Opsi Lain Setelah Batalnya Marger Bank Syariah

278
SAMSUNG CSC

Oleh: Kamal Ibrahim, Aktivis Kepakaran Ekonomi Syariah SEBI – Dompet Dhuafa dan Peneliti Junior SIBE-C.

Rencana marger bank syariah dipastikan batal. Kebijakan ini ditentukan setelah Presiden Joko Widodo pulang lawatannya ke timur tengah. Pemerintah mendapatkan tawaran dari negara timur tengah, berupa suntikan modal untuk bank syariah. Marger bank syariah BUMN yang awalnya di gadang-gadang sebagai solusi. Hanya menjadi wacana besar setelah pemerintah mendapatkan opsi lain. Ada tiga bank syariah BUMN yang akan di marger yaitu, Bank Syariah Mandiri, Bank Rakyat Indonesia Syariah dan Bank Negara Indonesia Syariah.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa industri perbankan syariah di Indonesia mengalami penurunan. Market share perbankan syariah terus merosot pada dua tahun terakhir. Maka sebagai wujud dukungan pemerintah, marger tiga bank syariah BUMN dianggap menjadi sebuah solusi. Dengan jumlah aset yang terbilang cukup kecil. Menyebabkan bank syariah tidak bisa berkembangan dengan pesat. Terutama dalam memberikan pembiaayan-pembiayaan yang memiliki nilai kontrak yang besar. Mereka belum bisa bersaing dengan bank konvensional lainnya.

Marger bank syariah sendiri bukanlah sebuah kebijakan yang terbaik. Ada beberapa permasalahan yang akan di hadapi ketika marger menjadi pilihan. Sorotan yang paling besar adalah, apakah terdapat pengaruh yang signifikan ketika bank syariah BUMN dimarger. Apabila kita melihat dari aset tiga bank syariah BUMN. Aset yang terkumpul baru mencapai seper empat dari aset bank konvensional terbesar keempat di Indonesia. dilihat dari ini saja, bank syariah dianggan belum siap untuk bergelut dengan perbankan konvensional walaupun sudah adanya marger.

Opsi yang sekarang dipilih oleh pemerintah untuk mengembangkan perbankan syariah di Indonesia. Dengan memberikan kesempatan bagi neara GCC dan Saudi untuk menjadi investor di perbankan syariah di Indonesia. Agar para investor semakin tertarik untuk menggelontorkan dananya ke Indonesia. Pemerintah harus memberikan dukungan kepada perbankan syariah di Indonesia. Dan hal ini akan menambah keyakinan bagi para investor. Salah satunya dengan adanya strategi jangka panjang untuk mengembangkan perbankan syariah. Seperti menerbitkan peraturan-peraturan untuk memberikan ruang lebih besar bagi perbankan syariah. Kita mengetahui bahwa dana haji yang dikelola kemenag belum sepenuhnya dikelola oleh bank syariah. Padahal hal ini sangat membantu bank syariah untuk mendapatkan dana murah yang nantinya bisa mereka kelola. Langkah berikutnya bisa menjadi partner bagi kementrian atau instansi negera dalam penyaluran gaji. Hal ini sudah dilakukan ketika kebijakan dari kementrian keuangan terkait pemeberian lampu hijau bagi perbankan syariah dalam menyalurkan gaji PNS.

Konsen pemerintah dalam mendukung bank syariah untuk terus berkembang. Bisa mendapatkan dua keuntungan, pertama akan meningkatkan kedudukan Indonesia sebagai pusat keuangan syariah dunia. Kedua, banyaknya para investor yang akan berbondong-bondong datang untuk memberikan dananya. Namun sejak pemerintahan Era SBY, dukungan tersebut tidak dilihat serius. Terbukti belum adanya kebijakan pemerintah yang mendukung keuangan syariah terutama perbankan syariah.

Maka harapan para pelaku industri keuangan syariah untuk Pak Jokowi. Agar memberikan dukungan nyata terhadap industri keungan syariah. KNKS yang telah dibentuk diharap tidak hanya sebagai “pencitraan” pemerintah. Akan tetapi berfungsi untuk mendukung penuh Indonesia untuk menjadi pusat keuangan syariah dunia. Maka langkah strategis yang harus segera dilakukan, agar perkembangan industri keungan syariah di Indonesia semakin pesat.

SHARE