Pemuda Menjadi Tulang Punggung Indonesia

665

Oleh: Eka Anugrah (Unpad/BA 5)

Indonesia ini negeri yang indah, namun penuh dengan masalah.
Meskipun begitu, kita tidak boleh lelah untuk mencintai Indonesia.

Ketika berbicara tentang Indonesia hari ini tentu saja begitu ramai dengan hal-hal yang kontraproduktif, bahkan cenderung pesimis akan masa depan negeri ini. Indonesia hari ini dihadapkan dengan berbagai persoalan pelik yang melanda dirinya. Mulai dari persoalan pendidikan, sosial, politik, ekonomi, hukum hingga persoalan lingkungan menjadi wajah yang terlihat hari ini. Semuanya berupa permasalahan-permasalahan yang terus silih berganti datang. Sudah 70 tahun Indonesia merdeka, selama itu pula Indonesia telah berusaha berbenah hingga hari ini, hingga detik ini. Persoalan-persoalan yang hadir seperti menjadi sebuah rutinitas yang belum terpecahkan hingga hari ini, solusi-solusi yang pernah ditawarkan seakan-akan tak mampu untuk meredam gelombang masalah yang datang silih berganti. Pada sektor pendidikan, kita akan menemukan sebuah kondisi di mana harus segera diperbaiki yaitu perihal penyelenggaran ujian nasional (UN) yang masih banyak evaluasi di berbagai daerah, selain itu penyelenggaran pendidikan yang belum merata diseluruh Indonesia menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi bersama. Sektor sosial pun tak kalah mirisnya, pada sektor ini menyumbangkan persoalan kemiskinan yang menjadi akar dari permasalah sosial yang ada. Kemudian pada sektor lainnya pun demikian, pada sektor politik dan hukum baru-baru ini sedang ramai perihal kasus rekaman Ketua DPR RI Setya Novanto yang menggegerkan perpolitikan nasional. Selain itu kasus korupsi para anggota dewan yang tak kunjung usai menjadi cambuk yang sangat keras untuk negeri ini agar segera sadar dan berbenah. Tak cukup sampai disitu, penegakan hukum dan HAM yang cenderung tajam ke bawah sedang tumpul ke atas menjadi catatan yang perlu digarisbawahi oleh para aparat penegak hukum agar senantiasa bersikap adil dalam menegakan hukum di negeri ini. Dari sektor lingkungan, permasalah kabut asap di wilayah Sumatera dan Kalimantan yang tak kunjung usai hingga beberapa bulan terakhir ini juga menjadi hal yang harus diperhatikan oleh setiap orang, ini menjadi permasalah serius yang mengguncang Indonesia akhir-akhir ini.

Uraian di atas menggambarkan betapa negeri ini sedang sakit, butuh orang-orang yang rela dan ikhlas untuk bisa berbuat dengan segenap kemampuannya memajukan Indonesia, menyelesaikan permasalah-permasalan yang ada di negeri tercinta ini. Menjadi obat dari setiap masalah yang ada hari ini. Orang-orang yang dinanti itu adalah generasi emas penerus bangsa, anak-anak muda Indonesia yang akan menjadi solusi-solusi bagi Indonesia di masa depan.

Pemuda hadir dengan penuh semangat membara, menjadi gerbong-gerbong pemantik perubahan pada setiap zamannya. Sejarah pun banyak mencatat momentum perjuangan tentang pemuda. Ketika kita menengok sejarah perjuangan bangsa Indonesia, peran pemuda sejatinya sangat sentral dan strategis dari setiap peristiwa-peristiwa penting yang terjadi. Bahkan dapat dikatakan bahwa pemuda menjadi tulang punggung dari keutuhan perjuangan melawan penjajahan Belanda dan Jepang ketika itu. Peran tersebut juga tetap disandang oleh pemuda Indonesia hingga kini; selain sebagai pengontrol independen terhadap segala kebijakan yang dibuat oleh pemerintah dan penguasa, pemuda Indonesia juga secara aktif melakukan kritik, hingga mengganti pemerintahan apabila pemerintahan tersebut tidak lagi berpihak ke masyarakat. Hal ini dapat dilihat pada kasus jatuhnya Pemerintahan Soekarno oleh gerakan pemuda, yang tergabung dalam kesatuan-kesatuan aksi mahasiswa dan pemuda tahun 1966. Hal yang sama juga dilakukan oleh pemuda dalam menumbangkan pemerintahan Soeharto 32 tahun kemudian. Peran yang disandang pemuda Indonesia sebagai agen perubahan (Agent of Change) dan agen kontrol sosial (Agent of Social Control) hingga saat ini masih sangat efektif dalam memposisikan peran pemuda Indonesia.

