Profesor Daniel M. Rosyid Ajak Pemuda Kontributif Memajukan Indonesia

0
269

Surabaya – Pemuda sebagai tonggak masa depan suatu bangsa dituntut memiliki visi dan misi yang jelas dalam hidup. Hal itu semata-mata dilakukan karena semakin ketatnya persaingan di abad 21 ini, jika para pemuda tak siap dengan hal tersebut maka mereka harus mawas diri untuk tersingkir dari bursa calon pemimpin bangsa.

Pada Sabtu (05-08), dalam sesi Inspiring Leadership Talk Socioprenuer Camp 2017 kedua, tiga ratus peserta dan tamu undangan yang hadir di Aula Kahuripan Gedung Rektorat UNAIR diajak merefleksikan kondisi pemuda masa kini dalam seminar bertajuk “Kepemimpinan Muda Indonesia Abad 21” yang dibawakan Prof. Daniel M. Rosyid PhD, M.RINA. Selama dua puluh menit ia menjabarkan kondisi Indonesia terkini mulai dari kemiskinan, ketimpangan sosial, kerusakan lingkungan, perubahan iklim, kenakalan remaja, dan kehancuran keluarga. Menurutnya seluruh kondisi tersebut berpengaruh kepada eksistensi pemuda terbaik Indonesia saat ini, ia juga menambahkan bahwa munculnya faktor tersebut berawal dari sekolah.

“Sekolah adalah instrumen teknokratik untuk mengamankan investasi melalui penyediaan tenaga kerja trampil bergaji murah, sayangnya hal tersebut tak dilakukan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya dihadapan peserta yang kebanyakan mahasiswa. “Di sekolah mungkin murid banyak belajar, kecuali untuk menjadi dirinya sendiri. Melalui persekolahan paksa massal kita tidak bisa mengharapkan kelahiran para pemimpin baru di Indonesia,” tandasnya.

Ia menambahkan jika para pemuda bisa mengembalikan kondisi Indonesia menjadi lebih baik melalui empat agenda kepemimpinan muda Indonesia abad 21 diantaranya Membaca Zaman, Bergaul Dengan Masyarakat, Merancang Masa Depan Ummat, dan Berinovasi.

Membaca zaman berarti para pemuda harus mencari pengalaman sebanyak-banyaknya dan mengasah kemampuan mereka agar tak kalah bersaing di kancah global; Para pemuda sebagai penerus bangsa ini tak boleh enggan bergaul dengan masyarakat karena masyarakat merupakan poros utama kehidupan di Indonesia, masyarakat juga memangku keputusan tertinggi di negeri ini, salah satu poros utama bemasyarakat ialah dengan rajin ke masjid; Tak lupa ia mengingatkan bahwasanya para pemuda harus memiliki mimpi yang tinggi karena ia wajib merancang masa depan dirinya dan juga lingkungan sekitarnya. Jika ia sukses kelak maka ia harus berkontribusi kepada masyarakat melalui pemberdayaan diberbagai sektor. Hal itu dilakukan agar masyarakat dapat tumbuh dan berkembang secara mandiri; Terakhir, ia menyampaikan bahwa para pemuda dapat mewujudkan itu semua dengan terus berinovasi serta menciptakan gaya hidup baru rendah energi.

Ia berharap setelah mengikuti Seminar Kepemimpinan Kontributif para pemuda semakin semangat memberikan prestasi terbaiknya untuk Indonesia, karena pemuda merupakan satu-satunya harapan negeri ini untuk bangkit kembali.

 

***

Prof. Daniel merupakan seorang Guru Besar Fakultas Teknologi Kelautan Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya, ia telah malang melintang di berbagai kegiatan kemahasiswaan baik intra maupun ekstra kampus. Ia pernah aktif di KOPMA ITS, Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia, menjadi wartawan foto untuk Koran mahasiswa ITS “ASPIRASI”, Badan Permusyawaratan Mahasiswa (BPM) FT Perkapalan ITS, dan Sekretaris Umum Senat FT Perkapalan ITS. (AR).

BAGIKAN

LEAVE A REPLY