Rapat Kerja Wilayah Despro Bandung 2016

51

Program Desa Produktif atau Despro adalah program pemberdayaan desa dengan semangat sosiopreneur yang memiliki cakupan di bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial serta berfokus pada pemandirian masyarakat. Program ini merupakan bagian dari pola pembinaan Etoser dan tidak melupakan outcome masyarakat yang dibina. Dengan adanya program Despro, Etoser diharapkan mampu memiliki jiwa kontributif dan mampu menebar manfaat dengan ilmu yang dimiliki.

Program Despro sendiri dalam perberdayaan masyarakat tidak dapat dilaksanakan secara instan akan tetapi melalui proses yang dikelola Etoser melalui estafet kepengurusan, di akhir kepengurusan evaluasi terhadap kepengurusan sebelumnya penting untuk dilakukan, tujuannya untuk membenahi Despro di kepengurusan yang baru. Oleh karena itu pada Sabtu (17/12), Beastudi Etos Bandung melaksanakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) yang beragendakan Reframming Despro, Evaluasi dan LPJ dari kepengurusan sebelumnya, penetapan koordinator Despro di kepengurusan selanjutnya, dan pembahasan rencana strategis (renstra).

Rakerwil dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB di Asrama Ikhwan Jatinangor.  Beastudi Etos Bandung memiliki dua Despro yakni di Pasir Ipis (sudah pemandirian dan baru tahun ini pindah menjadi di Sekeloa) dan satu lagi di Nanggerang. Rakerwil kali ini befokus membahas Despro Nanggerang, Despro Nanggerang terletak di Jatinangor dan dikelola oleh Etoser Unpad. Despro Sekeloa dikelola oleh Etoser ITB. Fokus pembahasan direncanakan melibatkan kedua Despro, namun Etoser dari ITB berhalangan dikarenakan sudah libur sehingga Rakerwil difokuskan pada satu Despro saja.

Rakerwil diawali dengan Reframing Despro yaitu menyamakan pemahaman kepada semua Etoser terkait Despro dan perkembangannya saat ini, materi terkait disampaikan oleh kang Eka Anugrah, Pembina Etoser di Manajemen Etos Bandung.

Pembahasan Despro Nanggerang sangat menarik mengingat perjalanannya sudah menginjak tahun keenam, Despro Nangerang telah melalui proses inisiasi sejak 2012. Tahun 2016 merupakan tahun keempat yang dikoordinatori oleh Soni Harsono (Etoser dari UNPAD-Ilmu Sejarah angkatan 2014). Kepengurusan tahun 2016 kami evaluasi bersama beserta capaian yang telah dicapai. Rakerwil terakhir dilaksanakan saat pembentukan Despro, Rakerwil telah dilaksanakan beberapa waktu lalu juga membahas kepengurusan berikutnya dan Renstra. Renstra dimaksudkan untuk melihat sudah sejauh mana target yang sudah disusun bisa terwujud.

Rakerwil kali ini membahas perkembangan Despro Nanggerang dan disampaikan oleh Soni Harsono. Dalam kesempatan kala itu Soni memaparkan bahwa Despro Nanggerang yang dibentuk pada 2012 hingga 2016 telah melakukan pendampingan dan berbagi ilmu di SDN Neglasari (SD yang ada di Desa Nangerang), kegiatan dari tahun ke tahun pun senantiasa berkembang mulai dari kegiatan secara eventual, berkembang lagi dengan berfokus pada les tambahan, berkembang lagi dengan berfokus pendampingan UN, dan berkembang lagi saat kepengurusan 2016 menjadi tematik. Bidang pendidikan menjadi fokus utama Despro Nanggerang, bahkan mereka telah memiliki perpustakaan desa. Fokus mereka tidak hanya pada siswa jenjang SD tetapi juga SMP, selain bidang pendidikan mereka pun fokus pada bidang ekonomi. Namun saat ini sedang dalam proses dan baru dalam tahap pengkajian. Kedekatan Etoser dengan masyarakat senantiasa dibangun dengan beragam acara seperti pemeriksaan kesehatan yang bekerjasama dengan mahasiswa Fakultas Keperawatan UNPAD, Ramadhan Beta (yaitu lomba-lomba bagi anak SDN Neglasari) dan Pengajian Akbar bersama masyarakat Desa Nanggerang. Dari sana, pembahasan terhubung dengan pembahasan Renstra.

Setelah disampaikan perkembangan Despro beserta hal-hal yang telah dilaksanakan oleh kepengurusan tahun 2016, berlanjut pada evaluasi. Evaluasi sendiri menyimpulkan bahwa keterikatan antara Etoser Despro masih kurang dikarenakan beberapa Etoser memiliki kesibukan masing-masing di kampusnya. Rakerwil sendiri dihadiri oleh sekitar 50% Etoser, sebuah angka yang perlu ditingkatkan. Tetapi ini bukanlah sebuah hambatan tetapi menjadi sebuah catatan bagi kepengurusan selanjutnya bagaimana etoser dapat terangkul hatinya untuk ikut berperan aktif didespro ataupun meluangkan waktunya disela-sela kesibukan kegiatan kampus.

Terakhir, Rakerwil ditutup dengan penetapan koordinator Despro Nanggerang selanjutnya,  akhirnya estafet kepengurusan diamanahkan kepada Asep Solahudin (Etoser UNPAD jurusan Ilmu Keperawatan Angkatan 2015).

“Kesannya dengan adanya Rakerwil ini yaitu jadi lebih tahu tujuan sebenarnya adanya despro dan juga rame karena disana ada makan bersama untuk saling mempererat diantara etoser maupun pembina/pendamping. Pesannya dari Rakerwil ini adalah semoga dengan berkaca kemasa lampau dan memandang kemasa depan dengan proses musyawarah dapat menumbuhkan sebuah benih yang lama tertanam yang sebentar lagi berbuah. Harapan kedepannya semoga Rakerwil dapat dilaksanakan dengan Despro yang dikelola dibandung oleh Etoser PTN ITB karena hakekatnya kami satu naungan Beastudi Etos Bandung untuk saling berkoordinasi “ (Asep Solahudin)

rakerwil-despro-bandung-17-des-2016-5 rakerwil-despro-bandung-17-des-2016-4 rakerwil-despro-bandung-17-des-2016-3

SHARE