Pelajarpun Kini Melek Pemberdayaan Masyarakat

174
tunas indonesia

Bagi sebagian besar pelajar, membantu seorang tukang bakso yang gerobaknya reyot dan bagaimana mengembangkan usaha baksonya menjadi sukses merupakan  hal yang mustahil. Jangankan melakukan , membayangkannyapun mungkin belum pernah. Inilah salah satu contoh kecil, bagaimana kerja-kerja sosial sangat sedikit sekali dipahami oleh para pelajar kita, meski boleh jadi merekapun pernah melakukannya dalam skala kecil.

Hal itulah yang kemudian dipotret  oleh Dompet Dhuafa dan menjadikan ini sebagai salah satu materi kegiatan Tunas Indonesia di hari yang kedua. Tema besar yang diangkat di materi ini adalah “Pemberdayaan Masyarakat, Kata Siapa Pelajar Nggak Bisa Berbagi”. Penyampaian materi ini pun tak tanggung-tanggung disampaikan langsung oleh Direktur Eksekutif Masyarakat Mandiri Dompet Dhuafa, Armie Robi.

Menurut alumni IPB ini, boleh jadi sebagian besar pelajar kita tidak pernah berpikir melakukan kerja-kerja sosial. Hal ini lanjutnya,  bisa dibuktikan dengan berapa orang pelajar yang mempunyai cita-cita menjadi pekerja sosial, seperti relawan, pemerhati penyu dan lain sebagainya. Kenyataan inilah yang coba didobrak dan kemudian diberikan pencerahan oleh pembicara yang sudah lebih dari 15 tahun berkecimpung dipemberdayaan masyarakat ini.

“Sebagai pelajar, sebenarnya kita bisa berbagi dan peduli dengan  berbuat banyak hal untuk masyarakat termasuk dilingkungan sekolah. Bisa berbagi ilmu pengetahuan, bisa juga memberikan bantuan” ujar Armie Robi. Lebih lanjut pria asal Padang ini menjelaskan bahwa kegiatan sosial bisa dengan santunan langsung bisa juga dengan pemberdayaan ekonomi, keduanya baik, tergantung kondisi yang ada dimasyarakat dan disesuaikan juga dengan potensi yang dimiliki.

Selain dengan penyampaian materi, untuk menambah wawasan serta kemampuan pelajar dalam menyusun sebuah program sosial maka dilakukan pula diskusi dan workshop pembuatan proposal sosial. Para peserta yang berasal dari 24 SMA/sederajat  inipun dipecah menjadi kelompok-kelompok kecil yang hanya terdiri dari 5 orang dan harus dari sekolah yang berbeda. Dengan seperti ini, mereka bisa bertukar pengalaman dan menambah jalinan persahabatan pula. Hal ini pula diungkapkan oleh salah satu peserta yang bernama Risky Maulana siswa kelas XII SMU 1 Ciawi. “Acara ini cukup menarik, karena membentuk karakter pemimpin yang peduli, selain itu karena diadakan dibulan Ramadhan pastinya bisa menambah nilai kebaikan untuk kita “  (arya)

SHARE