Peran pemuda akan senantiasa hadir dalam setiap agenda-agenda perubahan yang akan terjadi di negeri ini. Pemikiran-pemikiran pemuda akan terus mengalir untuk menyumbangkan solusi-solusi kesuksesan pada setiap zaman. Pemuda identik dengan orang yang senantiasa semangat, semangat itu lahir atas kekuatan keimanan dari diri seorang pemuda. Pemuda akan meraih kesuksesan manakala memiliki keimanan yang kuat, tersedia keikhlasan dijalannya, semangat berjuang semakin bertambah, dan ada kesiapan untuk selalu berkorban serta beramal dalam mewujudkannya. Sepertinya penting bagi pemuda untuk memiliki keempat hal ini, yakni iman, ikhlas, semangat dan amal merupakan karakter dari pemuda. Keempat hal tersebut yang akan mengokohkan peran pemuda dalam menanggung segala beban yang ada. Karena itu, sejak dulu hingga sekarang pemuda merupakan pilar kebangkitan setiap bangsa, menjadi rahasia kekuatan dalam setiap kebangkitan umat. Tanggungjawab yang begitu besar harus diemban oleh pemuda, kewajiban pemuda juga banyak, hak masyarakat yang harus ditunaikan pun semakin berlipat, dan amanah-amanah yang terpikul pada pundak pemuda pun semakin berat. Karena itu, kita sebagai pemuda harus mampu berpikir panjang, harus mampu beramal banyak, berani maju untuk menjadi penyelamat negeri tercinta ini.

Semangat optimisme harus terus digelorakan, sentimen-sentimen negatif tentang Indonesia harus segera dihilangkan. Rotasi kepemimpinan negeri senantiasa dipergulirkan. Ada angkatan tua, juga ada angkatan muda, jika sampai waktunya tiba beban Indonesia itu akan membersamai pundak-pundak kita, para pemuda. Pertanyaan yang akan muncul adalah siapkah kita pada masanya nanti akan menanggung beban Indonesia? Mulai hari ini kita harus meyakinkan pada diri kita masing-masing bahwa kelak ketika amanah Indonesia itu berada pada pundak-pundak kita maka kita akan menerimanya dengan penuh tanggungjawab. Beban Indonesia begitu kompleks, maka dari sekarang kita harus mampu mempersiapkan bekal masa depan, dalam menanggung beban Indonesia. Dengan segala potensi yang dimiliki Indonesia hari ini, saya percaya para pemuda akan mampu membawa Indonesia sejahtera di masa depan. Apalagi pada tiap tahunnya jumlah penduduk Indonesia semakin meningkat. Bahkan, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memproyeksikan bahwa jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2035 mendatang berjumlah 305,6 juta jiwa. Jumlah ini meningkat 28,6 persen dari tahun 2010 yang sebesar 237,6 juta jiwa. peningkatan jumlah penduduk Indonesia tersebut dibarengi dengan meningkatnya penduduk berusia produktif (usia 15 tahun sampai 65 tahun). Menurut Armida (Kepala Bappenas), Indonesia telah memasuki bonus demografi (rasio ketergantungan terhadap penduduk tak produktif) sejak tahun 2012, yakni 49,6 persen. Atas dasar itu, penduduk Indonesia yang produktif lebih banyak daripada penduduk yang tak produktif. Pada tahun 2010, proporsi penduduk usia produktif adalah sebesar 66,5 persen. Proporsi ini terus meningkat mencapai 68,1 persen pada tahun 2028 sampai tahun 2031. Meningkatnya jumlah penduduk usia produktif menyebabkan menurunnya angka ketergantungan, yaitu jumlah penduduk usia tidak produktif yang ditanggung oleh 100 orang penduduk usia produktif dari 50,5 persen pada tahun 2010 menjadi 46,9 persen pada periode 2028-2031. Tetapi angka ketergantungan ini mulai naik kembali menjadi 47,3 persen pada tahun 2035.

Melihat fenomena bonus demografi yang akan menghampiri Indonesia ini, kita harus mampu memanfaatkannya menjadi sebuah peluang. Peluang bagi Indonesia untuk mambu terus berkembang dan tumbuh menjadi negeri yang makmur dan sejahtera. Peran pemuda menjadi sangat penting ketika berbicara tentang kondisi bangsa, perkembangannya dan juga dengan segala permasalahannya. Kita sebagai pemuda harus bisa menempatkan diri sebagai problem solver dalam menyikapi kondisi bangsa hari ini. Kita semua sadar bahwa masa depan bangsa ini ada di pundak kita semua, dan itu merupakan tanggungjawab kita. Oleh karena itu, mari kita terus bersama-sama berjuang, kembali meluruskan niat. Hati dan pikiran menjadi landasan utama dalam menentukan bagaiamana diri kita, selalu tindakan kita harus berawal dari proses berpikir dan merasakan. Niat yang lurus dan bersih ini lah yang akan menjadi pondasi dalam bergerak untuk menunaikan setiap tanggungjawab kita di masa depan. Maka sungguh mutlak kemurnian niat itu. Karena murninya niat akan sejalan dengan konsistenya langkah dan tangguhnya perjuangan. Tanpa niat yang murni maka seseorang akan sangat labil dalam berkontribusi. Semangat dipuji dan terpuruk saat dicaci, semoga itu bukan kita.

Untuk memikul beban dan tanggungjawab terhadap negeri ini tidaklah mudah, banyak tantangan yang harus dihadapi dan dilewati. Kelak, beban Indonesia itu akan ada di pundak kita, pundak para pemuda. Untuk menyongsong itu semua, kalau kata Anis Matta, Untuk menjadi pemimpin Indonesia, kita harus menjadi otaknya Indonesia, menjadi hatinya Indonesia, dan menjadi tulang punggungnya Indonesia. Dan pemuda harus siap menanggung itu semua.

Berjalanlah dengan mantap menuju rumah sejarah ini, menuju pintu gerbang Indonesia emas di masa depan.

Dan bersiaplah menjadi aktor sejarah baru peradaban Indonesia.

Itu adalah kita semua, para Pemuda!

Referensi:

 


***


Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044
SHARE