Perbaikan Kabinet, Perbaikan Kinerja

165

Oleh: Eko Hidayat, BAKTI NUSA 6 Universitas Sriwijaya

Presiden Joko Widodo baru saja mengumumkan susunan menteri-menteri barunya dalam kabinet kerja periode 2014-2019 di Istana Negara pada 27 Juli 2016. Dalam pengumuman tersebut, terdapat sejumlah wajah baru yang menjadi menteri, selain menteri yang digeser posisinya ke kementerian dan lembaga. Alasan perombakan ini dalam rangka mengurangi kesenjangan ekonomi antara yang kaya dengan yang miskin. Perombakan ini diharapkan bisa menyelesaikan masalah perekonomian bangsa saat ini. Ini merupakan langkah konkrit Jokowi dalam menyelesaikan permasalahan internal di kabinet.

Reshuffle atau perombakan dinilai penting untuk menyelesaikan permasalahan yang kompleks saat ini. Reshuffle dapat menjadi bagian dari instrumen penyelesaian masalah kebangsaan yang kompleks, yang mampu membumikan nawacita dan program prioritas nasional sehingga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat. Kesuksesan kabinet ditentukan dari pola koordinasi yang dilakukan presiden ataupun wakil presiden dalam menggerakkan kinerja para menteri.

Reshuffle kabinet adalah kebijakan untuk merombak komposisi kabinet yang sudah berlangsung. Perombakan kabinet dilakukan, baik dengan mencopot jabatan menteri tertentu maupun dengan menggesernya ke jabatan yang lain. Perombakan kabinet biasanya dilakukan atas dasar kinerja para menteri, menanggapi kritik publik, skandal tertentu yang menimpa menteri bersangkutan, atau karena pertimbangan politis. Reshuffle kabinet dilakukan oleh presiden sehubungan dengan fungsinya sebagai kepala pemerintahan yang mempunyai wewenang untuk mengangkat dan memberhentikan menterinya.

Kinerja kementerian dan lembaga tidak pernah terlepas dari sosok menteri yang memimpinnya. Oleh karena itu, peran menteri sangat penting dalam meningkatkan kinerja institusi yang dipimpinnya. Berbagai persoalan di tingkat kementerian dan lembaga baik internal maupun eksternal yang terjadi seperti lemahnya koordinasi antar menteri dinilai telah menghambat kinerja kementerian dan lembaga itu sendiri. Reshuffle juga akan berdampak pada kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan para menteri pada institusinya masing-masing. Kebijakan-kebijakan tersebut dapat menjadi masalah ketika tidak sejalan dan sinergi dengan kebijakan menteri sebelumnya. Hal ini tentunya akan mengganggu pelaksanaan program kerja yang sedang berjalan.

Harapannya, kekhawatiran yang muncul akibat reshuffle kali ini dapat diatasi apabila para menteri yang baru ini mampu memperbaiki kondisi dan berbagai persoalan yang dihadapi. Hal ini dapat dilakukan dengan saling membina hubungan baik antar-kementerian melalu koordinasi dan kerjasama yang baik. Kebijakankebijakan dalam kementerian yang muncul pasca-reshuffle ini juga diharapkan mampu menekankan pada skala prioritas sehingga program kerja dapat berjalan dengan tepat. Monitoring dan evaluasi kinerja seluruh instansi pemerintahan juga diperlukan guna memperbaiki kinerja demi meningkatkan akuntabilitas penyelenggaraan negara.

Oleh karena itu, diharapkan dengan adanya reshuffle kabinet yang kedua ini kinerja pemerintahan dapat menjadi lebih baik dan terus berada pada role position dan dapat bekerja maksimal sesuai cita-cita dan tujuan bersama.

Pergeseran posisi menteri dan lembaga terjadi pada:

  1. Luhut Binsar Panjaitan menjadi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman.
  2. Bambang Brojonegoro menjadi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional.
  3. Sofyan Djalil menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang.
  4. Thomas Trikasih Lembong menjadi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal.

Sementara yang masuk menjadi menteri baru pada kabint ini, antara lain:

  1. Wiranto menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.
  2. Sri Mulyani menjadi Menteri Keuangan.
  3. Eko Putro menjadi Menteri Desa, Pembangunan Daerah tertinggal, dan Transmigrasi.
  4. Budi Karya menjadi Menteri Perhubungan.
  5. Muhajir Effendi menjadi menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
  6. Enggartiasto Lukito menjadi Menteri Perdagangan.
  7. Archandra Tahar menajdi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.
  8. Asman Abnur menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
  9. Airlangga Hartarto sebagai Menteri Perindustrian.

 

Sumber:

[1] https://m.tempo.co/read/news/2016/07/27/078790887/ini-susunan-menteri-baru-hasil-reshuffle

[2] http://news.detik.com/berita/3262256/ini-daftar-lengkap-reshuffle-kabinet-kerja-jilid-ii

[3] Sendhikasari D, Dewi. 2016. Info Singkat Pemerintaha Dalam Negeri: Reshuffle Jilid Ii Kabinet Kerja. Vol. VIII, No. 14/II/P3DI/Juli/2016


***


Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044
SHARE