Panggung Inspirasi “Yang Muda Yang Menggerakkan”

497

Auditorium Bale Santika Unpad, Kampus Unpad Jatinangor

19 Februari 2016

Pemuda sebagai agent of change kini bertransformasi, aksi nyatanya tidak hanya dengan turun kejalan, tetapi juga melalui tindak nyata dalam memberikan sumbangsih keilmuannya untuk mengatasi permasalahan bangsa. Dengan membawa keyakinan Soekarno dalam memberikan kepercayaannya kepada pemuda yang mampu mengubah dunia, panitia yang merupakan awardee dari Beasiswa Aktivis Nusantara regional Bandung kampus Unpad dan ITB, menyelenggarakan acara seminar Inspiratif yang menghadirkan inspirator muda dengan karyanya.

Inspirator tersebut adalah, Ricky Elson Founder Lentera Angin Nusantara dan Penemu Mobil Listrik Selo dan Gendhis. Dalam kesempatannya, Ricky Elson memberikan realita keadaan bangsa Indonesia hari ini, pendidikan yang tidak merata, kemajuan pembangun yang masih terpusat di kota, dan kondisi daerah tertinggal Indonesia yang jauh dari fasilitas listrik, beliau berpesan, kepada semua pemuda yang hadir, bahwa untuk berkarya yang dibutuhkan adalah kemauan. Seperti kincir angin yang ia buat bersama teman-temannya untuk memberikan aliran listrik kedesa, bukan dilakukan oleh para engineer dibidang teknik elektro, tapi dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kemauan untuk berkarya.

Kedua, Goris Mustaqim Founder Asgar Muda Foundation, dengan jargon ‘Membangun Bangsa Dari Desa’. Kang Goris memberikan semangat kepada pemuda yang hadir, bahwa untuk berkarya melakukan pengabdian harus dilakukan dari yang kecil dan SEKARANG! Jika saja masing-masing kita yang duduk dibangku kuliah kembali ke desa, melakukan pendekatan dan peka terhadap permasalahan yang ada tentu akan membawa kemajuan disetiap desa di Indonesia, seperti yang telah ia lakukan di Garut. Kendala akan modal, tidak menjadi persoalan yang terpenting adalah dimulai walau kecil dan tidak menundanya.

Ketiga Ibu Rina Fatimah, Direktur Pendidikan Dompet Dhuafa, pendidikan adalah pendongkrak terbesar kemajuan bangsa, jika pendidikan suatu bangsa tertinggal, maka tertinggal pula bangsanya. Berdasarkan pengalamannya dalam menjaga sistem KBM di Aceh, bukanlah sesuatu yang mudah dalam memastikan sebuah sekolah mau dan mampu menerapkan sistem pendidikan yang dibuat oleh pemerintah, ditambah lagi sistem pengawasan yang masih belum turun dalam keseharian pendidikan itu dilakukan, sehingga banyak sekolah negeri hari ini, yang memotong jam kegiatan belajar, bahkan di Aceh tempat beliau pernah mengabdi karena rendahnya tingkat kehadiran guru di kelas, siswa lebih memilih pergi ke tambang untuk mengangkat batu daripada duduk di kelas dan belajar. Beliau berpesan kepada seluruh pemuda, dari setiap kita yang dimampukan untuk duduk di bangku kuliah, maka pendidikan orang-orang di bawah kita adalah tanggung jawab kita yang sudah dilebihkan ilmunya.

Keempat, Dr. Dwi Purnomo, penerima penghargaan dari Kemenpora RI 2015, sebagai penggerak UMKM Indonesia dan berprofesi sebagai dosen di Fakultas Teknik Industri (FTIP) Pertanian Unpad. Dengan menggunakan Design Thinking sebagai pendekatan Socio-Entreprenuer. Beliau menerapkan bagaimana nilai dalam dunia pendidikan menjadi akibat bukan tujuan, dahulu IPK rata-rata mahasiswa di juruan TIN (Teknik Industri Pertanian) 3,2. Namun kemudian beliau menggunakan proses design thinking, di mana mahasiswa TIN diajak untuk membuat produk pangan inovasi berdasarkan minat mereka, sehingga dalam pengerjaannya mahasiswa yang tidak begitu suka dengan kimia, matematika, ekonomi, kemudian belajar dengan sendirinya, karena adanya kebutuhan untuk belajar tersebut, kini di TIN Unpad terdapat beberapa produk Inovasi yang sudah beredar di pasar lokal Indonesia seperti Fruits Up, Your Good, Nom’s dll. dengan adanya kebutuhan belajar yang meningkat saat ini IPK rata-rata mahasiswa TIN Unpad berada di angka 3.6 dan muncul beberapa pengusaha muda yang memperdayakan masyarakat dalam menjalankan roda bisnisnya. Dalam kegiatan ini juga hadir bapak Laja Lapian dari Indonesia Setara dan Bapak Sonson N. M, Staff ahli Pemerintah Kabupaten Sumedang.

Acara selanjutnya bedah buku “Hak Rakyat Digasak, Mahasiswa Bergerak” yang membedah, praktik yang dilakukan PM Bakti Nusa dalam melakukan pengabdian dan berkontribusi aktif di kehidupan masyarakat, salah satunya Elvira Js dalam #Gerakan1000kakipalsu yang menceritakan proses pendidikan mental bagi penyandang tunadaksa dan pemuda yang hadir untuk meminimalisasi tindak diskriminasi masyarakat tertentu yang memiliki keterbatasan, ia berpesan dalam setiap kontribusi terhadap kegiatan memberi, namun perlu diingat untuk “Memberi Tanpa Merusak” karena dalam proses pemberian selalu ada dampak yang mengikuti baik itu kebaikan untuk penerima, atau tanpa sengaja bahkan mampu membuat perusakan mental terhadap penerimanya. Pembedah lainnya, Vica Astrianti Dwiputri yang melakukan aksi penyelamatan terhadap Siti yang hidup di pasar dalam lingkungan prostitusi bebas yang diupayakan untuk bersekolah kembali. Dan masih banyak cerita perjuangan para PM Bakti Nusa yang telah berkontribusi di masyarakat. Buku “Hak Rakyat Digasak, Mahasiswa Bergerak” bisa didapatkan dengan melakukan Order di Yayasan Pendidikan Dompet Dhuafa.

Acara ditutup dengan sosialisasi Seleksi Aktivis Nusantara 2016. Terbuka untuk mahasiswa dari seluruh jurusan di sembilan PT, yakni Unpad, ITB, IPB, UI, UGM, UNS, UNSRI, UNJ dan UNY. Download pendaftaran di bit.ly/seleksiaktivis2016.

Rektor Universitas Padjadjaran pernah berkata, bahwa dalam sebuah kebaikkan selalu dilakukan dengan kolaborasi berbagai unsur, salah satunya media sebagai unsur dari kebaikan tersebut, jika hari ini kebaikan dalam acara tersebut sampai pada orang-orang yang tepat lalu terusik hatinya untuk ikut berkontribusi aktif maka, telah terjadi sebuah rantai manfaat yang memberikan solusi dari setiap permasalahan yang hadir, untuk itu, kami mengajak rekan media untuk turut serta membagikan kebaikan dalam acara “Panggung Inspirasi” semoga kita selalu dimampukan untuk memberikan kontribusi terbaik kita untuk bangsa. Salam!


***


Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044
SHARE