivis. Seorang pelopor yang menjadi lilin kebermanfaatan.

Sedikit tentang saya, dalam naungan Beasiswa Aktivis Nusantara, saya diberi deskripsi tentang karakter aktivis bagaimana yang seharusnya dijadikan tujuan. Saya diberi amanah sebagai Kepala Project program Save Our Children sebagai media belajar tentang hal tersebut, sebuah program mendidik anak-anak kuraang mampu yang membutuhkan fasilitas baik ilmu ataupun media pengembangan diri yang berlokasi di sepanjang sungai musi daerah 4 ulu, Palembang.

SOC merupakan bentuk sumbangsih sederhana dengan tujuan mampu memberikan dampak yang besar di masyarakat nantinya. Dimana mendidik anak-anak merupakan fondasi untuk Negara kedepannya. 20 anak yang kami didik mungkin bukan angka yang signifikan , tapi diharapkan pengaruh yang didapatkan 20 orang ini akan menyebar melalui tindakan, respon serta kebiasaan yang telah dibangun bersama SOC di lingkungan sehari-hari. Sehingga, menjadi lilin yang memberi kebermanfaatan. Contoh: ketika kami membiasakan anak didik untuk memberikan salam kepada setiap orang yang ia jumpai, atau menghargai orang yang lebih tua dan nilai lain-lain.

Begitulah, kebermanfaatan sekecil apapun harus kita usahakan sebagai bentuk peduli dan pengabdian terhadap masyarakat dan Negara. Apapun medianya mulai dari demonstrasi dalam rangka membela hak-hak rakyat yang digasak, pengabdian sosial untuk memberikan dampak langsung kepada masyarakat, ataupun berbagi ilmu terhadap teman-teman sejawat merupakan bentuk kebermanfaatan dari seorang Aktivis. Semuanya harus dimulai dari langkah kecil yang dilakukan dari sekarang.


***


Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044
SHARE